
Mereka berdua masih terdiam saling menatap tajam satu sama lain. Sedangkan Christian juga menunggu reaksi dari mereka berdua, dia tidak tau bahwa Alexa telah menelan pil penggugur kandungan tersebut. Posisi Christian yang memunggungi mereka berdua membuatnya tidak bisa melihat apa yang terjadi. Dia juga tidak akan menyangka bahwa ancaman Alexa tadi adalah serius. Dia juga masih linglung dengan percakapan keduanya.
Alexa mengambil satu botol obat lagi dari tasnya. Dia membuka tutup botol dan mengambil sebiji pil lagi. Dia meminum pil itu dengan santainya. Dia memberikan kedua botol itu kepada Friday.
Friday membaca keterangan di botol kecil itu. Botol pertama adalah misoprostol yaitu obat tukak lambung yang bisa membuat kontraksi dan meluruhkan dinding rahim berefek pada gugurnya janin jika dikomsumsi oleh ibu hamil. Botol kedua adalah mifepristone, jika diminum bersamaan dengan misoprostrol akan mempercepat reaksi. Seketika Friday mengambil HPnya dan menghubungi Louis.
Alexa terkekeh melihat reaksi Friday yang panik, dia sangat menikmatinya. Ternyata Friday masih sama seperti dulu, yang tidak akan tega melihatnya menderita walaupun di mulutnya berkata lain.
Louis datang bersama dengan team kesehatan yang telah mereka siapkan sebelumnya, mereka masuk ke dalam restoran. Christian ikut panik ketika team kesehatan segera menghampiri meja Alexa dan membopongnya ke dalam ambulance yang sudah parkir di depan restoran. Christian melihat arah Alexa dibawa, dan semakin terkejut melihat kaki Alexa yang sudah berlumur darah. Tapi dia tetap tinggal, entah kenapa kakinya tidak bisa bergerak mengejar Alexa.
Louis menyerahkan semua urusan Alexa kepada pihak rumah sakit. Dia tidak ikut masuk ke dalam ambulance, Alexa didampingi oleh sekretarisnya Louis untuk mengurus administrasi. Louis menghampiri Friday yang termenung di tempat duduknya. Dia melewati Christian yang juga masih termenung, tapi dia tidak memperdulikannya.
Louis memeluk istrinya dengan erat, menyembunyikan wajah Friday di dadanya. "Semua akan baik baik saja. Jangan takut, dia pasti selamat" kata Louis menenangkan Friday.
Friday menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. "Dulu juga aku berpikir begitu tapi aku terlambat membawanya ke rumah sakit hingga dia harus kehilangan bayinya juga" jawab Friday yang terisak.
"Jika dia sampai keguguran, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Aku gagal sebagai keluarganya dan juga gagal sebagai teman" sambung Friday lagi.
Louis menganggukkan kepalanya menandakan bahwa mereka akan membicarakan semuanya kepada Christian. Sudah saatnya Christian tau bahaya apa yang sedang mengintai mereka. Selanjutnya biar Christian yang akan memutuskan percaya atau tidak dan mengambil langkah selanjutnya.
Louis mengajak Christian dan Friday untuk membicarakan hal tersebut di ruang privat. Mereka pergi ke sebuah ruangan di restoran tersebut. Mereka duduk dan kembali terdiam mengumpulkan tenaga dan mempersiapkan hati memberikan info dan menerima info.
Christian tidak mendengarkan semua penjelasan Friday maupun Louis. Jiwanya serasa melayang tinggi dan dihempaskan ke dasar laut mendengar sebuah fakta mengenai Alexa. Dia mencoba menyangkal tapi setelah dipikir dan diingat kembali sepertinya hal itu benar adanya.
Kalimat yang dilontarkan Friday selalu terngiang di otaknya, dia memegang kepalanya agar tetap tegar menerimanya. "Alexa adalah sugar baby dari pak Caleb. Mereka sudah melakukannya semenjak kami kuliah dulu. Bahkan Alexa pernah mengkomsumsi obat aborsi juga dulu sampai dia keguguran. Hanya aku yang tau hal itu" kalimat ini selalu berputar di kepala Christian membuatnya tidak fokus lagi.
🌸
🌸
🌸
Udah 2hari sinyal benar benar hilang, jangankan internetan, sms aja ga bisa ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ maaf jika slow update. Semoga sinyal cepat pulih kembali