Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Dua Kubu



Kini tersisa Alexa, Shelly dan Amora di eestoran itu. Untungnya mereka memesan ruang private, sehingga perdebatan tadi hanya mereka yang tau. Amora belum berniat beranjak dari duduknya, dia masih tenang memangku Keyra yang sedang tidur.


"Mor kalau kamu mau pergi, pergilah. Aku ga mau kalau sampai ada masalah antara kamu dan Friday hingga melibatkan urusan kantor" pinta Alexa setelah mereka terdiam cukup lama.


"Iya Mor, Alexa benar sebaiknya kamu pulang saja. Cukup Alexa dan aku saja yang menerima perlakuan buruk selama ini dari Friday. Kita ga mau sampai kamu mengalami hal yang sama" pinta Shelly.


"Perlakuan buruk apa? Kenapa aku selalu ketinggalan informasi? Bisa ceritakan ke aku, biar aku bisa bantu. Jangan pedulikan urusan perusahaan, itu hal yang berbeda. Jadi ceritakan ke aku, apa aja yang telah Friday lakukan kepada kalian" jawab Amora.


"Itu sudah sangat lama Mor, lupakan saja. Aku takut itu akan membuat hubunganmu dan Friday jadi memburuk dan hancur" kata Alexa.


"Enggak Lex, Amora sudah bilang tidak akan ada sangkut pautnya dengan urisan perusahaan, jadi menurutku Amora harus tau" kata Shelly.


Ucapan Shelly semakin membuat cemas Amora, dia menebak jika selama ini rasa sakit yang ditimbulkan oleh Friday sangat membekas dan melukai kedua sahabatnya ini.


"Apakah kamu masih ingat awal kita bertemu di kamar asrama? 10 tahun yang lalu" Alexa tersenyum mengenang masa muda mereka. Amora mengangguk dan ikut tersenyum, ternyata waktu berjalan sangat cepat. Dia masih mengingat awal mereka berenam bertemu dan itu terjadi 10 tahun yang lalu. Lihatlah sekarang mereka sudah dewasa bahkan dia dan Jeanne sudah memiliki anak.


"Saat itu kita mengenal Friday yang naif dan kekanak kanakan. Kita selalu mengalah dan merasa bahwa dia masih belum dewasa yang karena kebetulan juga dia yang paling muda diantara kita. Kita percaya seiring berjalannya waktu dia akan dewasa sendirinya tapi ternyata kita salah. Itu sudah sifat dia dibawa lahir".


Amira masih memyimak dengan tenang, dia mengingat kembali berbagai tingkah Friday yang diluar nalarnya. Tapi dia selalu merasa bahwa itu hanya kejahilan anak remaja.


"Jiwa kompetitifnya tidak ada yang bisa mengalahkannya, dan pasti kalian merasakannya. Dia begitu ambisius mengalahkan semua orang dan menjadi pusat perhatian".


"Dia mulai berubah semenjak dia tau bahwa aku dan Shelly penerima beasiswa full. Dia memaksaku untuk bersaing merebut beasiswa itu. Hingga di semester ke 2 aku kehilangan beasiswa dan dialihkan kepadanya karena IPnya melebihi IPku".


"Semua orang tau bahwa dia berasal dari kalangan orang berada, kenapa hakku atas beasiswa pun direbut olehnya. Uang 100 juta setahun tidak akan ada apa apanya bagi keluarganya. Bahkan uang jajannya saja lebih dari itu".


"Penyebab IPku turun adalah project akhir kita, aku hanya mendapat B dan saat itu project akhir 4 sks".


Amora seketika merinding mendengarnya, dia tidak menyangka sisok malaikat yang selalu berada di dekatnya ternyata adalah medusa.


"Hanya untuk membuatku tidak fokus, dia bahkan tega menghapus project kita dan mengulangnya dari awal. Banyak konsep yang telah berubah di hasil akhir hingga saat demo, aku tidak bisa menjawab pertanyaan dari penguji. Dia yang selalu mengambil alih".


"Jangan lupakan juga Lex, saat kita menginap di rumahnya. Dia meminta Alexa untuk tidak bermimpi bisa menjalin hubungan dengan Sunday karena Alexa tidak layak disandingkan dengan kakaknya" sambung Shelly.


"Dan di tingkat dua, kita pisah project. Dia hanya mengajak kamu dan Frizzy untuk mengembangkan project akhir kita dulu. Bahkan dia tidak mau kami bergabung membangun perusahaan itu".


"Sebenci itu dia kepadaku, tapi aku masih bertahan. Aku berharap dia melihat ketulusanku, aku dimanfaatkan olehnya. Dia mau berteman dengan orang miskin sepertiku hanya untuk menaikkan pamornya. Anak Konglomerat yang rendah hati mau berteman dengan upik abu" Alexa terkekeh tapi tersirat kesedihan.


"Kenapa kalian tidak memberitahuku dulu aku pasti membantu" kata Amora.


"Saat itu kita belum memiliki apa apa, bahkan hanya melawannya saja kita kalah telak, bayangkan bila dia menggunakan kekuasaan dari keluarganya. Kita pasti hancur, dan aku tidak mau melibatkan kalian" jawab Alexa.


"Aku baru sembuh dari trauma di masa lalu. Christian memberikanku kasih sayang yang selama ini ku butuhkan tapi sekarang dia menginginkan Christian. Bukankah dia sudah jauh melewati batas? Aku juga berhak bahagia" keluhnya.


"Kamu tenang saja Lex, mulai saat ini aku akan selalu bersamamu. Jangan sungkan meminta bantuan padaku. Dan please, jika terjadi apa apa beri tau aku".


"Makasih Mor, aku tidak berharap lebih dari siapa pun saat ini. Aku hanya akan mengandalkan diri sendiri unyuk melawannya. Aku tidak mau masalah ini malah akan mempersulit kalian ke depannya. Kalian tau sendiri kalau keluarganya sangat berpengaruh drngan kestabilan ekonomi negara".


"Aku tau, pastikan mengabariku tiap saat. Aku pasti akan mengusahakan membantumu" jawab Amora.


Acara pertemuan itu berakhir, mereka terbagi atas 2 kubu. Team Friday terdiri dari Friday, Jeanne dan Frizzy sedangkan Team Alexa terdiri dari Alexa, Shelly dan Amora. Siapakah yang akan menang dalam pertempuran ini?