Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Problem Solved?



Hari ini mereka tidak keluar kamar sama sekali. Makan pagi, siang dan malam dilakukan di kamar asrama, mereka secara bergantian pergi ke kantin hanya sekedar membungkus makanan untuk mereka berenam.


Mereka mendapatkan izin dari penjaga asrama untuk tetap berada di kawasan asrama karena hari ini mereka tidak ada kelas yang harus dihadiri dan satu lagi penyebab utamanya adalah kondisi Alexa yang masih kurang enak badan.


Itu sebabnya Leo dan Kelvin tidak menemukan mereka di tempat biasa mereka nongkrong.


Besok harinya Leo dan Kelvin mencari keberadaan 6 cabe cabean itu ke tempat biasa, tapi hasilnya masih sama nihil. Kemana lagi mereka?


Kelvin sudah tidak sabar lagi untuk mengakhiri pergumulan di hatinya, "Emangnya lu ga punya nomor hp mereka ya? Ga bisa hubungin pake chat atau telepon? Katanya lu dekat sama mereka tapi ga punya kontak mereka. Aneh...jangan jangan kamu bohong lagi", tanyanya kesal.


Leo baru saja menyadari kebodohannya. Dia begitu merindukan pujaan hati dan ingin melihat wajah bidadarinya sampai lupa bisa menghubunginya lewat telepon. Dia tertawa menertawakan kebodohannya sambil geleng geleng kepala.


Segera dia mengambil telepon genggamnya dan mencari kontak adek asuhnya. Hanya butuh 3 kali dering, telepon dijawab seseorang di seberang sana.


"Fri, kemaren gue nyariin kalian di tempat biasa kok ga ada. Terus hari ini juga ga ada. Kalian ke mana sih? Apa ada masalah? Cerita ke gue, gue pasti bakalan bantu kok. Atau jangan jangan Vemola berbuat sesuatu ya ke Alexa. Eh iya gimana keadaan Alexa sekarang? Dia udah baikan? Satu lagi Frizzy di mana? Apa ka.....", pertanyaan Leo yang banyak dan beruntun akhirnya berhenti.


Ternyata Friday yang memotong Leo yang sedang berbicara, kalau tidak segera dihentikan mungkin pertanyaan yang keluar dari mulut Leo akan sepanjang sungai Nil. Bercanda Say.


"Kak stop it. Kalau mau nanya satu satu napa kak. Ish telinga ku sampe merah mendengar pertanyaanmu yang banyak. Ambil nafas dulu, lalu keluarkan pelan pelan dari mulut, lalu dorong pelan pelan", jawab Friday di seberang sana.


"Lu pikir gue lagi lahiran? Ckckck dasar adek tak punya akhlak" kata Leo sambil tersenyum.


"Kita mau ke tempat biasa kak, kalau ada perlu samperin ke sana aja, nanti aku ceritain kenapa kita ga kelihatan kemaren", kata Friday.


"Gue udah di tempat biasa, pastikan Frizzy ikut sama kalian ke sini ya. Kelvin ada perlu dengan Frizzy" kata Leo lagi.


"Ok", jawab Friday mengakhiri percakapan telepon mereka.


"Gimana? Apa katanya? Mereka di mana biar kita susul ke sana. Mereka bakalan ke sini kan?", pertanyaan beruntun Kelvin langsung memberondong Leo.


Leo langsung kesan sesaat dan menyadari perbuatannya tadi yang mengajukan banyak pertanyaan ke Friday pasti membuat Friday kesal.


"Banyak tanya kayak cewek. Cerewet. Tunggu aja, bentar lagi mereka ke sini", jawab Leo singkat.


"Dih, lihat siapa yang ngomong, tadi aja lu lebih banyak pertanyaannya ke Friday, berarti lu lebih cewek dari gue", balas Kelvin.


Belum selesai mereka berdebat Friday dan Frizzy sudah sampai di tempat mereka biasa berkumpul. Friday langsung melerai perdebatan mesra kedua sejoli itu, eh bukan sepasang sahabat itu.


Kelvin menoleh ke arah Friday dan Frizzy, seketika dia bergerak ke belakang Leo, dia masih takut berhadapan dengan Frizzy. Apalagi Frizzy saat ini menatapnya dengan tajam dan wajahnya sangat tidak bersahabat membuat Kelvin menciut seketika.


Leo celingak celinguk seperti mencari sesuatu. Frday langsung tersenyum, tau kenapa Leo kelihatan seperti cacing panas. "Yang lain kemana? Kok cuman kalian berdua?".


"Lah katanya butuh cuman sama kita berdua, ya yang datang kita berdua doang kakak ganteng". jawab Friday enteng. Leo mengangguk saja.


"Apa lu lihat lihat...mau gue colok tuh mata? Gue kasih peringatan kemaren ya, jangan pernah munculin muka menyebalkanmu itu di depanku" ancam Frizzy terhadap Kelvin.


Lagi dan lagi Kelvin terdiam dan lupa tujuannya untuk memberikan flashdisk penyimpanan video cctv kantin.


"Ish Frizzy jangan galak galak napa, itu senior loh, sopan dikit", tegor Friday.


Kelvin makin menunduk dan menyembunyikan wajahnya di punggung Leo. Lain Kelvin lain lagi Leo, dia malah terbahak mendengar peringatan eh bukan itu ancaman dari Frizzy.


"Duduk dulu yuk biar enak ngobrolnya. Jadi kemaren kalian kemana saja?" tanya Leo kepo.


Friday menghela nafasnya panjang, rasa bersalahnya kembali mencuat. Friday menceritakan semua kejadian kemarin dengan sangat detail.


Sebenarnya Friday merasa tidak melakukannya tapi dalam keadaan ngantuk, mungkin saja dia salah tekan tombol yang harusnya submit malah jadi tombol delete. Dia juga menceritakan rencana mereka yang akan mengerjakan ulang project di rumah Friday selama liburan.


Leo sungguh prihatin melihat Friday yang dihantam rasa bersalah. "Jamu mereka dan berikan service terbaik selama mereka di rumah keluargamu Fri. Lain kali kalau udah ngantuk dan lelah mending istirahat aja, ga baik maksain diri" sepotong nasehat dari Leo.


Kelvin yang mendengar cerita Friday sedikit tergerak hatinya, merasa kasihan. "Manusia emang tempatnya salah Fri, yang penting lain kali lebih hati hati aja" Kelvin yang dari tadi diam ikut bersuara memberikan nasehat.


Simple sih tapi itu bisa menghangatkan hati Friday. Friday tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dia juga mengucapkan terima kasih untuk nasehat yang diberikan kedua seniornya itu.


"Kalian butuh bantuan ga? Kebetulan project kami udah kelar. Liburan ini kami free. Makin banyak yang ngerjain pastinya makin cepat selesai kan?" tawar Leo ingin sekali membantu Friday.


Tapi bukan hanya ingin membantu, sebenarnya dia juga ingin selama liburan bisa dekat dengan pujaan hatinya.


"Iya kan bro?" tanya Leo kepada Kelvin. Kelvin yang melihat ada kode dari Leo pun mengiyakan usulan Leo.


"Makasih banyak kak, nanti kami diskusikan dulu sama teman yang lain. Tapi sebisa mungkin kami tetap berusaha mengerjakannya sendiri" tolak Frizzy selembut mungin tanpa melukai perasaan Leo.


"Iya nanti kalo butuh bantuan feel free to call me" kata Leo.


Friday menggangguk. Mereka pun berdiri untuk kembali ke tempat mereka masing masing tapitiba tiba Frizzy berhenti.


"Udah gini aja? terus ngapain aku ikut?" tanya Frizzy.


Leo menyenggol bahu Kelvin yang sedari tadi bersembunyi di punggungnya. "Noh Kelvin mau ngomong sama kamu Zy".


Kelvin gelagapan karna mata tajam Frizzy melihat ke arahnya.


"Aku mau kasih kamu bukti kalau aku bukan tukang gosip. Semua yang aku katakan benar adanya. Aku sampai hati meretas cctv kantin demi ini, jadi aku harap tarik kata katamu yang bilang aku tukang gosip dan tukang fitnah" kata Kelvin panjang lebar.


Kelvin berjalan ke arah Frizzy yang berdiri tidak jauh di depannya. Kelvin fokus merogoh saku celananya untuk memgambil flasdisknya. Kelvin yang tidak memperhatikan jalan dan semakin gugup karna semakin dekat dengan Frizzy tersandung.


Kelvin terjatuh dan menimpa badan Frizzy. Frizzy terkejut menerima badan Kelvin yang datang secara dadakan semakin terkejut ketika bibir Kelvin mendarat tepat di bibirnya. Dan paling siyal adalah kedua tangan Kelvin kini berada di kedua dada Frizzy.


Hari ini sungguh hari yang siyal buat Frizzy dan Kelvin, eh ralat kesiyalan hanya berlaku buat Frizzy, Kelvin mah menang banyak hahahaha. Dapat bibir dan dada gratis.


Bukannya menyelesaikan masalah sebelumnya malah menambah masalah lainnya. Kelvin kelvin...sungguh malang nasibmu.


Jadi problem solved? jawabannya tentu saja tidak. Ini sungguh mimpi buruk untuk kedua orang yang sedang berciuman itu. wkwkwkwk


………………………………………………………………………………


Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu