
Masa liburan telah selesai, saatnya semua mahasiswa kembali ke asrama untuk mengikuti jadwal kuliah mereka kembali.
Setelah menata hatinya yang sempat hancur berkeping keping, Alexa memantapkan diri kembali ke kampus. Dia mau berdamai dengan hatinya dan mau menerima Friday.
Dia sadar akan posisinya saat ini dan Friday benar, dia tidak pantas untuk Sunday. Sunday terlalu jauh untuk dia gapai. Jadi kenapa dia masih marah? Tidak ada yang salah dengan perkataan Friday. Begitulah cara Alexa mengobati hatinya yang sempat terluka.
Friday dan teman temannya diantar langsung oleh Sunday ke asrama.
Para mahasiswa yang masih berada di entrance hall IITC merasa beruntung karena bisa melihat wajah tampan secara langsung. Siapa lagi pemilik wajah tampan itu kalau bukan Sunday.
Sunday semakin besar kepala melihat banyaknya mahasiswa dan mahasiswi yang terpesona dengan aura dan ketampanannya.
Narsisnya mulai kumat, dia berjalan melewati mahasiswa yang kebetulan di entrance hall dengan sesekali menyisir rambutnya ke belakang menggunakan jari tangannya.
Frizzy, Amora dan Jeanne yang sudah terbiasa dan paham akan hal itu hanya bisa geleng kepala. Mereka jadi paham kenapa Friday juga narsis, ya lihat saja kakaknya, tidak jauh beda. Tapi harus diakui, kenarsisan sang kakak lebih akut.
Sebelum penyakit narsis kakaknya kambuh dan kumat parah, cepat cepat Friday mengusir Sunday agar langsung kembali pulang. Dia takut kakaknya akan jadi topik hangat di kampus beberapa hari mendatang dan itu mengancam ketenarannya. Dia merasa tersaingi oleh kakaknya sendiri. Sebelum itu terjadi, dia harus mencegahnya dulu bukan?
Jeanne, Amora dan Frizzy mendukung tindakan Friday menyuruh kakaknya langsung pulang. Karena semakin lama Sunday di sini, semakin banyak orang yang penasaran dan semakin banyak juga yang bertanya ke mereka tentang siapa itu Sunday, kenapa bisa bersama dengan mereka.
Mereka tidak mau repot meladeni pertanyaan manusia manusia kepo haus gosip itu. Tidak ada untungnya juga. Lebih baik menghindar.
Dengan sangat terpaksa dan hati yang tidak rela, Sunday pun pamit pulang. Dia masih belum puas dikagumi banyak orang. Dia sangat menikmati saat saat menjadi pusat perhatian banyak orang. Kepercayaan dirinya memiliki spidometer yang sangat tinggi melebihi tingginya jambul khatulistiwa Syahrini.
Mereka menunggu di entrance hall sampai Sunday masuk kembali ke dalam mobil dan pergi meninggalkan area kampus. Setelah memastikan Sunday sudah kembali pulang, baru mereka pergi menuju kamar asramanya.
Mereka mendapati Alexa yang sedang membersihkan kamar mereka. Mereka langsung membantu Alexa agar cepat selesai dan kamar dapat digunakan dengan nyaman.
Setelah kamar bersih dan rapi, mereka merapaikan barang pribadi masing masing. Setelah itu mereka makan malam ke luar kampus karena kantin masih tutup disebabkan hari ini masih termasuk hari libur.
Mereka kembali ke kamar dan langsung mempersiapkan project yang akan dikumpulkan besok. Mereka diskusi dan sharing ilmu agar Alexa tau update terbaru project mereka.
Sampai jam 10 malam mereka masih membahas projectnya dan mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian akhir semester. Pengurus asrama sudah datang mengabsen penghuni asrama. Tapi anggota kamar 213A belum lengkap. Shelly belum kembali ke kamar dan belum membalas chat dan telepon dari teman sekamarnya.
Mereka mulai khawatir dengan Shelly. Tapi penjaga asrama ternyata tidak menanyakan Shelly karena dia sudah izin datang terlambat karena masih ada acara. Akhirnya Friday menghubungi kakaknya untuk membatalkan pencarian Shelly, karena khawatir dia sempat minta tolong kepada kakaknya untuk menyuruh anggotanya mencari Shelly.
Tapi mendengar penjaga asrama mengatakan Shelly akan datang terlambat membuat mereka bernafas lega. Rasa khawatir berkurang. Mereka tetap menunggu Shelly pulang sambil belajar.
Sejam lebih mereka menunggu, Shelly akhirnya sampai di kamar asrama. Mereka langsing menyambutnya dengan banyak pertanyaan. Shelly pun meminta pertanyaannya ditunda dulu. Besok dia akan cerita kenapa dia terlambat. Teman yang lain akhirnya mengiyakan dan mulai istirahat.
Keesok harinya mereka menyerahkan project mereka, jadwal presentasi telah keluar dan mereka dapat giliran sore hari. Sebelum presentasi mereka mempersiapkan diri dan mengajari Shelly tentang semua update terakhir projectnya. Mereka latihan demo project sebelum demo final.
Tiba giliran mereka yang akan presentasi di depan dosen penguji dan beberapa mahasiswa yang akan menilai project mereka. Banyak pertanyaan dari dosen dan mahasiswa lainnya ditujukan kepada kelompok mereka.
Kebanyakan pertanyaan akan dibantu jawab oleh Friday, dia benar benar menguasai project, mulai dari dokumen hingga aplikasi dan coding-an. Beberapa kali Friday melakukan penyelamatan terhadap kelompoknya karena berhasil menjawab pertanyaan yang menurut mereka sulit.
Alexa dan Shelly bisa bernafas lega karena hal itu. Setidaknya itu bisa mengurangi rasa kecewanya terhadap Friday sebelumnya. Ini bisa mengobati sakit hatinya. Nilainya bagus dan beasiswa terselamatkan. Akhirnya dengan bangga mereka menyatakan project closed.
Project closed bukan berarti beban sudah selesai, tapi masih ada masalah menanti yaitu ujian. Alexa yang sudah beberapa minggu tidak fokus belajar ketinggalan banyak materi pelajaran.
Friday dengan senang hati mau mengajari dan belajar bersama Alexa. Alexa semakin merasa tersentuh. Friday pintar menyampaikan materi agar mudah dimengerti yang lain.
Melihat itu semua, Alexa makin memantapkan hati untuk melupakan semuanya dan memulai kembali pertemanannya dengan Friday.
Ujian akhir semester dimulai, mereka mengikuti ujian. Ujian dilaksanakan selama 5 hari. Dalam kurung 5 hari itu, tampak semua mahasiswa serius mengulangi pelajarannya. Beberapa membentuk kelompok belajar untuk membahas dan sharing ilmu tentang mata kuliah.
Hari terakhir ujian menjadi hari terakhir mahasiswa di kampus. Mereka akan libur semester yang panjang sekitar 2 bulan dan dalam waktu itu akan ada lagi penerimaan mahasiswa baru dan wisuda mahasiswa tingkat akhir.
Mahasiswa yang terpilih dalam kepanitian penyambutan mahasiswa baru dan wisuda mahasiswa tingkat akhir akan tinggal di asrama untuk melakukan persiapan.
Diantara mereka berenam tidak ada yang ikut kepanitiaan. Alasan utama adalah malas. Mereka memilih libur panjang daripada harus repot repot mengurusi ospek dan wisuda.
Akhir minggu mereka pulang ke rumah masing masing. Nilai ujian akan langsung dimuat di website kampus. Bagi mahasiswa yang mempunyai nilai E dan D akan diberi kesempatan remedi dan mengikuti semester pendek. Apabila masih gagal, siap siap say goodbye.
Dan parahnya yang harus mengemasi barang barangnya adalah teman sekamarnya. Jadi sehari sebelum drop out teman temannya akan dipanggil kembali ke asrama.
Sementara si mahasiswa mengikuti sidang kepututusan drop out didampingi orang tua dan dosen, teman sekamar harus sudah merapikan barang bawaannya. Orang pertama yang tahu Drop out adalah tentu saja teman sekamar. Kejam bukan? Tapi itu untuk melatih mahasiswa agar memperhatikan sekeliling dan meningkatkan cara kerja sama antar kelompok.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu