Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Bala Bantuan



Kini hari telah berganti, Friday dan teman temannya mandi sebelum turun ke bawah untuk sarapan. Rencananya hari ini kereka akan fokus mengerjakan project yang tidak sengaja dihapus permanen oleh Friday.


Untungnya dokumen analisis dan desain beserta source code backed end masih ada karena mereka melakukan back up secara berkala. Sedangkan Alexa dan Shelly langsung upload keseluruhan ke share folder tanpa back up terlebih dahulu.


Sebenarnya mereka tidak mengulang semua project dari awal. Mereka hanya mengerjakan yang fronted end yang ditangani oleh Alexa dan Shelly dan beberapa hal belum selesai.


Ketika Shelly mengalami kesulitan untuk memecah masalah yang terjadi ketika pengembangan fronted end, dia pernah meminta bantuan Frizzy. Jadi Frizzy mempunyai source code fronted end seminggu sebelum ketidaksengajaan penghapusan project. Otomatis ini akan meringankan beban mereka karena fokus utama hanya fronted end.


Setelah melakukan sarapan paginya, Friday mengajak teman temanya untuk mengerjakan project di gazebo di taman depan. Mereka berharap pemandangan yang indah dan udara yang sejuk akan meningkatkan efektivitas kinerja otak mereka.


Berhubung hari ini adalah hari minggu, Sunday libur kerja. Sunday ikut mereka ke gazebo, katanya sih mau melihat lihat saja. Tapi sepertinya dia sedang melancarkan aksi tebar pesona part 2.


Sunday sesekali menggoda teman teman adiknya itu. Mereka mengerjakan project diselingi tawa dan godaan Sunday. Sunday juga lumayan banyak membantu. Dia ikut test interface atau antar muka aplikasi. Sunday berperan sebagai end user atau pengguna akhir aplikasinya.


Mereka menerima kritik dan saran dari Sunday untuk memberikan user experience yang baik terhadap pengguna. Dan merupakan bahan utama untuk lebih mengembangkan aplikasi yang sedang mereka bangun.


Sunday senang bisa membantu adik dan teman teman adiknya. Selain karena membantu adik kesayangannya itu, dia juga bisa menggoda teman adiknya. Wajah merona dan sikap malu malu para remaja itu sungguh membuatnya merasa senang.


Fokus dan target utama acara tebar pesona ala Sunday adalah Alexa. Tentu saja karena Alexa memiliki wajah cantik dan terlihat lebih dewasa. Sikap Alexa juga sangat kalem dan tenang. Jadi bujang lapuk itu merasa tertantang untuk menakhlukkan ciptaan Tuhan yang satu itu.


Tiap hari selama 5 hari ini, Sunday selalu mengajak Alexa berbicara berduaan. Hal itu membuat Friday merasa cemburu. Dia selalu diabaikan oleh kakaknya dan lebih memilih Alexa.


Malam kelima mereka di rumah Friday, mereka sudah di kamar mereka masing masing. Friday, Frizzy dan Amora masih membahas tentang project akhir mereka. Mereka berencana untuk mengembangkan aplikasi tersebut hingga bisa benar benar digunakan oleh toko baju Amora.


Sesekali mereka menyelipkan gosip panas yang akhir akhir ini terjadi di kalangan selebriti maupun mahasiswa di IITC.


"By the way, oot nih (out of topic). Kak Sunday udah punya pacar belum? Sepertinya dia suka sama Alexa deh. Dari perlakuan kak Sunday, kelihatan banget lagi mencoba pdkt. Ga heran sih, secara...Alexa tuh cantik, pintar dan lebih dewasa dari kita. Aku patah hati huaaaa" kata Frizzy pura pura menangis.


Amora juga ikut menanggapi "Hooh...tiap hari kak Sunday selalu fokus ke Alexa...kita bagaikan tembok berjalan wkwkwkwk".


"Setau gue sih, kak Sunday belum punya pacar. Kalau gue lihat, kak Sunday hanya main main aja, ga serius. Lagian Alexa ga pantas buat kak Sunday...." kata Friday.


Dan saat Friday mengatakan hal itu, ternyata Alexa dan Shelly mendengarnya. Mereka tidak jadi memasuki kamar Friday.


Awalnya mereka ingin mendiskusikan kelanjutan project mereka setelah selesai penilaian, apakah akan dikembangkan lagi dan diimplementasi oleh toko Amora atau berhenti hanya samapai pada penilaian dari kampus.


Alexa dan Shelly kembali ke kamar, raut wajah mereka sangat berbeda, Alexa sangat sedih dan Shelly sangat kesal membuat Jeanne bingung.


"Loh kok balik lagi. Emang udah kelar diskusinya? Atau ga jadi diakusi?" tanya Jeanne, sebenarnya Jeanne berniat menyusul setelah menyelesaikan urusannya di toilet.


Alexa dan Shelly hanya menggeleng. Alexa tidak mau menceritakan apa yang baru saja dia dengar dari mulut yang dianggapnya sahabat itu. Shelly yang ingin mengatakan apa yang terjadi ke Jeanne langsung ditahan oleh Alexa dengan menggelengkan kepalanya.


Jeanne yang peka dengan keadaan pun membuatnya diam. Dia tidak akan bertanya apa yang terjadi tadi sampai mereka sendiri yang menceritakannya. Mereka akhirnya memilih istirahat.


"Sehina itu kah aku di mata mereka karena aku berasal dari keluarga tidak mampu?" keluhnya dalam hati.


Dia teringat keadaan keluarganya yang memang serba kekurangan. Beruntungnya dia bisa sekolah hingga hari ini karena dia memiliki otak yang cerdas, IQ diatas rata rata dan selalu mendapatkan beasiswa.


Dia menangis sepanjang malam meratapi nasibnya. Shelly terbangun ingin ke toilet menguringkan niatnya karena mendengar isak tangis. Dia melihat sekelilingnya dan mendapati tubuh Alexa yang bergetar di balik selimut.


Shelly tau pasti Alexa yang sedang menangis karena ucapan Friday tadi. Shelly mendekat dan memeluk Alexa.


"Lex, its okay dear. Udah ya, jangan nangis. Ingat aku akan selalu ada untukmu. Jadikan ini motivasi untukmu, buktikan bahwa kamu layak didekati oleh pria manapun" hibur Shelly.


Alexa membalas pelukan hangat Shelly. Dia bersyukur masih ada yang membelanya dan tidak melihatnya dari status sosial. Ternyata masih ada yang tulus berteman dengannya.


Alexa dan Shelly memutuskan untuk pulang besok pagi, tidak berniat melanjutkan project. Alexa mempunyai alasan pulang untuk membantu orang tua nya di kampung apalagi sudah 5 hari dia di sini dan waktu libur tinggal 3 hari lagi. Sedangkan Shelly beralasan karena ada acara keluarga.


Keesok harinya mereka pamit pulang kepada temannya yang lain dan tentunya kepada kak Sunday. Pria tampan itu terlihat terkejut dan tampak kecewa.


Alexa yang sempat menaruh hati dan harapan kepada kak Sunday pun ditepisnya. Dia harus segera mematikan perasaannya agar tidak terlalu berharap akan perhatian kak Sunday.


Sunday meminta mereka untuk memakai mobil dan supir yang disediakan untuk mengantar mereka hingga sampai ke rumah masing masing.


Sunday ingin memastikan mereka sampai di rumah dengan selamat dan baik. Mereka berdua menerima tawaran dari Sunday. Lagian mereka tidak tau di mana terminal ataupun stasiun terdekat.


Karena waktu yang semakin menipis dan resource atau sumber daya yang berkurang, membuat Friday, Amora, Frizzy dan Jeanne kelimpungan. Project mereka belum selesai. Mereka berpikir bagaimana caranya bisa menyelesaikan project dan mempersiapkan ujian akhir semester.


Friday langsung menghubungi orang yang dianggapnya bisa membantu masalah yang sedang mereka hadapi. Semakin banyak yang mengerjakan maka semakin cepat pekerjaan selesai.


Sekitar 3 jam berlalu, akhirnya yang ditunggu tunggu tiba juga. Siapa lagi kalau bukan Leo. Leo juga mengajak temannya yang tidak lain adalah Kelvin.


Frizzy yang melihat kehadiran Kelvin pun mengalah demi project. Meskipun masih kesal tapi dia sadar bahwa mereka membutuhkan uluran kasih eh maksudnya uluran tangan seniornya itu.


Mereka melakukan briefing sebentar hanya menceritakan garis besar project dan kendala yang sedang dihadapi saja.


Leo yang sering bersama dengan mereka kurang lebih paham dengan project sedangkan Kelvin yang notabenenya jenius programming juga langsung paham apa yang mesti mereka lakukan.


Mereka merombak team, Frizzy dan Kelvin bekerja sama memperbaiki backed end karena setelah dilakukannya test masih banyak bug dan error. Leo dan Jeanne fokus ke fronted end sedangkan Friday dan Amora menjadi tester dan quality assurance yang akan menguji aplikasi dan memastikan kualitas aplikasi.


Bala bantuan yang sempurna di saat mepet seperti ini.


………………………………………………………………………………


Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu