
"Menurut mama malah sebaliknya pa, mama berpikir bahwa Friday sudah pergi meninggalkan Louis. Papa tau sendiri bahwa dia sangat membosankan" sangkal Sita.
"Friday bukan tipe orang yang susah bergaul dengan orang lain ma. Dia juga bisa mencairkan suasana dan cepat akrab walaupun lawan bicaranya introvert. Bahkan seorang pendiam pun akan jadi lambe turah jika berada di sampingnya. Sama dengan mamanya si Monday itu" jelas Yudha.
"Hahaha...benar pa, dia persis seperti mamanya" Sita menyetujui pendapat Yudha.
"Friday bisa jadi pawang yang baik buat Louis" sambung Yudha.
"Setelah dipikir pikir, iya juga ya pa. Dulu sangking mama sukanya dengan Friday, mama sempat bilang ke orang tua Friday agar Louis dan Friday dijodohkan. Tapi melihat Louis yang sepertinya menghindari perempuan berisik dan cerewet ditambah lagi tidak peka, mama jadi menyerah. Mama sangat pesimis dan merasa kurang percaya diri menawarkan Louis pada keluarga Alcantara" aku Sita.
Yudha mengerutkan dahinya, dia masih bingung kenapa Sita merasa kurang percaya diri menawarkan perjodohan. Menurutnya Louis layak bersanding dengan Friday. Tidak ada yang salah dengan Louis, bahkan menurutnya Louis adalah yang terbaik bagi Friday. Makanya 3 tahun yang lalu Yudha langsung memaksa mereka menikah walau tau bahwa Louis dan Friday sama sama belum menyadari perasaan masing masing.
Sudah dari dulu masih jaman Leo kuliah, Yudha memperhatikan interaksi Louis dan Friday. Walaupun terkesan cuek dan tidak peduli dengan Friday saat Friday menjahili Louis tapi itu mampu membuat Louis tersenyum. Yudha sering mendapati Louis tersenyum menonton tingkah jahil dan heboh Friday. Dan tanpa sadar, Louis selalu mengikuti perintah Friday dan selalu berada di sampingnya.
Begitu juga dengan Friday, di saat teman temannya menghindari Louis dia malah merasa tertantang untuk menakhlukkan Louis. Dia selalu menjahili Louis walaupun Louis terlihat tidak terpengaruh dengan semua tingkahnya. Dia hanya mau dekat dan bahkan mau bersentuhan fisik dengan Louis saja, dengan pria lain tidak pernah mau makanya dia dijuluki the unreacheable princess. Dia selalu memasang kuda kuda pertahanannya di depan lelaki lain termasuk teman kuliahnya.
"Kenapa ma?" tanya Yudha.
"Louis terlalu tidak peka, mama takut Friday akan menyerah mengejarnya dan meninggalkannya sebelum Louis mencair. Dan mama takut jika Friday akan mati kebosanan" Sita terkekeh.
"Menurut papa mereka sangat cocok" Yudha memeberikan pendapatnya.
Sita mengangguk. "Tapi sayangnya dia sudah tunangan dengan Christian".
"Mereka masih tunangan belum menikah jadi masih ada kesempatan ma. Jangan menyerah, demi menantu impian" goda Yudha.
"Mama tidak tau aja kalau mereka sudah menikah dan bahkan punya anak" setan di dalam diri Yudha berteriak.
"Ck...ajaran sesat" Sita melirik kesal suaminya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Di dalam kamar hotel, Louis dan Friday tidur dengan sangat nyenyak selama 3 jam. Mereka tidak mendengar panggilan telepon dari Sita karena kebetulan HP mereka dalam mode silent. Friday menggeliat dalam pelukan Louis yang akhirnya membangunkan Louis. Karena gerakan Friday yang tidak beraturan bukan hanya menggangu tidur tuannya tapi juga mengusik tidurnya sang Titan.
Untung saja Friday tidak sadar saat si Titan menembus selaput daranya, jadi dia tidak ingat bagaimana sakitnya dirobek oleh Titan. Louis jadi punya alasan untuk mengunjungi lagi sarangnya, sebab Friday sempat berpikir jika si Titan tidak akan bisa masuk dan muat di sarangnya.
"Sayang hentikan, kau membangunkannya" Louis menegor Friday karena bergerak tidak beraturan hingga mengisk Titan yang tertidur pulas. Friday seakan menulikan telinganya dan masih tetap menggeliat tidak jelas.
"Kau menggodaku? Jangan salahkan aku jika kamu akan terus merintih, karena kamu yang memulainya" ancam Louis.
"Hei tuan gunung kerikil tampan, percaya diri sekali anda. Hamba tidak menggodamu" kata Friday membela diri.
"Sudah terlambat, sekarang nikmatilah dan terima pembalasanku wahai wanita pemilik jiwa dan ragaku" seru Louis. Dia menyerang Friday bertubi tubi dengan ciuman di tengkuknya dan pelukan yang erat dari belakang. Friday tertawa mendengarnya, dia selalu bahagia saat Louis membalas dramanya.
Tidak puas hanya menikmati tubuh bagian belakang istrinya, Louis mengangkat badannya melewati tubuh Friday dan kini posisnya tepat di hadapan Friday. Dia mulai mencium wajah istrinya penuh kelembutan, jangan lupakan tangannya yang mulai meraba tubuh bagian atas Friday. Dia mencari benda kenyal yang bergelantungan di dada Friday yang saat ini sudah kembali menjadi miliknya setelah dikontrak oleh anaknya selama 2 tahun yang kini jadi benda favoritnya.
Dia memasukkan tangannya ke dalam bra dan mulai menyentuh lembut bagian lereng gunung, setelah itu memberikan ransa*ngan pada badan gunung terlebih dahulu sebelum mencapai puncak gunung.
Louis membuka tanktop yang digunakan Friday dan membuangnya asal. Dia kembali mencium bibir istrinya dan kemudian memberikan luma*tan dan gigitan kecil di bibir bawah dan atas secara bergantian.
Louis mencoba membuka pengait bra yang dikenakan Friday, tapi sayangnya tangannya yang kini berada di punggung istrinya tidak mampu menemukannya.
"Kancing kaitnya di depan sayang" kata Friday memberitahukan Louis. Dengan cepat Louis membuka pengait branya sesuai dengan petunjuk Friday dan akhirnya berhasil. Dalam hatinya, Louis bernyanyi lagu penutup dari Dora the explorer, "berhasil berhasil berhasil hore...we did it". Dia langsung memainkan tangannya dikedua gunung kembar itu.
Puas bermain di gunung kembar, tangannya kini bergerak menuju perut, dia menyentuh bawah perut Friday dengan lembut dan berulang ulang hingga ke paha bagian dalamnya. Bibirnya juga berpindah dari bibir menuju puncak gunung yang kini sudah mengeras dan terasa gatal.
Beberapa kali terdengar legu*han dan desa*han keluar dari bibir Friday. Louis terkekeh mendengarnya, itu jadi penyemangat baginya untuk melakukan perbuatan lainnya hingga mendengar teriakan nikmat dari istrinya.
Tangannya terus mengusap lembut paha bagian dalam dan bokong istrinya mencoba memberikan ransangan sebelum Titan bertamu ke gua di pusat hutan belantara milik Friday.
Louis kembali melucuti kain tersisa yang menutupi tubuh istrinya yaitu short dan cela*na dalamnya. Louis menatap kagum dan lapar tubuh istrinya yang tidak tertutupi sehelai benang pun. Mendapat tatapan mesum dari suaminya, Friday merasa malu dan menutup dadanya menggunakan lengannya.
"Hei wanita pujaan hatiku, ratuku hidup dan matiku, beraninya kau menghalangi pandanganku dari tubuh indahmu. Itu semua adalah milikku" kata Louis memulai drama.