
Setelah acara pernikahan dadakan selesai, para tamu pamit pulang ke tempat masing masing. Teman teman Amora langsung kembali ke asrama. Orang tua Amora juga sudah kembali pulang ke rumahnya.
Di rumah itu tinggal hanya keluarga Hampard dan anggota baru keluarga yaitu Amora.
Setelah kepergian semua tamu undangan, orang tua Leo, yaitu mama Sita dan papa Yudha memberikan wejangan kepada anak dan menantunya. Canda dan tawa menghiasi malam penuh kejutan itu.
Mama Sita menyuruh anak dan menantunya agar langsung istirahat karena waktu sudah menunjukkan jam 11 malam. Leo dan Amora pun menuruti mama Sita, mereka juga sudah sangat lelah dan ingin segera merebahkan diri di tempat tidur.
"Sudah larut malam, kalian pergilah untuk istirahat, kalian pasti capek seharian ini" suruh mama Sita.
"Iya ma, kami pamit, selamat malam ma, pa" kata Leo dan Amora. Mereka beranjak dari tempat duduknya. Leo langsung menggandeng tangan amora, menuntun Amora menuju kamarnya.
Di anak tangga pertama, mama Sita kembali mengingatkan mereka agar segera tidur. "Ingat ya, langsung istirahat dan tidur. Malam ini tidak boleh ada suara jeritan. Kalian masih muda dan punya banyak waktu untuk berbuat..." kalimatnya menggantung dan hanya menempelkan kedua ujung telunjuknya 👉👈.
Leo memutar matanya malas, dia berpikir kalau mamanya kurang kerjaan banget sampai ngurusin hal begituan. Lagian terserah Leo mau apain Amora, sekarang kan Amora sudah jadi istrinya. Sah sah saja kalau mereka berbuat anu, pikirnya lagi. Leo hanya mengabaikan peringatan mamanya dan mengajak Amora ke kamar.
Sesampainya di kamar Leo, sepasang suami istri itu tampak canggung. Mereka tenggelam dalam pikiran masing masing, kira kira malam ini mereka akan langsung tidur atau melanjutkan hal yang tadi tertunda. Pergulatan yang harus berakhir karena sang pengganggu Friday.
Akhirnya Amora memutuskan ke kamar mandi untuk segera mandi karena badannya sudah terasa lengket. Amora lupa bahwa ini bukanlah rumah dan kamarnya dan dia juga tidak membawa pakaian. Acara pernikahan ini benar benar di luar rencana dan prediksi mereka.
Setelah selesai mandi, Amora melilitkan handuk di badannya, dia mondar mandir di depan kamar mandi. Dia bingung harus berbuat apa.
"Amoraaaa...kenapa kamu bisa lupa sih, kalau kamu ga bawa apa apa datang ke sini" rutuknya dalam hati.
Leo heran kenapa Amora belum juga keluar dari kamar mandi padahal sudah 10 menit berlalu semenjak gemercik air tidak terdengar lagi. Leo mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan bahwa Amora baik baik saja.
"Mor, you okay? Udah kelar belum? Udah bisa gantian ga? Aku juga gerah pengen mandi" tanya Leo.
"I'm not okay kak" sahut Amora dengan suara gugup.
Leo langsung panik seketika, "Mor buka pintunya, kamu kenapa? Apanya yang ga baik baik saja? Jangan buat aku panik Mor. Kita baru nikah masa aku langsung menduda. Belum juga nyicip Mor".
Amora yang tadinya gugup langsung kesal mendengar penuturan Leo. Amora langsung membuka pintu kamar mandi, dia terkejut melihat Leo tapat di depan pintu. Dan Leo pun terkejut saat pintu terbuka dan menampilkan Amora hanya dibalut handuk. Bahu dan pahanya terekspos sempurna.
Leo menelan ludahnya kasar. Dia masih terdiam di tempat dan sesekali melirik nakal tubuh istrinya.
"Mor, kamu sexy banget sih, dianggurin sayang tapi kalo diajak nganu nanti mama marah. Tapi karna kamu yang godain duluan sih ga papa. Yuk yank, langsung aja" kata Leo tanpa berkedip.
"Amora menyilangkan tangannya di depan dadanya, wajahnya saat ini sudah merah menahan malu. Walaupun mereka sudah sah suami istri tapi Amora masih malu dan canggung. "Kak, aku lupa, aku ga punya baju" kata Amora.
"Bule siapa kak?"
"Dia yank, namanya Bule, burung Leo" tunjuk Leo ke arah pangkal pahanya yang sudah menggebung. Amora mengikuti arah tangan Leo, dan seketika malu sendiri. Dia langsung teringat dengan adegan mengenakkan di film yang minggu lalu mereka tonton sebelum pulang ke rumah masing masing.
Friday mendapatkan film itu dari grup emak emak pecinta novel, kebetulan dia bergabung dengan grup tersebut. Friday mengajak Frizzy dan Amora menontonnya, karena penasaran kenapa teman temannya bahkan emak emak di grup itu selalu bilang kalau berciiinta itu nikmat.
"Ish kak...jangan bercanda deh, aku udah kedinginan"
"Ya udah pake bajuku aja dulu, pilih aja di lemari. Aku mau mandi bentar"
"Tapi kak, pakaian dalamku gimana? Masa pake punya kakak juga"
"Ya ga usah pake kalo gitu, lagian kita udah sah suami istri, ya ga papa kali kalo kamu ga pake baju. Aku juga ga keberatan kok" kata Leo dengan senyum nakalnya dan mengerlingkan sebelah matanya. Sebelum masuk ke kamar mandi, Leo menyempatkan diri mencium bibir Amora.
Amora baju yang akan dia pakai untuk malam ini, dia memilih kaos putih yang kebesaran di tubuhnya milik Leo. Dia memutuskan tidak menggunakan pakaian dalam, karena selama ini dia tidur tanpa bra dan juga dia berpikir kalau dia sudah sah menjadi istri Leo jadi tidak perlu merasa sungkan. Sebenarnya dia hanya mensugesti dirinya agar tetap tenang. Dia juga menyakinkan dirinya jika Leo meminta haknya malam ini, dia haus siap.
Sebelum pulang ke rumahnya, mama Amora sudah memberikan nasehat sebelumnya, mamanya meminta Amora untuk melayani suaminya dengan sepenuh hati dan menuruti suaminya. Sekarang Leo sudah menjadi kepala keluarganya dan Leo yang bertanggung jawab penuh atas dirinya.
Belum terpikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya dan masih canggung dengan situasi pernikahan dadakan ini, Amora langsung naik ke tempat tidur dan menutup dirinya dengan selimut sebelum Leo keluar dari kamar mandi.
Tidak sampai 15 menit, Leo sudah selesai mandi. Leo berjalan dari kamar mandi menuju walk in closet hanya menggunakan handuk sebatas pinggang. Sayangnya Amora sudah menutup tubuh dan kepalanya menggunakan selimut, jadi acara pamer perut sixpack pun gagal karena penontonnya tidak ada.
Setelah berpakaian, Leo menyusul Amora naik ke tempat tidur. Dia ingin memastikan bahwa Amora sudah tidur. "Mor, yank kamu udah tidur?" Leo menunggu jawaban Amora.
Amora membuka selimut yang menutupi kepalanya " Belum, kenapa kak?"
Leo mendekat dan merengkuh tubuh Amora, membawa wanitanya kedalam pelukannya. Tidak lupa dia mencium kening sang pemilik hati.
Mereka mengobrol seperti dulu jauh sebelum mereka pacaran bohongan. Mencairkan suasana yang canggung dan mengklarifikasi semua kejadian diantara mereka. Saling terbuka dan jujur. Sesekali Leo mencium bibir Amora yang tampak menggoda.
Mereka menghabiskan malam pertamanya dengan saling terbuka tapi bukan bajunya.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu