Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Bab 135



Tidak ingin merasakan kebahagiaan sendiri, Gerald memanggil Grant yang sudah berhenti menangis.


"Glen baby" tunjuk Gerald pada baby Daizy.


"No" dengan ketus Grant menjawab Gerald.


Gerald kemudian memanggil Brent yang masih setia di samping Grant. "Blen baby" tunjuknya lagi.


Brent ingin menghargai temannya, dia beranjak dari duduknya lalu melihat bayi yang membuat keponakannya menangis. Wajahnya biasa saja. Para orang tua hanya menonton anak anak itu, mereka menunggu aksi mereka selanjutnya.


"Blen" Gerald menunjukkan pada Brent jika bayi itu bisa dipegang. Gerald memegang tangan baby Daizy kemudian dia tertawa. Brent mengikuti Gerald dan memegang tangan baby Daizy. Brent akhirnya tersenyum. Tangan bayi yang halus dan lembut membuat keduanya sangat tertarik untuk selalu menyentuhnya.


Keduanya memegang tangan baby Daizy kembali lalu berlari sambil tertawa. Aksi itu mereka lakukan secara belulang. Para orang dewasa hanya tersenyum melihatnya.


Sarah menunjukkan kaki baby Daizy pada kedua boxah lelaki itu. Mereka menyentuh kaki mungil itu lalu berlari dan tertawa.


Friday ikut tertawa melihat tingkah kedua bocah itu membuat Grant kesal. Dia menutup mata Friday agar tidak melihat ke arah baby Daizy lagi.


"Mommy...no baby" ucap Grant hingga membuat semua orang menertawakan ibu anak itu.


"Ku pikir dia akan merasa senang bertemu dengan baby Daizy dan akhirnya meminta adik padaku tapi ternyata dia merasa terancam" keluh Friday.


"Sabar, pelan pelan saja perkenalkan adiknya pada Grant. Masih banyak waktu sampai adiknya lahir" nasehat mama Sita.


"Mau susu" pinta Grant, sepertinya dia haus setelah berbuat rusuh dan menangis tadi.


"Ayo ke bawah, kita buatkan susu buat Grant" balas Friday yang diangguki oleh Grant.


"Mama aja Fri, kamu di sini saja sepertinya kalian butuh bicara. Biar kami yang jaga anak anak" Mama Sita menghentikan Friday.


Sita membawa Grant, Jennifer membawa Gerald sedangkan Monday membawa keponakannya Brent. Kini di ruangan itu hanya ada Alexa, Friday, Frizzy, Jeanne, Sarah dan baby Daizy yang sudah dibaringkan oleh Sarah di atas tempat tidur setelah Alexa memberinya asi.


"Berapa usia Grant?" tanya Alexa pada Friday. Alexa mempunyai banyak pertanyaan di benaknya.


Friday tampak berfikir lalu menjawab Alexa, "sekitar 27 bulan".


"Apakah kehadiran Grant ada hubungannya dengan perbuatanku di masa lalu?" tanya Alexa lagi.


Friday hanya tersenyum menjawab pertanyaan Alexa.


Alexa merasa sedih, ternyata perbuatannya dulu sangat keterlaluan dan bahkan dampaknya mengubah banyak hal termasuk dirinya sendiri.


Alexa tau jika selama ini Christian baik padanya dan mau menjalin hubungan dengannya hanya karena merasa bersalah padanya. Christian selama ini salah menyangka jika Alexa adalah gadis yang dia perko*sa dulu. Kalau dilihat kembali, anak Friday mirip dengan mendiang ayah Christian. "Apakah Friday adalah gadis yang dicari oleh Christian selama ini? Apakah ini alasan Friday sangat melindungi pertunangannya dengan Christian?" banyak pertanyaan yang ada di benak Alexa.


Alexa menenangkan hatinya yang sedang kacau. Penyesalan demi penyesalan kembali menghantam dadanya. Mereka masih menunggu Alexa tenang, Friday bertekad akan mengungkapkan semuanya pada Alexa jika Alexa menanyakannya.


"Apakah Christian adalah ayah kandung Grant?" tanya Alexa lagi. Alexa gugup menunggu jawaban Friday. Jika benar dugaannya maka dia adalah orang yang paling bersalah di dunia ini. Dia sudah menjebak Friday dengan memberikannya obat perangsang. Dia pura pura menjadi gadis yang ditiduri oleh Christian. Karenanya juga sahabat mereka yang bernama Amora menghianati Friday.


"Bukan Christian tapi pria lain yang lebih tampan dan lebih pintar" jawab Friday.


Huh...Alexa membuang nafasnya merasa lega mendengar jawaban Friday.


"Ku pikir kamu adalah gadis yang Christian cari selama ini" balas Alexa.


"Bukan aku tapi dia" tunjuk Friday pada Sarah.


"Apa?" Alexa merasa terkejut pada kenyataan jika Sarahlah gadis yang dulu Christian perko*sa dan Alexa dengan teganya memanfaatkannya.


Alexa kini menangis, banyak korban yang disebabkan oleh perbuatan jahatnya. Bukan hanya Sarah, Gerald juga termasuk korban karenanya Christian tidak bisa bertanggung jawab pada Sarah dan Gerald.


Alexa menikmati banyak fasiltas dari Christian yang seharusnya untuk Sarah dan Gerald. Alexa juga menerima banyak kasih sayang dari Christian dan Jennifer yang seharusnya juga untuk Sarah dan Gerald. Tapi dia merebut semuanya dari Sarah, bukan hanya itu tapi dia juga masih menghianati Christian di belakangnya. Dan lihatlah, dia sudah menyakiti Sarah tapi Sarah masih baik padanya.


Alexa menangis dan berlutut di hadapan Sarah. "Sarah tolong maafkan aku, aku tidak tau jika perbuatanku akan jadi seperti ini. Aku tidak berfikir saat melakukannya" ucapnya.


Sarah pun ikut menangis, dia kembali mengingat bagaimana hidupnya yang hancur setelah kejadian itu.


"Tidak, jangan pernah memaafkanku. Bahkan untuk meminta maaf padamu pun aku tidak layak. Kesalahanku sudah terlalu banyak. Kamu bisa menuntutku di hadapan hukum, kamu juga berhak menghukumku" Alexa semakin menundukkan badannya hingga menyentuh kaki Sarah. Alexa tidak tau harus bagaimana lagi menghadapai Sarah. Dia terlalu malu dengan perbuatannya, dia sadar jika dia tidak layak mendapatkan maaf.


"Kak jangan seperti ini" Sarah juga berlutut di lantai dan menuntun Alexa agar duduk di sofa.


"Harusnya kamu marah padaku Sarah, aku tidak layak menerima kebaikanmu selama ini. Aku yang menghancurkan masa depanmu. Tolong hukum aku Sarah, kamu harus membenciku" Alexa semakin menangis.


"Seandainya dulu kakak mencariku dan meminta maaf padaku mungkin aku akan menuntutmu kak. Aku membencimu setiap detiknya. Tapi sayangnya kakak mengetahuinya sekarang, setelah aku berdamai dengan masa lalu. Jadi lupakan masa lalu, semua sudah terjadi. Jangan menghalangi kebahagiaan di masa depan hanya karena masa lalu" jawab Sarah.


Alexa menatap wajah Sarah, bagaimana bisa perempuan di hadapannya ini tidak membencinya sama sekali padahal dia audah melakukan kejahatan besar.


Sarah tersenyum lalu mengusap air mata di wajah Alexa. "Bagaimana bisa aku membencimu kak, aku mendapatkan Gerald karenamu bukan?" tanya Sarah dengan senyuman yang membuat Alexa memeluk Sarah.


"Jangan bercanda saat seperti ini" jawab Alexa.


"Aku serius kak. Dulu aku memang sangat membenci hidupku yang hancur karena kejadian itu. Kak Louis dan kak Friday datang membantuku melewati semuanya. Tapi hidupku semakin hancur saat aku mengetahui jika aku hamil. Aku tidak mau mengandung anak dari pria bejad yang memper*kosaku. Bahkan lelaki itu tidak mencariku untuk minta maaf sama sekali. Tapi karena itu aku mendapatkan keluarga yang hangat, kak Friday membawaku ke keluarganya dan menganggapku bagian keluarganya".