
"Tapi kenapa kalian tidak membahas masalah itu setelah aku sembuh bahkan kalian masih bisa bersikap biasa saja seperti tidak terjadi apa apa saat itu" Alexa ingin memperjelas situasinya.
"Shelly meminta kami agar tidak mengungkitnya karena tidak ingin kamu kembali down dan kami setuju. Asal kamu tau ya Lex, yang meminta kantin untuk membungkus jatah makan siang dan malam untukmu dan Shelly adalah Friday. Dia juga yang mengurus izin pada kampus jika kamu dan Shelly tidak dapat mengikuti kelas" terang Frizzy.
Kenyataan pahit dia telan setelah sekian lama berlalu. Shelly, teman yang selalu ada untuknya malah menjadi garam yang tertabur di atas lukanya. Selama ini dia mengira jika Shelly yang mengurusnya dengan baik tapi ternyata bukan.
Alexa merasa kian sesak di dada dan perutnya membuatnya lemas seketika. Frizzy langsung membantunya untuk berbaring kembali di tempat tidurnya. Alexa menyesali semua perbuatannya yang mendendam pada Friday tanpa tau sebenarnya apa yang terjadi. Ini sungguh memalukan untuknya.
Ternyata memendam dendam selama lebih dari 10 tahun sia sia dan malah menjadi bumerang untuknya. Ibarat menghukum seekor kalajengking dengan cara menelannya. Benar dendam terbalaskan tapi apa selanjutnya yang terjadi? Yang meneelan kalajengking juga ikut terbunuh. Kasus Alexa adalah dia menelan kalajengkin yang salah, bukannya dendam terbalas tapi dia sendiri yang menderita. Belum lagi rasa bersalah pada kalajengking yang dia telan.
Frizzy menenangkan Alexa dengan mengelus perut Alexa yang membuncit dengan lembut. "Semuanya akan baik baik saja. Kamu tenang saja, Friday tidak akan menghitungnya dan balas dendam padamu. Yang penting sekarang kamu tahu bahwa dia tidak sejahat yang kamu pikirkan".
"Sebenarnya ini semua salahku, seandainya dulu aku memperingatkan kalian mengenai Shelly pasti semua tidak akan terjadi. Aku malah meminta Kelvin merahasiakannya dan menghapus semua bukti" lanjut Frizzy. Frizzy merasa turut ambil andil dalam hal itu karena menutup mata dan telinga atas perbuatan Shelly. Saat itu dia yakin jika Shelly tidak sengaja berbuat seperti itu.
Setelah tenang, Alexa meminta Frizzy untuk menghubungi Friday, Alexa ingin berbicara dengan Friday mengenai masa lalu mereka. Alexa ingin semua kesalah pahaman mereka yang menimbulkan luka dan dendam segera berakhir apalagi saat ini Alexa dibawah perlindungan Friday.
Frizzy menyanggupinya dan menelepon Friday.
"Iya Zy" suara dari seberang telepon menyapa telinga Frizzy.
"Frid, Alexa ingin berbicara denganmu, bisakah kamu meluangkan waktu sebentar untuk datang lagi ke sini?" tanya Frizzy. Sebenarnya Frizzy ragu karena Friday pasti sibuk mengurus anaknya, Grant.
"Sebentar lagi aku sampai di sana Zy" jawab Friday.
"What? Bukannya tadi kamu pulang buat..." Frizzy melirik Alexa yang menunggunya penuh harap.
"Ah Grant lebih memilih Grandmanya dari pada mommynya. Anak itu benar benar sudah tidak mengidolakanku lagi" saut Friday dengan suara sedih.
Frizzy tidak bisa menahan kelucuan yang dialami oleh Friday. Frizzy juga beberapa kali menyaksikan bagaimana penolakan Grant terhadap Friday akhir akhir ini. Bukannya ikut merasa sedih atas nasib sahabatnya, tapi dengan teganya dia tertawa di atas penderitaan Friday.
"Tadi Kelvin menghubungimu tapi tidak ada jawaban darimu Zy, dia mau kasih tau kalau dia ada urusan penting jadi tidak akan kembali lagi ke rumah sakit dalam waktu cepat. Sepertinya pak Caleb sedang mengamuk karena tidak menemukan keberadaan Alexa. Jadi mereka akan bergerak sesuai rencana hari ini. Rumah sakit sudah diamankan jadi tidak perlu cemas dan aku akan tiba sebentar lagi. Jangan kasih tau Alexa kejadian ini, nanti dia stress dan malah mempengaruhi kehamilannya" jelas Friday.
"Baiklah, kami menunggumu" Frizzy menutup panggilannya. Sebenarnya dia sangat cemas karena peperangan antara kubu Louis dan kubu Caleb akhirnya terjadi hari ini. Gencatan senjata tidak terhindarkan karena kedua kubu melibatkan mafia.
Tidak berapa lama Friday muncul dari balik pintu, Friday segera menyusul ke rumah sakita setelah menerima kabar bahwa hari ini terjadi perang antar kelompok mafia M2Frire dan Black Jack. Dia harus memastikan Alexa baik baik saja dan menemani Frizzy juga. Grant pasti aman bersama orang tua Friday.
"Akhirnya kamu datang juga" Frizzy terlihat lega karena semenjak menerima berita peperangan itu hatinya tidak tenang.
"Aku membawakan makanan untuk kalian" Friday dan beberapa orang bodyguard membawa masuk paperbag berisi makanan.
Friday memaksa Alexa makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan pembicaraan mereka untuk meluruskan kesalahpahaman itu. Sembari menunggu Alexa menyelesaikan makan malamnya, Frizzy berinisiatif menceritakan semua kejadian dulu saat di kantin. Akhirnya Friday paham kenapa Alexa dingin padanya dan seolah menjauh darinya setelah insiden di kantin, padahal Friday sudah membantunya.
Setelah menyelesaikan makan malamnya, Alexa meminta Friday untuk mendekat. Friday dan Frizzy segera menghampiri Alexa dan duduk di kursi samping brankar. Alexa meminta maaf pada Friday dan juga mengucapkan terima kasih walaupun sudah sangat terlambat.
"Karena kita sudah sejauh ini, apa ada hal lain yang mengganjal di hatimu? Adakah hal lain yang tidak ku sengaja atau tanpa sepengetahuanku yang melukai perasaanmu Lex? Katakan saja, kami akan mendengarkanmu" pinta Friday.
"Apa kamu tau apa yang mendorongku sampai mau menjadi kekasih daddy Caleb?" Alexa menjawab Friday dengan pertanyaan. Alexa tidak sadar menyebut Caleb dengan sebutan daddy.
"Ih ih ih daddyyyyy" Frizzy mencoba mencairkan suasana.
Alexa terkejut karena keceplosan menyebut daddy dan melihat reaksi Frizzy yang biasa saja. Sepengetahuannya hanya Friday yang tau bahwa dia adalah sugar baby Caleb. Dia melirik Friday dan memeberikan kode dengan mengankat alisnya seolah meminta penjelasan.
"Karena dia terlalu mempesona. Dia tampan, kaya dan badannya bagus, usianya yang sudah matang menambah karismanya. Aku rasa semua perempuan juga mau dijadikan kekasih jika pak Caleb menawarkan diri. Jangan lupakan kepintaran dan wibawanya. Dia benar benar boyfriend material" jawab Friday jujur, beruntung tidak ada Louis di sana mendengarkan pengakuannya, bisa terjadi perang dunia shinobi.
"Bukan itu maksudku, apa kamu memberitahukannya" tanya Alexa melirik sekilas ke arah Frizzy.
"Tidak" Friday menggeleng.
"Jadi dari mana dia tau" tanya Alexa lagi.
"Tanya dia saja, orangnya di sini kenapa masih tanya padaku" jawab Friday sewot.
"Dari mana kamu tau ada hubungan spesial antara aku dan pak Caleb? Dannsejak kapan?" tanya Aleza pada Frizzy. Frizzy bersyukur karena pada akhirnya Frizzy dilibatkan dalam pembicaraaan itu.
"Ah itu, aku sudah tau sejak lama dan bukan karena Friday memberitahuku tapi aku tau sendiri secara tidak sengaja" jawab Frizzy jujur.