Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Segera Lahir



Setelah Friday menginformasikan jika Kelvin dan para anak buahnya sudah di sekitaran rumah sakit, Frizzy dan Jeanne merasa lega. Sedanfkan suster yang menrmani mereka tampak bingung dengan apa yang terjadi, dia sama sekali tidak memahami situasi yang ada. Dia hanya menuruti perintah Friday sebagai putri atasannya.


Lain lagi dengan Alexa, dia merasa jika Kelvin datang di saat yang tidak tepat. Alexa merasakan gejolak di bagian perutnya. Semakin lama gelombang kesakitan itu semakin sakit dan intens. Dari saan mereka keluar dari ruang rawatnya, Alexa sudah menahan rasa sakit akibat kontraksi di perutnya tapi karena keadaan darurat dia mendiamkannya dan menahan rasa sakit itu sendirian.


Tapi setelah sekian lama, Alexa tidak mampu menyembunyikan rasa sakit itu lagi. Terlebih setelah dia mendengar jika Kelvin dan bala bantuan sudah datang, Alexa memutuskan untuk mengatakan keadaannya yang sebenarnya.


"Girls, sepertinya kita harus berpisah di sini. Kalian harus keluar dari sini dan selamat" ucap Alexa dengan matanya yang sudah menggenang air mata.


"Kenapa Lex? Kita datang bersama dan pergi juga harus bersama. Bagaimana kqmi bisa meninggalkan kamu sendirian di sini dan menyelamatkan diri. Apalagi keadaan kamu sedang hamil begini" jawab Jeanne.


"Justru keadaanku yang sepeti ini Jean, kalian harus bergegas pergi dan meninggalkanku. Aku tidak mau jadi beban bagi kalian" balas Alexa yang akhirnya menumpahkan air matanya.


"What happen Lex?" tanya Friday yang heran melihat perubahan wajah Alexa yang sudah semakin pucat.


"Kalau kalian bersikeras membawaku, yang ada kalian akan terjebak denganku dan tidak akan ada yang selamat" jawab Alexa.


Alexa melihat ke arah kakinya yang terasa panas saat dialiri cairang yang dia pastikan adalah air ketubannya yang sudah pecah.


"Look, I can't be with you guys. Baby akan segera lahir. Tolong tinggalkan aku dan suster ini di sini. Dengan begini setidaknya ada yang selamat di antara kita" lanjut Alexa.


Spontan Friday, Frizzy, Jeanne dan Suster melihat ke arah perut Alexa. Mereka terkejut mendapati pakaian bagian bawah Alexa telah basah dan langsung menghampir Alexa yang sudah tidak lagi menyembunyikan rasa sakitnya.


Suster bergerak cepat meminta teman teman Alexa membantunya untuk membaringkan Alexa di sofa yang terdapat di ruangan itu. Suster juga tanpa meminta izin langsung menyibak pakaian Alexa untuk melihat pembukaan jalan lahir bayinya.


"Bagaimana sus?" tanya Frizzy.


"Ibu Alexa akan segera melahirkan, pembukaan sudah hampir sempurna. Kita harus segera membantunya melahirkan bu" jawab si suster.


"Di sini? Sekarang" tanya Frizzy yang terkejut mendengar info si suster.


"Apa yang dibutuhkan?" tanya Friday mengalihkan perhatian si suster.


Suster belum menjawab pertanyaan Friday tapi Friday sudah pergi ke ruangan lainnya dan meminta suster itu untuk mengikutinya. Sedangkan Jeanne memegangi tangan Alexa yang sedang kesakitan. Jeanne juga mengajari Alexa untuk mengatur pernafasannya. Jeanne meminta Alexa agar tidak mengeden dulu dan menyimpan tenaganya agar nanti setelah si baby siap untuk keluar dan menemukan jalan keluarnya, Alexa belum kelelahan dan membantu si baby keluar.


Suster itu langsung mengambil perlengkapan yang dia butuhkan untuk membantu Alexa melahirkan. Setelah mendapatkan peralatan yang mereka butuhkan, Friday dan suster itu kembali ke ruangan dimana teman temannya berada. Friday ikut membantu suster itu mempersiapkan semuanya.


Suara pintu yang dipaksa dibuka dari luar terdengar membuat mereka berlima yang berada di ruangan itu terdiam dan menghentikan aktivifitasnya. Mereka menoleh ke arah pintu dan mulai khawatir dengan siapa kiranya orang yang berada di balik pintu.


"Apakah ini akhirnya? Kami akan mati di sini" inilah kalimat yang ada di pikiran mereka masing masing.


Cklek. Pintu berhasil di buka oleh seseorang yang semakin membuat mereka cemas. Keringat membanjiri wajah mereka bukan hanya karena mereka yang kelelahan tapi karena tertekan.


Pintu perlahan lahan dibuka, mereka memejamkan matanya karena tidak kuat melihat siapa orang di balik pintu walaupun sudah penasaran setengah mati.


"Akhirnya aku menemukan kalian" kata seorang pria di balik pintu.


Suara si pria yang sangat familiar membuat mereka berani membuka mata mereka untuk memastikan jika si pria itu adalah orang yang mereka pikirkan. Dan benar saja jika pria itu adalah Kelvin. Mereka langsung memegangi dada mereka yang sempat syok dan penuh tekanan. Mereka bernafas lega mengetahui jika Kelvin yang datang bukan orang jahat itu.


"Kalian kenapa" tanya Kelvin polos. Dia begitu bingung mendapati ekspresi penghuni ruangan itu yang awalnya sangat tegang dengan wajah dibanjiri keringat dan tiba tiba berubah menjadi ekspresi lega.


Karena kesal dengan Kelvin yang tiba tiba muncul, Friday melemparkan handuk yang ada di tangannya ke arah Kelvin. "Kenapa tidak menelpon ku dulu sebelum kamu ke sini huh? Kau membuat kami takut setengah mati, ku pikir kami akan mati di sini di bunuh oleb para mafia itu" ucqp Friday.


"Ya maaf aku lupa meneleponmu tadi Fri. Lagian bagaimana mereka bisa menemukan kalian di sini? Apa kalian lupa jika ini ruang rahasia? Bagaimana mereka tau jika kalian ada di ruangan ini? Kalau ruangan ini begitu mudahnya ditemukan bukan ruang rahasia namanya tapi ruangan umum" jawab Kelvin yang tidak mau disalahkan.


"Iya juga" batin Friday.


"Bahkan aku yang sudah beberapa kali masuk ke ruangan ini saja masih bingung dengan sistem keamanan dan tata letaknya. Bayangkan mereka yang baru pertama kali masuk ke sini, pasti bingung dan memilih untuk menyerah" lanjut Kelvin.


Mereka kembali melakukan aktivitas mereka dan tidak memperdulikan Kelvin lagi. Mereka harus fokus membantu Alexa melahirkan bayinya. Terikan Alexa yang begitu kesakitan mengejutkan Kelvin. Kelvin tidak memperhatikan Alexa yang berbaring di sofa sebelumnya saat dia masuk ke ruangan itu.


"Ada apa? Alexa kenapa?" tanya Kelvin.


"Alexa akan melahirkan" jawab Frizzy.


"Sekarang? Bagaimana bisa?" tanya Kelvin kembali.


"Iya sekarang, karena dia sudah pembukaan 10 jadi harus segera melahirkan" jawab Frizzy lagi.


"Serius? Dia akan melahirkan di sini? Yang benar saja?" tanya Kelvin lagi.


"Bisakah kamu diam, kalau masih punya pertanyaan nanti saja ditanyakan. Kamu membuat susternya tidak konsentrasi" jawab Jeanne.


"Kenapa kalian marah, aku tidak melakukan sesuatu yang jahat. Aku hanya datang untuk membantu kalian keluar dari rumah sakit ini dan membawa kalian ke tempat yang aman. Mana ku tau jika Alexa akan melahirkan di sini sekarang. Lagian kenapa pulak bayinya keluar sekarang, kenapa tidak tadi atau nanti saja. Ini sedang darurat" balas Kelvin. Jeanne dan Friday hanya menatap Kelvin datar.