Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Usaha yang sia sia



Setelah Louis pamit pergi meninggalkan perkumpulan itu, Shelly juga pamit karena ada acara keluarga katanya. Keyra sepertinya sudah mulai bosan, dia merengek dan rewel. Akhirnya Leo membawanya jalan jalan di mall tempat mereka makan.


Tidak lama berselang Frizzy dan Kelvin juga pamit, kini hanya tinggal Alexa dan Amora. Mereka berdua memutuskan untuk mencari tempat yang asyik untuk berbincang sambil minum kopi. Mereka beranjak pergi meninggalkan restoran menuju Starbuck yang ada seberang restoran.


Amora mengabari suaminya kalau mereka sudah pindah tempat, agar nanti setelah kencan ayah dan anak itu selesai, mereka bisa langsung menyusulnya ke sana.


Di tempat itu ternyata ada Christian dan seorang gadis yang diaturkan mamanya untuk kencan buta. Karena sampai hari ini Christian masih mencari gadis yang sudah dia nodai itu jadi dia tidak berminat sama sekali dengan gadis di hadapannya itu.


Christian melihat Amora yang sedang berjalan memasuki tempat itu sambil berbincang dengan temannya. Ingin Christian sapa tapi gadis dihadapannya itu cemburu tidak jelas, padahal mereka hanya kencan buta dan bukan karena kehendaknya, mereka bukan sepasang kekasih, lagian Amora adalah istri sepupunya. Jadi Christian mengurungkan niatannya menyapa Amora dan akan mengusir kasar si gadis ini.


Amora dan Alexa memilih duduk di meja yang bersebelahan dengan meja Christian. Christian dan Alexa saling memunggungi, dipisahkan bunga sebagai pembatas kursi. Sedangkan Amora duduk berhadapan dengan Alexa. Amora belum menyadari keberadaan Christian.


Christian yang bosan dan kesal mendengarkan rengekan si gadis yang di hadapannya itu memberanikan diri menegor si gadis. "Maaf sebelumnya, kita baru ketemu hari ini dan saya rasa kita tidak sedekat itu hingga anda berani mengaturku seperti ini. Saya paling tidak suka dengan perempuan seperti anda yang sangat cerewet dan terkesan posesif. Ini masih tahap perkenalan tapi kesanmu sudah sangat buruk dihadapanku" kata Christian.


Perempuan di depannya langsung terdiam dan menyadari kesalahannya, bagaimana pun dia tidak mau kehilangan ATM berjalan di hadapannya ini. "Maafkan aku, lain kali tidak akan seperti itu, aku janji dan.."


Belum sempat si gadis menyelesaikan kalimatnya, Christian terlebih dahulu memotongnya. "Tidak akan ada lain kali, ini pertemuan pertama dan terakhir" katanya.


Si gadis itu langsung memucat, dan merutuki kebodohannya. Hanya karena mulutnya yang cerewet dia jadi kehilangan laki laki idaman para wanita itu. Kesempatan langka seperti ini malah dihancurkannya dalam sekejap saja.


"Kamu tunggu apa lagi? Jangan pernah muncul dihadapanku, tidak hanya kamu tapi keluargamu pun akan ku lenyapkan saat itu juga" ancam Christian.


Si gadis itu langsung mengambil tasnya dan lari terbirit birit karena ketakutan. Setelah kepergian si gadis, Christian berdiam diri sejenak di tempat duduknya untuk mengatur kembali moodnya yang terlanjur buruk. Dia menajamkan telinganya mendengar percakapan orang yang dibelakangnya. Dia penasaran apa yang akan digosipkan oleh istri sepupunya itu.


"Mor, aku menebak maksud dan tujuanmu mengajak kak Louis ikut dengan kalian ke pertemuan kita tadi. Kamu mau menjodohkannya denganku kan? Apa tebakanku benar?" Alexa memulai percakapan mereka. Ternyata Alexa juga peka terhadap tingkah laku Amora tadi.


Amora terkesiap mendengar tebakan Alexa yang tepat sasaran. "Hehehe aku ketauan ya, apa terlalu kentara?" tanya Amora dengan senyumnya yang menahan malu. Alexa ikut tersenyum melihatnya. Akhirnya mereka meledakkan tawanya.


Amora salah tingkah dan seketika mati gaya. Dia menggaruk kepalanya yang tiba tiba gatal. "Maafkan aku atas niat terselubungku, apa kamu marah?" tanya Amora hati hati.


Alexa tersenyum geli melihat tingkah Amora "No. Aku ga marah".


"Serius? Syukurlah hehehe. Jadi kamu mau kan aku comblangin sama kak Louis?" tanya Amora lagi.


"Maaf Mor, aku ga pantas buat kak Louis. Aku takut. Lagi pula terlalu banyak perbedaan" jawab Alexa.


"Lex, maksud kamu perbedaan status sosial? Cmon Lex, kamu tau kalau mertuaku tidak memandang hal itu. Lihat buktinya aku" kata Amora.


Amora kembali meyakinkan Alexa "Lex, ini juga atas saran mama mertuaku untuk mendekatkan kalian. Kak Louis single dan kamu juga single. Dia baik dan kamu baik. Keluarga mertuaku tidak pernah memandang rendah orang lain karena harta. Dia cakep dan kamu cantik. Apa lagi yang kamu takutkan? Kamu bisa mengimbangi semua yang ada di kak Louis. Lihat kamu yang sekarang Lex, cewek pintar, mandiri, cantik, baik hati dan berpendidikan. Cewek idaman lelaki bahkan termasuk menantu idaman".


Alexa tersenyum mendengar pujian dari Amora. Tapi dia masih menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan niatan Amora.


"Why Lex? Apa karena kak Louis? Aku dan mama mertuaku jadi jaminan mutu atas kak Louis" kata Amora lagi, dia sudah seperti sales asuransi jiwa.


"Kamu tidak akan mengerti Mor. Aku takut akan banyak hal. Aku lebih baik seperti ini. Jadi hentikan niatanmu dengan segera karena usahamu akan sia sia" kata Alexa. Amora memang tidak mengerti kenapa Alexa tidak mau dijodohkan dengan Louis.


Christian masih menyimak percakapan kedua perempuan dibelakangnya itu. Dia juga penasaran kenapa ada perempuan yang sanggup menolak seorang Louis Hampard. Andai saja Christian perempuan dan bukan sepupu Louis, dia akan merengek kepada kakeknya agar dijodohkan dengan lelaki baik seperti Louis. Dari tadi Christian ingin ikut nimbrung dalam percakapan itu.


"Apa yang tidak ku mengerti Lex? Katakan saja biar aku mengerti" tanya Amora. Dia juga penasaran kenapa Alexa masih menolak perjodohan ini. Padahal rintangan dan halangan untuk hubungan mereka tidak ada.


"Masa lalu itu masih terus menghantuiku Mor. Itu memang sudah berlalu tapi efeknya sampai sekarang masih ku rasakan. Rasa sakit yang ku terima seperti mengalir di darahku tiap detiknya" jawabnya dan membuat Amora semakin bingung.


"Aku bahkan tidak mengerti kamu ngomong apa Lex, masa lalu apa Lex?" tanya Amora yang sangat penasaran.


Alexa menahan tangisannya, dia mulai bergerak gelisah. Amora menyadari kegelisahan Alexa dan memilih berpindah tempat duduk ke samping Alexa. Amora mengambil tangan Alexa dan menggenggamnya.


"Apa yang terjadi Lex, please tell me, biar aku tau apa yang harus ku lakukan untuk membantumu" kata Amora dengan serius.


Christian menyandarkan punggungnya ke sandaran kursinya agar mendekat kepada perempuan di belakangnya.


"Ingat kejadian dua tahun lalu di kota X?" tanya Alexa.


Amora mengangguk, itu adalah kejadian yang tak mungkin bisa dilupakan "Ada apa?".


"Aku malu untuk mengatakannya Mor" Alexa akhirnya menangis. Menangis sudah menjadi teman setia Alexa selama bertahun tahun.


Amora melihat kesedihan yang sangat besar tergambar jelas di wajah Alexa. "Apa yang telah ku lewatkan?" tanya Amora dalam hatinya.


………………………………………………………………………………


Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu