Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Malu



"Bagaimana bisa" tanya Alexa. Alexa merasa selama ini dia sudah menyembunyikan fakta itu dengan baik.


"Itu saat aku tidak sengaja meretas cctv di kantor yayasan. Don't get me wrong, itu bukan kesengajaan. Dulu aku meminta Kelvin mengajariku teknik hack, jadi dia memulai pembelajaran dari meretas cctv" jelas Frizzy.


"Apakah Kelvin tau juga tentang hal ini?" tanya Alexa.


"Jelas dong, dia tau segalanya" jawab Frizzy.


"Sudahlah, itu tidak penting sekarang" ucap Friday.


"Aku baru ingat, dulu kenapa kau begitu membenciku. Sampai kamu tidak mau jika kak Sunday mendekatiku?" tanya Alexa pada Friday.


"Aku idak pernah membencimu" jawab Friday enteng.


"Dulu saat kita mengerjakan project akhir pertama di rumahmu, kamu pernah bilang jika aku tidak pantas dan tidak layak bersanding dengan kak Sunday" ucap Alexa mengingatkan mereka saat mereka membicarakan Alexa di belakangnya. Friday masih tampak berfikir, seingatnya dia tidak pernah melarang Alexa dan kak Sunday dekat.


"Apa kau mendengarkan semuanya?" tanya Frizzy.


Alexa terdiam.


"Saat itu Friday emang bilang kalau kamu tidak pantas untuk kak Sunday karena kamu pantas mendapatkan pria baik. Kak Sunday bukan pria baik, saat itu dia setiap malam pergi ke bar dan membawa kon*dom banyak sekali. Makanya Friday tidak mau kamu jadi korban kak Sunday" jelas Frizzy.


"Oh yang itu" ucap Friday setelah Frizzy menjelaskannya, sepertinya dia sudah ingat.


"Jika kamu tidak percaya tanya saja Amora, saat itu dia juga mendengarkannya" usul Frizzy lagi.


"Tapi dulu aku menceritakan kejadian itu pada Amora tapi Amora tidak mengatakan apa apa" jawab Alexa. Friday dan Frizzy saling lempar pandang, mereka tidak tau kenapa Amora tidak meluruskan kesalahpahaman itu.


"Satu lagi, kenapa saat itu kamu dengan teganya menghapus project yang susah payah kita bagun" tanya Alexa.


"Aku tidak ingat sama sekali kenapa project itu bisa ku hapus. Aku benar benar tidak sadar" jawab Friday merasa bersalah kembali, padahal itu sudah lama terjadi.


"Kamu tau karena hal itu, aku jadi kehilangan beasiswaku" balas Alexa.


"Maaf" ucap Friday yang menundukkan wajahnya malu pada Alexa.


"Dan paling parah, kamu malah merebut beasiswaku" ucap Alexa kembali membuat Friday diliputi rasa bersalah. Bahkan kita kata maaf juga tidak bisa Friday ucapkan, dia terlalu malu.


"Apa apan sih kamu Lex. Jelas saja kamu kehilangan beasiswa karena dirimu sendiri bukan karena Friday. Lagian apa hubungannya dengan project yang terhapus itu. Semuanya kan aman terkendali, project juga selesai tepat waktu dan mendapatkan nilai yang bagus" timpal Frizzy.


"Andai saat itu tidak ada yang menghapus project, aku bisa konsentrasi pada pelajaran lainnya Zy. Kamu tidak akan mengerti posisiku. Aku harus mendapatkan nilai yang bagus agar beasiswaku bisa lanjut. Tapi saat itu malah aku tidak bisa belajar mata pelajaran lain karena harus fokus pada project itu" balas Alexa.


"Harusnya kamu menyalahkan Shelly, bukan Friday. Aku kasih tau ya, yang menghapus project itu Shelly dan melemparkan kesalahan pada Friday. Lagian juga setelah kamu bermasalah dengan kak Vemola, tidak ada progress project yang kamu dan Shelly lakukan. Itu bukanlah alasan buatmu untuk marah pada Friday karena kehilangan beasiswa. Itu salahmu sendiri yang tidak cukup baik dalam pembelajaran dan IPKmu tidak bisa menjangkau milik Friday" Frizzy tidak terima jika Alexa selalu menyalahkan Friday.


"Sejak kapan kampus kita menerima sogokan?" tanya Frizzy balik.


"Otakmu hanya diisi dengan kedengkian, hingga tidak bisa terima jika orang lain lebih baik darimu" balas Frizzy lagi.


"Tidakkah kamu merlihat jika Friday mendapatkan nilai terbaik karena usahanya sendiri? Bahkan usianya lebih muda 2 tahun dari kita tapi dia bisa satu angkaan dengan kita. Bukankan itu membuktikan jika dia memang pintar? Jika memang benar dia ingin merebut beasiswamu saat itu dia tidak akan pernah mengajarimu apa pun" jelas Frizzy.


Kini Frizzy kembali mengalihkan pandangannya pada Alexa yang sudah menunduk malu atas semua pikirannya yang terlalu diliputi rasa cemburu.


"Apa kamu tau jika Friday yang membayar semua uang kuliahmu dan uang asramamu selama ini?" tanya Frizzy. Alexa mengangkat wajahnya untuk melihat Frizzy, dia tampak terkejut mendengarnya.


"Sudahlah Zy" sela Friday.


"Belum Fri, dia harus tau yang sebenarnya" balas Frizzy dengan perasaan menggebu.


"Bukankah kamu sangat tidak tau diri Lex? Kamu bisa kuliah santai di IITC tapi menyalahkan orang lain atas kegagalanmu?" Frizzy mulai terbawa emosi.


"Zy, please stop it" Friday berusaha menghentikan Frizzy.


"Maaf, ku pikir selama ini aku yang tersakiti ternyata aku yang menyakiti" aku Alexa.


"Dan sialnya, ku pikir selama ini dia yang membayar uang kuliahku dan semua kebutuhanku selama kuliah. Aku bahkan menyerahkan semuanya pada Caleb ternyata itu gratis" lanjut Alexa mengakui kebodohannya.


"Sudahlah yang penting kan enak" balas Friday ingin mencairkan suasana.


""Bagaiman kamu yakin jika Shelly yang menghapus project dulu? Log terakhir kan memang Friday yang login terakhir" tanya Alexa penasaran.


"Kelvin memulihkan semua log dan data di server itu. Dan terlihat jejak penghapusan project atas nama user Shelly. Dan tidak ada loh yang menunjukkan Shelly memperbaharui project, dia tidak mengerjakannya sama sekali" jawab Frizzy.


"Sudah ku duga, waktu itu aku tidak merasa aku menghapusnya tapi karna log terakhir adalah aku yang login makanya ku akui. Sekarang ttelah terbukti jika aku memang tidak berniat membuat kalian kewalahan" ungkap Friday.


"Kenapa kamu tidak memberiahukannya kepada kita Zy?" tanya Alexa lagi.


"Aku tidak mau kita jadi canggung satu sama lain, makanya ku diamkan saja. Tapi ternyata ujungnya akan seperti ini. Maafkan aku, yang paling bersalah di sini adalah aku" kata Frizzy.


"Lex, dulu kamu sempat lepas dari pak Caleb. Kenapa pada akhirnya kamu kembali lagi padanya?" tanya Friday.


"Aku terlalu malu saat kamu membantuku membayar uang sekolah adikku. Tambah lagi sejak tidak berhubungan lagi dengan Caleb, para rentenir itu semakin mendesak kami membayar uatang orang tuaku dulu. Padahal tiap bulan aku sudah membayarnya tapi mereka bilang itu masih bunganya saja. Sampai akhirnya aku mau mejual diri, di sana kak Sunday menyelamatkanku. Setelah itu, Caleb datang dan memintaku kembali menjadi mainannya dengan iming iming semua utang orang tuaku lunas. Benar saja seminggu kemudian kami terbebas dari semua utang dan para renenir itu masuk penjara. Makanya sampai sekarang aku berada di sisinya" jawab Alexa.


"Dan lagi kamu tertipu, semua utang keluargamu dibayarkan oleh kak Sunday. Dan yang memasukkan para renttenir itu ke penjara juga kak Sunday Lex" balas Friday.