Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Bab 130



Friday segera menghampiri Sita untuk menyapanya dalam hati dia merutuki kewaspadaannya yang menurun setelah berada di rumah Kelvin. "Hai tante, apa kabar?" sapa Friday tersenyum.


"Huh tante? Bukankah kamu seharusnya memanggilku mama?" ucap Sita.


Friday hanya tersenyum canggung pada Sita.


"Sampai kapan kalian akan menyembunyikan pernikahan kalian dari semua orang? Bahkan tega sekali pada kami" Sita bersungut.


"Maaf mah, kami harus menutupi pernikahan itu. Bukannya tega tapi memang banyak masalah yang sedang mengintai dan merahasiakan pernikahan dan Grant adalah jalan teraman" jawab Friday.


"Mama mengerti" balas Sita.


Sita mendekat pada Friday dan memeluk menantunya itu dengan erat.


"Mama sangat senang kamu yang jadi pendamping hidup Louis. Mama juga sangat bahagia mendapatkan cucu seperti Grant" ucap Sita.


Setelah puas berpelukan akhirnya Sita melerai pelukannya pada Friday. "Kamu masih ingat jika minggu lalu kita bertemu, mama tidak bisa menebak hubunganmu dengan Louis. Pantas saja dia memanggilmu yank dan kekeh banget menemani mama seharian ternyata karna kamu bukan karena niatnya menemani mama. Dasar kalian anak nakal" Tiba tiba Sita menarik telinga Friday seperti yang sering dia lakukan untuk menghukum anaknya Louis dan Leo.


"Ampun mah ampun" ucap Friday.


Sita segera melepaskan jeweran tangannya dari telinga Friday setelah Jennifer menyenggol badan Sita. "Aku juga mau memeluk menantu kita" ucapnya.


"Hai tante, apa kabar?" sapa Friday.


Jennifer memeluk lalu mencium pipi kanan dan kiri Friday. "Maaf ya Fri, karena masalah keluarga tante, harus melibatkan keluarga besar kalian. Terima kasih juga karena selama ini kamu menjaga Sarah dan cucu tante. Terima kasih juga karena sudah menjadi pendamping hidup yang baik bagi keponakan tante" ucap Jennifer.


"Maaf ya tante, karena Friday harus berbohong tentang pertunanganku dengan Christian" jawab Friday.


"Bagaimana keadaan cucu mama? Apakah dia rewel?" tanya Sita mengalihkan perhatian Friday dan Jennifer.


"Bukankah mama selama dua hari ini bersama dengan Grant?" tanya Friday balik.


"Bukan Grant, tapi adik Grant" Sita mengelus perut Friday yang belum besar itu.


"Jangan terkejut, mama sudah tau seminggu yang lalu setelah kita bertemu di mall. Mama memergoki papa mertuamu saat sedang video call dengan kalian. Awalnya mama mengira jika papa mertuamu selingkuh dan memiliki anak dari perempuan lain. Akhirnya papa menceritakan semua rahasia kalian pada mama. Mama juga sudah beberapa kali menjaga Grant saat kamu dan Louis sibuk dan menitipkannya pada papa. Mama datang untuk menjaga Grant saat kalian sudah pergi dan mama akan pulang duluan ke rumah sebelum kalian menjeputnya" jelas Sita.


"Wah papa paling tidak bisa menjaga rahasia ya. Dulu dia membocorkannya pada Leo sekarang pada mama, besok kepada siapa lagi ya" canda Friday.


"Hei itu suami mama, mertua kamu loh. Wajar dia akan jujur pada mama, apalagi dia sudah terciduk" jawab Sita.


"Jadi bagaimana keadaannya" tanya Sita lagi masih mengelus perut Friday.


"Dia baik baik saja ma, dia juga sangat tenang dan tidak rewel. Semoga sampai dia lahir tidak akan semelelahkan saat mengandung Grant" jawab Friday.


"Kalau dia tidak rewel kenapa bisa kamu masuk rumah sakit minggu lalu?" tanya Sita.


Mengingat kejadian itu Friday tersenyum malu dan wajahnya sudah memerah.


"Tidak perlu ditanya lagi Sit, kamu pasti tau jawabannya. Aku kasih tau cluenya saja. Mereka berdua adalah pasangan mesum" tiba tiba Monday sudah berada di ruangan itu dan menjawab pertanyaan Sita.


"Ih mama" Friday tampak protes pada mamanya karena membocorkan alasan kenapa Friday sampai masuk rumah sakit.