
"Sudah ku duga, hanya perempuan yang paham dengan kode yang diberikan sesama perempuan. Apa artinya?" tanyanya penasaran.
"Semoga bukan kegelapan lagi" harap Christian dalam hatinya.
Sarah menjelaskan bahwa gambar pertama adalah tespek. Alat tes kehamilan test pack atau tespek bekerja dengan mendeteksi keberadaan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urine atau air seni wanita.
Hormon ini akan terdeteksi hanya jika sel telur telah yang dibuahi menempel di dinding rahim. Jika terdapat dua garis artinya hamil dan jika satu garis artinya tidak hamil. Sedangkan gambar kedua adalah gambar usg rahim perempuan.
Christian melihat kembali gambar dan melihat tespek itu bergaris dua dan gambar usg terdapat keterangan 5 weeks. "Jadi Alexa hamil?" tanyanya dalam hati. "Bodohnya aku sempat percaya pada si Jose ini, padahal dia tidak lebih pintar dariku" rutuknya lagi dalam hati.
Mendengar penjelasan Sarah, hatinya dihantam perasaan campur aduk, tapi hampir setengahnya adalah rasa bahagia. Dia masih mematung berdiri di depan meja kerjanya. Pikirannya berkeliaran kemana mana tanpa dia minta.
Jose yang juga mendengar penjelasan dari Sarah langsung menghampiri Christian dan merebut ponsel dari genggaman Christian. Dia menzoom gambar yang pertama yang disebut Sarah tespek. Kini dia tau bentuk tespek seperti apa. Kini dia menzoom gambar kedua, ingin melihat bayi yang ada dirahim tapi dia hanya menemukan bulatan kecil buram.
Perbuatan Jose disaksikan oleh Christian dan Sarah, sungguh sangat tidak sopan, kekepoan Jose mengalahkan tata krama. Keingintahuannya menghilangkan akal sehatnya sesaat. Dia masih berlagak seperti yang punya ponsel tidak memedulikan sekitaranya.
Jose masih dalam mode kepo menanyakan Sarah cara melihat gambar USG. Dia hanya melihat gambar gelap buram hitam putih, lalu dimana bayinya?
Christian yang tadinya ingin marah kepada Jose karena telah lancang merebut ponselnya menunda kemarahannya. Rupanya Christian juga penasaran dengan pertanyaan Jose, dia mendekat ke arah ponselnya yang sedang dipegang oleh Jose.
Sarah menunjuk bulatan kecil berukuran 8 mm, "Ini calon bayinya, masih sangat kecil. Sayang sekali, gambar USG ini hanya menunjukkan usia calon bayi 5 minggu tidak ada info lain. Kalau 5 minggu ukuran normalnya sekitar 6-12 mm".
"Lalu dimana tangan, kaki dan badannya, kenapa hanya terlihat kepalanya?" tanya Jose lagi.
"Di sini memang tidak ada kaki dan tangannya" jawab Sarah.
"Mampus tuan, anak anda tidak normal" kata Jose. Lagi, Jose tidak sopan.
Christian seketika ketakutan, dia kasihan melihat anaknya yang hanya terdiri dari kepala saja. Dia menyesal karena perbuatannya yang jahat tapi anaknya yang mendapat karma. "Apapun bentuknya nanti, aku akan merawat dan menerimanya. Aku akan menyayanginya walaupun orang lain akan mencelanya. Aku pasti akan melindunginya" janji Christian dalam hati.
Christian seketika menjadi bodoh, mana ada manusia yang hidup hanya dengan kepala saja. Jantung dan organ vital lainnya yang menunjang kehifupan manusia mau di taroh dimana. Tidak mungkin di kepala semua kan?
"Bukan karena dia tidak punya tangan dan kaki tapi memang belum bertumbuh. Seiiring berjalannya waktu maka organ tubuh si calon bayi juga terbentuk dan berkembang. Semuanya butuh proses. Belum tentu dia tidak punya anggota tubuh lengkap, makanya harus rajin periksa untuk mengetahui perkembangan janinnya" jelas Sarah agar tidak terjadi salah paham.
"Ohh" hanya ini yang keluar dari mulut berapi Jose.
Selain itu, kakeknya bahkan mamanya tidak akan bisa lagi memaksanya melanjutkan pernikahan dengan Friday, walaupun konsekuensi yang mereka terima sangat besar.
"Terima kasih Sarah atas penjelasannya, sekarang kamu bisa pergi" suruh Christian. Dia ingin Sarah segera meninggalkan ruangannya agar dia bebas menghukum Jose.
Dari tadi tingkah Jose sangat keterlaluan. Menyumpahinya untuk hidup sendiri dalam kegelapan, Merebut ponselnya dan tadi mengatakan bahwa anaknya tidak normal. Seketika bulu kuduk Jose berdiri, dia merinding merasakan aura gelap dan dingin di ruangan itu.
Jose menoleh ke arah tuannya itu dan tersenyum bercampur takut. "Tuan" katanya sambil menundukkan wajahnya. Dia masih tersenyum tapi dengan paksaan. Dia tau bahwa akan ada bencana setelah ini.
Christian mengambil ancang ancang untuk melakukan serangan, dia menghirup udara sekitar sengan kencang dan mengeluarkannya kasar. Haaaaahhhh. Raut wajahnya penuh dengan dendam dan kebencian, membuat Jose menciut.
Tapi bukan Jose namanya jika dia tidak bisa menghindar, dia tau bahwa tuannya ini adalah bucin akut. Dia akan menjadi bodoh dalam hal hubungan cinta.
"Tuan sabar, calon orang tua harus berperilaku baik agar kelak anak anaknya setelah lahir juga berperilaku baik. Ini makanya ibu hamil disarankan melihat hal hal indah agar anaknya kelak juga indah begitupun perilakunya. Bahkan calon orang tua tidak diperkenankan membunuh hewan jika tidak dalam ancaman serius" kata Jose.
Perkataan Jose sukses meredakan amarahnya, dia tidak ingin anaknya akan berperilaku buruk karena ayahnya juga buruk saat dia dalam kandungan. Christian menghembuskan dan menarik nafasnya pelan pelan untuk meredam amarahnya.
Kali ini dia setuju dengan perkataan Jose, sudah beberapa kali dia mendengar nasehat itu dari orang orang sekitar. Pertama saat Amora hamil dan kedua saat Sarah hamil.
Melihat tuannya mulai tenang, Jose mengalihkan isu dengan menggoreng berita mengenai keberadaan Alexa. Dia yakin dia akan lepas dari dendam membara tuannya.
"Tuan, sebaiknya langsung jemput ibu dari calon bayimu. Nona Alexa sudah memberitahumu mengenai keadaannya pasti dia juga berharap anda melakukan sesuatu untuk mereka" kata Jose.
Ah kenapa Christian sampai melupakan hal itu. Dia tenggelam dalam kebahagiaan tapi malah melupakan sumber kebahagiannya. Fix Alexa tidak akan lari kemana mana lagi, dia sudah mengikatkan benang merah di antara mereka. Christian akan segera menyelesaikan urusannya dengan Friday dan segera menikahi Alexa.
Segera Christian menghubungi Alexa dan dia mengusir Jose dengan mengibaskan tangannya. Jose tersenyum dengan pencapaiannya ini, dia bisa mengecoh tuannya. Lumayan dia bisa membuat tuannya jengkel untuk sesaat, selama i i tuannya yang berbuat demikian kepadanya. 'Satu sama' katanya dalam hati dan keluar dari ruangan tuannya.
"Alexa kamu dimana" tanya Christian begitu panggilan teleponnya tersambung kepada Alexa.
Belum Alexa jawab tapi Christian langsung menanyakan hal lain. "Apa kamu baik baik saja? Apa yang kamu rasakan. Oh tidak, sekarang beritahu aku kamu dimana biar aku jemput. Jangan kabur lagi. Aku cemas saat kamu meninggalkanku sendirian di kamar. Kamu bebas melakukan apapun nanti ke aku, tapi tolong jangan pergi tanpa pamit".
"Aku sudah di apartemen, sekarang pulanglah" jawab Alexa. Christian memutus panggilannya dan langsung keluar menuju perkiran. Dia begitu tergesa gesa ingin menjumpai Alexanya.