
Christian bangun dari tidurnya karena merasa lapar sekali. Lalu dia memesan makanan dari restoran dan meminta diantarkan ke ruangannya. Dia beranjak mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Di kamar mandi dia melihat di Mr. P nya ada bercak darah yang sudah mengering. Dia langsung sadar bahwa tadi malam dia memerawani seorang gadis. "Fu*k" ucapnya pada diri sendiri.
Dia merasa bersalah memanfaatkan gadis itu. Bukan hanya mengambil sesuatu yang berharga dari gadis itu rapi juga meninggalkan gadis begitu saja. Sikapnya sungguh tidak bertanggung jawab dan breng*sek.
Kalau di negara lain tempat di mana dia tumbuh, ini bukanlah masalah besar tapi mengingat ini bukanlah negara bebas se*ks jelas saja ini adalah hal tabu. Di negara ini, perempuan yang belum menikah wajib perawan.
Kalau sudah tidak perawan maka akan dianggap perempuan tidak baik, liar dan cap buruk lainnya. Orang orang cenderung tidak peduli alasan seorang perempuan bisa tidak perawan sebelum menikah.
Padahal laki laki tidak ada tuntutan harus perjaka sebelum menikah dan lagi tidak ada sesuatu yang bisa membuktikan dia perjaka atau sudah bekas, sungguh tidak adil bukan?
Christian menyesal melakukan hal yang melukai bahkan menghancurkan hidup seorang perempuan. Dia bertanya dalam hatinya, bagaimana gadis itu akan pertahan hidup di lingkungan sosial seperti ini? Akan seperti apa hidup gadis itu selanjutnya?
Buru buru Christian menyelesaikan mandinya dan bergegas memakaikan pakaiannya. Dia juga menyelesaikan makan paginya yang sudah sangat terlambat dengan cepat.
Setelah selesai makan, Christian dengan langkah panjangnya pergi ke kamar yang dia gunakan semalam untuk melampiaskan has*ratnya. Dia berharap si gadis masih berada di kamar hotel tersebut.
Christian membunyikan bel tapi tidak ada yang membukanya, sepertinya si gadis sudah meninggalkan kamar hotel pikirnya. Dia iseng membuka pintu dan ternyata terbuka. Christian menarik nafas panjang sebelum memasuki kamar. Dia bersiap menerima amukan si gadis itu.
Christian hanya mendapati kamar yang kosong dengan bantal, selimut dan beberapa barang di hotel yang berantakan tergeletak di lantai. Dia melihat ke arah tempat tidur dan melihat sprey yang kotor dengan noda darah.
Dia melangkah maju ke arah kamar mandi dan mengetuknya, siapa tau si gadis masih di sana. Tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi, Christian mencoba membuka pintu dan ternyata terbuka. Dia melihat ke dalam dan tidak mendapati seorang pun di sana.
Christian menarik dan mengambil sprey yang sudah kotor untuk dia simpan, siapa tau akan berguna suatu saat. Berjaga jaga saja bila suatu saat ada yang mengaku sebagai gadis itu. Dia bisa mencocokkan darah yang ada di sprey tersebut.
Saat menari sprey, ada sesatu yang terjatuh ke lantai. Christian mencari benda itu di lantai. Dia melihat sebuah gelang yang dia yakini adalah milik si gadis. Ini akan memudahkannya menemukan si gadis.
Christian meminta sekretarisnya untuk segera menemuinya ke ruang kerjanya. Christian ingin menanyakan apakah mereka melihat wajah si gadis yang dia tiduri, karena dia sendiri tidak begitu ingat dengan wajah gadis itu. Semalam dia hanya fokus melampiaskan naf*sunya.
Tidak berapa lama Christian dan sekeretarisnya yang bernama Jose sampai di ruang kerjanya. Sekretarisnya langsung memberitahukan Christian tentang sabotase yang terjadi pada pesta ulang tahun hotelnya semalam tanpa Christian tanyakan terlebih dahulu. Padahal sebenarnya Christian belum tau apa yang terjadi di hotelnya dan hanya ingin menanyakan sekretarisnya mengenai si gadis yang dia tiduri saja.
Christian marah mendengar berita itu, pantasan saja semalam dia merasa tidak bisa menahan has*ratnya dan sangat ingin melakukan perbuatan tidak terpuji itu. "Ahhhh sial" Christian menggebrak meja dengan sangat kuat hingga Jose terkejut.
"Maaf tuan, hingga saat ini belum ada petunjuk apapun. Bahkan cctv dan database pengunjung hotel semuanya terhapus permanen tanpa meninggalkan jejak. Tim IT kita juga sudah berusaha tapi tidak menemukan jejak IP bahkan log activity pun tidak ada" jelas Jose.
"Ah iya, aku hampir lupa. Apa kamu tau siapa gadis yang tidur denganku tadi? Apa kamu melihat wajahnya?" tanya Christian lagi?
"Maaf tuan, saya tidak tau dan tidak melihat wajahnya. Ada apa tuan?" tanya Jose penasaran.
"Semalam saat pesta, sepertinya aku juga meminum salah satu minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsang. Aku tidak bisa menahan gairah yang begitu bergejolak hingga aku memaksa seorang gadis untuk melayani naf*suku. Dan sekarang aku kehilangan jejak gadis itu. Bagaimana aku bisa mempertanggungjawabkan kelakuanku?" jelas Christian.
"Saya pikir gadis itu adalah gadis sewaan tuan. Ini akan sangat sulit melacak gadis itu karena data tamu dan pengunjung pun sudah terhapus" jawab Jose.
"Bisa kamu selidiki siapa pemilik gelang ini? Aku hanya menemukan ini di kamar itu tadi. Aku yakin ini punya gadis itu. Dan satu lagi, tolong kirim sprey itu dan berikan kepada lab untuk mengambil sample darahnya. Walaupun akan susah menemukan siapa gadis itu, setidaknya kita mencobanya dan sehmkaligus berjaga jaga bila ada yang mencoba menipu kuta" Christian meminta bantuan Jose.
"Baik tuan saya akan laksanakan. Saya ingin menginformasikan juga kalau sepupu tuan yaitu tuan Leonard menginap di hotel ini bersama istri dan teman temannya. Tadi kami bertemu di rooftop dan dia menanyakan tuan. Tuan Leonard juga berpesan agar tuan menghubunginya karena ada sesuatu yang penting yang ingin dia bicarakan dengan tuan" kata Jose dan pamit meninggalkan Christian untuk melaksanakan perintah tuannya.
"Iya, akan ku hubungi nanti, tunggu dulu. Sejauh ini apakah ada tamu yang komplain dengan sabotase semalam?" tanyanya lagi menghentikan langkah Jose.
"Sampai saat ini, kami sudah meminta maaf kepada semua tamu dan memberikan informasi mengenai sabotase. Pihak kepolisian juga ikut membantu menjelaskan kepada tamu. Dan kami memberikan kompensasi dengan menggratiskan semua fasilitas hote termasuk restoran selama seminggu tuan. Ini adalah keputusan tuan besar sendiri" Jose menjelaskan langkah yang telah dilakukan pihak hotel dengan kejadian ini.
"Terima kasih atas kerja keras kalian. Kamu bisa pergi sekarang" Christian mengizinkan Jose untuk pergi.
"Ini hari pertamaku bekerja di sini sudah langsung terjadi kekacauan. Sungguh sial" Christian menggerutu dalam hati.
Di tempat lain, Leo menghubungi keluarga Friday untuk memberitahukan bahwa Friday menghilang. Kepanikan mereka berkurang setelah mendengar penjelasan dari Sunday kalau Friday sudah pulang terlebih dahulu karena ada urusan bisnis keluarga ke luar negeri. Friday tidak sempat izin dari teman temannya.
Tapi bagaimana dengan Jeanne? Mereka tidak tau info apapun mengenai keluarga Jeanne karen Jeanne tidak pernah mau berbagi info pribadi. Pihak hotel dan kepolisian sedang menyelidiki kejadian itu dan tentunya hilangnya Jeanne juga.
Setelah seminggu mencari keberadaan Jeanne yang seperti menghilang ditelan bumi karena tidak ada petunjuk apapun, teman temannya memutuskan untuk kembali ke ibu kota A. Mereka bukan menyerah tapi berserah kepada Tuhan. Mereka tidak bisa berbuat apa apa.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu