Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Bab 132



Keesok harinya Friday bangun dari tidurnya, walaupun masih ngantuk tapi karena Grant sudah mengganggunya terpaksa dia bangun. Dia bangun dan mengambil air minum, setelah itu meneguk air minum itu, tidak lupa dia juga memberikannya pada anaknya.


Sekitar 5 menit dia mengajak komunikasi anaknya Grant dan bercanda. Setelah itu dia mengambil telepon genggamnya dan membiarkan Grant bermain sendirian di tempat tidurnya, dia membuka aplikasi chat ingin melihat jika suaminya mengirimkannya kabar melalui chat.


Benar saja, ada beberapa chat masuk atas nama suaminya. Louis mengabarkan jika saat ini mereka masih baik baik saja. Dia meminta istrinya agar tidak perlu khawatir. Dia juga meminta agar istrinya berdoa demi keselamatan mereka semua dan agar masalahnya cepat selesai.


Walaupun sudah mendapatkan kabar dari suaminya tapi perasaannya masih belum lega. Dia masih dilingkupi oleh rasa was was, dia juga semakin berpikiran negatif bisa saja suaminya berbohong mengatakan jika dia baik baik saja padahal dia terluka. Friday seketika jadi cemas dan taku karena overthinking yang belum tentu kebenarannya.


Untuk membuat perasaannya lega, dia mencoba menghubungi suaminya. Setidaknya dia harus mendengar suara suaminya untuk memastikan bahwa suaminya baik baik saja. Hubungan telepon itu tersambung tapi tidak ada jawaban dari suaminya. Dia mencoba mnghubungi kembali tapi masih belum ada jawaban dari seberang telepon.


Tidak putus asa, Friday menelepon unclenya Wetennov untuk menanyakan bagaimana keadaan mereka di medan perang. Lama dia menunggu, tidak ada jawaban juga dari unclenya. Sekarang dia beralih menelepon kakaknya Sunday, sama juga tidak ada jawaban dari mereka. Friday semakin frustasi.


"Mommy...mommy...mommy" panggil Grant pada mommynya membuat Friday beralih dari telepon genggamnya. Dia meletakkan telepon genggamnya di atas meja dan menghampiri Grant.


"Iya sayang" Friday mengusap kepala anaknya dengan sayang.


"Mommy..mommy...mommy" panggil Grant lagi.


"Mau poop" ucap Grant memberitahukan mommynya jika dia ingin buang air besar.


"Ayo cepat ke toilet, cepat cepat" Friday dengan cepat menuntun Grant ke toilet yang berada di dalam ruang kamar tidur mereka.


"Tepat, tepat tepat" ucap Grant menirukan mommynya yang menyuruhnya untuk cepat, dia juga berlari secepat mungkin diikuti Friday di belakangnya.


Friday membuka celana Grant dan mencium bau yang tidak sedap dari panta"t anaknya.


"Ush bau" ucap Friday yang juga mengangkat hidungnya hingga ekpresinya yang dibuat jelek.


"Ush bau" kata Grant mengulangi ucapan mommynya, dia juga menutup hidungnya dengan kedua tangan mungilnya. Dia hanya menirukan semua yang orang dewasa lakukan jika mencium bau padahal dia belum mengerti apa itu bau


"Astaga nak, poop mu banyak sekali" Friday terkejut melihat isi popok Grant yang sudah penuh dengan kotoran Grant. Ternyata Grant sudah buang air besar sebelum memberitahukannya pada Friday.


"Banak naaaaa" ulang Grant. Itu membuat Friday tertawa karena Grant selalu mengulangi kata kata yang terucap dari mulutnya. Friday segera membersihkan Grant, karena sudah banguan Friday berfikir untuk sekalian saja memandikan anak kecil itu.


Ibu dan anak itu berendam di bathtub, mereka juga bermain air di dalam bak mandi itu. Setelah 10 menit, Friday membilas badan mereka berdua dan memakaikan handuk. Keluar dari kamar mandi mereka memakai pakaian yang rapi.


Setelah rapi Grant memperhatikan sekelilingnya, dia juga mondar mandir seperti mencari sesuatu.


Dengan wajah bingung, Grant mwnjawab mommynya. "Daddy?".


Rupanya anak lelaki itu mencari daddynya yang sudah beberapa hari ini tidak bertemu dengannya. Biasanya setelah mandi dan berpakaian rapi, Louis akan mengajaknya ikut ke kantornya atau mengantarkannya ke rumah orang tua Friday. Tapi sekarang ini, dia belom melihat batang hidung daddynya.


"Daddy pergi kerja, daddy akan pulang secepatnya. Nanti daddy bawakan mainan buat Grant, jadi untuk sekarang Grant main sama mommy dulu ya" Friday mencoba memberikan pengertian pada anaknya.


"Blontosaurs, tileks, terodaptil mommy?" tanya Grant.


"Iya nanti daddy akan bawa banyak mainan dinosaurus" jawab Friday. Dia tau jika anaknya saat ini sedang senang main dan belajar mengenai hewan punah yang telah punah ribuan tahun lalu dinosaurus.


Friday menuntun Grant keluar kamar mereka menuju ruang makan di lantai satu. Sesampainya di ruang makan ternyata mereka sudah ditunggu oleh keluarganya yang lain. Mereka memulai makan mereka dengan tenang. Setelah selesai makan, para orang dewasa menuju ke ruang tamu sedangkan anak anak dibawa oleh baby sitter ke taman bermain di lantai 3.


"Zy, Kelvin di mana? Kenapa dia tidak ikut sarapan?" tanya Friday.


Frizzy tampak ragu menjawab pertanyaan Friday. Frizzy juga seolah menghindari tatapan mata Friday dan mulai meminta bantuan pada orang lain dengan menatap satu per satu orang yang berkumpul di sana.


Friday bisa membaca gelagat aneh Frizzy itu dan mulai mengerutkan keningnya. Dia juga menatap ke arah orang yang berada di sekelilingnya dan menemukan keanehan. Wajah mereka tampak sedikit muram dan bersedih.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang telah ku lewatkan?" tanya Friday lagi. Kini pertanyaan itu bukan hanya tertuju pada Frizzy tapi semua orang yang berkumpul di ruang tamu itu.


Jeanne berpindah tempat duduk sehingga dia duduk di samping Friday. Jeanne kemudian mengajak keponakan suaminya sekaligus sahabat baiknya itu ke taman belakang. Lebih baik mereka berbicara di sana agar suasananya tidak terlalu tegang. Apalagi di ruang tamu ada orang tua yang tidak boleh diberi kabar yang bisa membuat mereka terkejut. Takutnya mereka tidak mampu menahat keterkejutan itu dan malah membuat mereka jatuh sakit.


Langkah mereka pun langsung diikuti oleh Sarah dan Frizzy. Mereka ingin bergabung dalam obrolan itu. Mereka duduk di sebuah gazebo di tengah taman bunga. Pemandangan dari sana sangat indah karena bisa langsung memandang laut lepas.


"Tengah malam tadi Kelvin sudah pergi menyusul ke lokasi unclemu dan Louis berada saat ini Fri. Aunty tidak akan menutupi sedikit pun dari mu tapi aunty mohon kamu tetap tenang dan selalu berfikiran positif ya. Sepertinya suasana di sana semakin tegang dan tak terkendali. Apalagi kemarin pamannya Louis yang bernama Caleb itu tertembak dan saat ini sedang dirawat secara intensif di rumah sakit" ucap Jeanne menjelaskan kemana perginya Kelvin.


"Berita ini belum diketahui oleh Pak Anthony dan Alexa. Tau sendiri jika Pak Anthony sudah tua takutnya jika dia mendengar berita ini malah memeperburik kesehatannya. Begitu pun dengan Alexa, dia baru saja melahirkan. Dia masih belajar menerima status barunya sebagai seorang ibu, jika dia mendengar berita jika kekasih hatinya saat ini sedang kritis malah membuatnya stress dan berujung baby blues akut" tambah Jeanne lagi.


"Aku harap kalian bisa menjaga berita ini dengan baik, jangan sampai ketauan kepada siapapun terlebih pada Alexa dan pak Anthony" tekan Jeanne kembali.


"Dari mana aunty mendapatkan berita ini? Aunty bisa menghubingi uncle? Bisakah aunty menghubungi uncle lagi? Aku ingin berbicara dengan Louis, tapi dari tadi tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab teleponku" jawab Friday.


"Aunty juga belum bisa menghubungi mereka Fri. Aunty tau berita ini dari Kelvin. Sebelum Kelvin pergi tengah malam tadi, aunty memergokinya dan memaksa dia mengaku tentang apa yang terjadi sebenarnya. Kelvin berpesan agar kita merahasiakan ini demi kebaikan semuanya sampai keadaan di sana membaik ya" kata Jeanne lagi.