Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Gara gara Pengganggu



"Astaga aku lupa kalo di luar masih ada nyamuk, ganggu aja" guman Leo menepuk jidatnya.


Amora juga ikut bangkit berdiri, dia menyembunyikan wajah dan tubuhnya di belakang Leo, betapa malunya dia saat ini.


"Mana...mana...mana? Tante juga mau nonton eh mau lihat, eh mau ciduk mereka" mama Sita berlari menuju kamar Leo.


"Apaan sih mah heboh banget, kayak ga pernah muda aja" kata Leo.


"Kamu apain calon menantu mama hah?" mama Sita mulai interogasi.


"Ya ampun, ga diapa apain mah" jawab Leo.


Mama Sita langsung menatap tajam Leo. Leo pun langsung mundur.


"Maaa itu cuman nyicip dikit doang ma, kecup dikit hehehe" aku Leo.


Mama Sita semakin menyipitkan mata dan menunggu kelanjutan penjelasan dari Leo. Mama Sita menarik Amora yang bersembunyi di belakang Leo. Saat ini wajahnya sangat merah menahan malu.


"Bohong tante, kalo ga diapa apain ga mungkin itu bibir monyong bengkak gitu, lagian rambut juga berantakan" kata Kelvin tiba tiba muncul entah dari mana. Bahkan Author pun ga tau...sebenarnya salah ketik nama mestinya Friday tapi lanjut ajalah.


"Maaa, tadi itu Leo habis lamar Amora, dan dia bilang iya, dia mau nikah sama Leo, saking senangnya Leo meluk dan cium dia. Gitu doang ma, tanya Amora. Masih ga percaya? Tanya Friday deh mah" saut Leo membela diri.


"Udah keciduk masih ngelak, udah kalian nikah aja" kata mama Sita.


"Tante udah kawinin mereka dah, dari pada nanti buat malu, apa kata tetangga tante" Kelvin makin memprovokasi.


Mama Sita seperti berpikir dan menimbang perkataan Kelvin.


"Friday yang jelas jelas di depan mereka aja udah berani sampe gitu, apalagi kalo di belakang kita tante....hmmmm bisa rusak reputasi kita" adunya lagi.


"Loh kok bawa bawa gue sih kak, gue cuman lapor mereka ciuman doang. Gue juga ga bilang kalo mereka sampe berbaring di tempat tidur" kata Friday. "Ehhhh...mampus. Maaf saya pamit undur diri". Friday baru menyadari bahwa dia keceplosan.


"Eh..eh..eh saksi dilarang pergi duluan sebelum perkara selesai dan hakim memutuskan" dengan cepat Kelvin menarik kerah kemeja Friday yang berusaha kabur dari situasi itu.


Amora serba salah, dia hanya bisa menunduk menahan malu. Dia memilih diam dari pada nanti salah ngomong.


"Dasar anak nakal" kata mama Sita langsung menjewer telinga sang anak. "Kamu mesti tanggung jawab, kalian harus segera dinikahkan".


"Ish maaa lepasin dong, Leo udah gede maa, maulu dilihat calon menantumu" bujuk Leo agar mamanya melepaskan jewerannya.


"Iya kita bakalan nikah kok, Amora juga udah bilang iya tadi, iya kan yank?" Leo melirik ke arah Amora.


Amora hanya mengangguk.


"Ya udah ayo siap siap" kata mama Sita dan melepaskan jeweran tangannya dari Leo.


"Siap siap mau kemana tante?" tanya Amora.


"Lah katanya mau nikah, gimana sih" sahut mama Sita.


"Yah ga sekarang juga ma bersiap nya. Ha..Ha..Ha...mama bercandanya lucuuu" Leo tertawa dan diikuti Amora, Friday dan Kelvin.


"Nikahnya hari ini Leo...ish gimana sih, ayo turun ke bawah pendetanya udah datang" ajak mama Sita lagi.


"Apaaa?" mereka berempat berteriak tidak percaya. "Sekarang?" tanya mereka, lagi lagi berbarengan.


"Ya iyalah, masa tahun depan" kata mama Sita. Kenapa mesti terkejut sih, lagian Amora udah bilang iya kok". kata mama Sita lagi.


"Ma, jangan bercanda dong, kita terciduk masih belum ada 15 menit loh ma, masa udah mau dikawinkan aja, eh dinikahkan maksudnya. Orang luar sana aja kalo digrebek warga mesti diarak dulu, baru dibawa ke RT, habis itu dikawinkan. Butuh proses panjang ma, ish mama bercandanya terlaluuu" kata Leo.


"Hooh, tante bikin kaget. Tadi tante ga ada kasih bocoran rencana pernikahan ke aku pas tante minta tolong mengintai mereka" tambah Friday.


"Jangan prank dong tante" kata Kelvin.


"Emang beneran, mana mungkin mama bohong. Udah cepat turun, semua orang udah menunggu. Atau mau gradi resik dulu? Biar mama minta tolong pendetanya bentar?" kata mama Sita.


Mereka berempat semakin bingung, ini prank atau nyata. Mereka masih menunggu kelanjutan situasi yang membingungkan ini.


"Ma calon pengantinnya mana maa, udah siap belum? Pendetanya udah di bawah. Dari tadi nungguin kalian buat turun" kakak Leo bernama Louis Hampard datang menyusul mereka ke kamar Leo.


"Kak Lo juga ikutan ngeprank wkwkwk" Friday dan Kelvin tertawa. Mereka masih berpikir kalau semua ini prank.


"Prank apaan. Ini beneran dah, kalau ga percaya makanya ayok ke bawah" jawab Louis. Dia mengamit kepala Friday di bawah keteknya dan menuntun Friday berjalan menuju bawah. Taman belakang rumah keluarga Leo disulap jadi tempat pernikahan, terdapat altar dan pendeta yang sudah menunggu di sana.


Friday dan Kelvin yang ikut menyusul tercengang melihat semuanya, mereka akhirnya percaya kalau ini bukanlah prank.


"Astagaaa......aku speechless" Friday menutup mulutnya takjub dengan semua ide aneh mamanya Leo. "Ini pernikahan kita kan kak?" tanya Friday kepada Louis untuk menggoda pria dewasa yang mengamitnya.


"Amit amit" jawab Louis melepaskan tangannya dari Friday dan segera menjauh. Friday langsung terbahak bahagia mendengar penolakan dari Louis. Aneh emang, biasanya perempuan akan sedih saat ditolak.


Sejones apapun dia, Friday tidak penah masuk dalam kriteria cewek yang mau dia kencani. Friday type orang yang berisik dan mengganggu menurut Louis. Dia lebih memilih cewek yang suka membaca literatur. Mereka bisa berdiskusi dan memecahkan masalah bersama. Bukan malah membuat masalah seperti Friday. Friday sudah black list dari daftar cewek calon menantu keluarga Hampard.


Friday hanya menggodanya saja. Dia senang bisa membuat Louis memandangnya takut apalagi saat Friday mulai tersenyum jahil. Di otaknya pasti tersusun banyak ide aneh dan licik secara teratur dan terstruktur. Friday mana tahan hidup berdampingan dengan orang seperti Louis.Dia bisa mati konyol karena bosan.


Pernikahan dadakan dilakukan dengan hikmat. Walaupun maaih bingung dan masih belum percaya dengan semua situasi aneh ini, Leo dan Amora merasa bahagia. Hari ini semua orang ikut bersuka cita. Dan yang paling bahagia dari semua orang yang hadir tentunya adalah pencetus ide pernikahan dadakan ini, mama Sita. Dia sangat terharu, akhirnya salah satu impiannya memiliki seorang putri terwujud juga.


Setelah penantian 35 tahun, dia bisa mempunyai teman yang bisa diajak bercerita tentang dunia perempuan. Selama ini, dia diabaikan oleh kedua anaknya. Dia iri dengan teman temannya yang memiliki anak perempuan.


Para tamu yang hadir satu per satu memberikan selamat kepada pengantin. Semoga mereka bahagia sekarang sampai maut memisahkan.


………………………………………………………………………………


Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu