
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan kembali, Louis juga membuka jendala mobilnya agar bisa menghirup udara segar seperti yang dilakukan Friday. Tapi kali ini mereka berhenti kembali. Friday belum sempat membuka pintu mobil tapi muntahannya tidak bisa ditahan hingga akhirnya Friday muntah di dalam mobil dan mengotori mobil Louis. Melihatnya Louis mual dan ikutan muntah.
Mereka berdua keluar dan duduk di kursi yang ada di tepi jalan. Mereka berdua saling bergandengan tangan, walaupun lemas karena baru saja muntah tapi mereka masih sempatnya menertawakan kejadian yang menimpa mereka.
Louis menghubungi Sunday agar menjemput mereka menggunakan mobil tanpa atap dan meminta Sunday membawa supir juga untuk membawa mobil Louis.
Friday menyandarkan badannya pada Louis, tangan mereka masih bertautan. Mereka masih merasa geli dengan acara muntah mereka tadi. Mereka memutuskan untuk menunggu Sunday di kursi taman itu.
20 menit menunggu di kursi taman akhirnya Sunday menyusul mereka. Terlihat wajah Sunday yang kusut karena tidurnya diganggu oleh pasangan pengantin baru itu. Dia menyesal memberikan kamar hotel pada mereka. 'Jika ku tau mereka akan menyusahkanku seperti ini, mending tidak ku berikan kejutan itu' sesal Sunday dalam hatinya.
Supir yang dibawa Sunday mengemudikan mobil Louis menuju rumah orang tua Friday. Friday dan Louis menumpang di mobil Sunday. Sunday kembali merutuki kedua manusia tidak tau diri itu. Louis dan Friday memasuki mobil dan memilih untuk duduk di belakang. 'Aku bukan supir kalian' jerit Sunday dalam hati.
Sunday kembali kesal dibuat pasangan itu, tatapan penuh kebencian Sunday layangkan melalui kaca spion saat kedua penumpangnya bermesraan di bangku belakang. Ingin rasanya Sunday melemparkan sepasang suami istri itu ke luar mobil.
30 menit kemudian mereka sampai di rumah orang tua Friday. Sunday langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Kalino papa Friday dan Sunday datang menghampiri mereka. Wetennov juga bergabung dengan mereka sebelum dia pergi olah raga.
"Apa yang terjadi?" tanya Kalino. Dia heran kenapa anak dan menantunya sudah berada di rumah mereka subuh seperti ini dengan pakaian seperti itu. Belum lagi Sunday yang memakai piyama terlihat lelah habis melakukan perjalanan.
Friday menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami membuat Kalino menertawakannya bukannya merasa iba. Contoh orang tua yang akhlakless. Sunday yang tadinya mengantuk tidak jadi tidur karena ikut tertawa. Dia yang tadinya kesal kini menjadi terhibur setelah mengetahui alasan pasangan itu meminta tolong padanya untuk menjemput mereka.
"Mama di mana?" tanya Louis yang tidak melihat keberadaan ibu mertuanya.
"Di rumah sakit" jawab Kalino.
"Mama shift malam?" tanya Louis lagi. Dia tau jika ibu mertuanya adalah seorang dokter, sama seperti mamanya dulu. Mama dan mertuanya dulu seangkatan dan belajar di universitas yang sama.
"Shift shift shift...sembarangan" ketus Sunday.
"Asal kamu tau ya, mamaku direktur rumah sakit dan papaku pemilik rumah sakit. Belum lagi aku pemilik saham, Friday memilik saham juga dan uncle Wetennov pun pemilik saham utama. Apa perlu mama ikutan shift malam?" tanya Sunday. Louis terdiam, demi apapun dia hanya menebak jikapun salah mestinya dikasih tau bukan.
"Mama menemani Sarah di sana. Aku meyakinkan Sarah jika dia tidak akan sendirian menjalani kehamilannya ini. Jadi aku meminta mama membantu Sarah mengurus kehamilannya" jawab Friday. Louis menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Setelah itu mereka pamit ke kamar Friday untuk istirahat kembali.
Mereka berdua memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena aroma bekas muntahan masih menempel di tubuh mereka. Friday memasuki kamar mandi lalu disusul oleh Louis. Di kamar mandi Louis tidak bisa menahan gairahnya yang sudah diujung tanduk. Sudah 4 hari mereka tidak saling menghangatkan, belum lagi iman Louis diuji kembali saat melihat istrinya dalam keadaan tellanjang di kamar mandi.
Louis mengangkat tubuh istrinya membuat Friday terkejut. Dia langsung melingkarkan tangannya ke leher suaminya. Louis mendudukkan dirinya di atas toilet duduk lalu menciumi tubuh Friday. "Apakah bisa kita melakukannya?" tanya Louis.
"Kata dokter bisa tapi harus pelan" jawab Friday. Tidak bisa dipungkiri Friday juga sudah merindukan belaian suaminya. Mendengar jawaban Friday dia kembali mencium wajah Friday hingga ke dadanya. Lama dia bermain di kedua dada Friday. Louis kemudian menggesekkan si Titan ke lubang surgawi milik Friday. Setelah merasa cukup basah, Louis mengangkat pinggul Friday lalu memasukkan si Titan ke lobangnya. "Ahhhh" dessahan keduanya terdengar saat si Titan sudah terbenam sempurna di lobangnya.
Louis mendiamkan si Titan di lobang itu membuat Friday gelisah. Dia ingin sekali menggoyang pinggulnya tapi Louis menahannya. "Kak aku sudah tidak kuat" rintih Friday.
"Tahan Fri, jangan bergerak. Aku takut jika kita bergerak, bayi kita akan terkejut" jawab Louis.
Friday semakin gelisah ingin segera dicelup berulang ulang tapi Louis masih tetap bertahan untuk mendiamkannya. Friday semakin merasakan sensasi yang sangat menyiksa tapi juga nikmat di saat bersamaan apalagi saat ini dia bisa merasakan si Titan semakin membesar di dalam intinya.
Friday menggoyangkan pinggulnya sedikit langsung dihentikan oleh Louis sampai keduanya mencapai puncaknya tanpa melakukan goyangan maut seperti biasanya. Louis menyemburkan cairan kental miliknya di dalam inti Friday. Dessahan puas kelar dari mulut mereka berdua. Friday dan Louis masih dalam posisi yang sama dimana Friday berada di pangkuannya. Friday masih menegang memeluk erat Louis, dia juga menggigit pundak suaminya itu saat menikmati puncak pelepasannya. Nikmat yang didapat setimpal dengan siksaan yang dialaminya.
Louis berdiri tanpa melepas penyatuan mereka, lalu berjalan menuju wastafer. Tusukan si Titan saat Louis berjalan membuat Friday menjerit nikmat. Dia mendudukkan Friday di atas wastafel lalu menggoyang pinggulnya dengan pelan dan lembut. Friday melingkarkan kakinya ke pinggang Louis dan tangannya dilingkarkan di lehernya. Tempo permainan mereka lambat mengingat Friday saat ini hamil muda. "Kiss me please" perintah Friday pada Louis. Louis mengikutinya dan mencium Friday.
"Ahhhh...faster please...faster sweetheart" pinta Friday dan dituruti Louis. Louis menggoyangkan pinggulnya dengan cepat hingga si Titan keluar masuk guanya pun dengan cepat. Tidak lama keduanya mendessah panjang pertanda mereka telah sampai di puncaknya. Mereka berpelukan dengan erat menikmati sisa sisa pelepasannya.
Friday kemudian membersihkan diri dibantu oleh Louis. Setelah mandi mereka berencana untuk istirahat tapi tidak jadi. Mereka makan pagi dulu karena sudah lapar habis muntah, belum lagi tenaganya terkuras habis mengarungi surga dunia. Friday dan Louis kembali tidur sehabis mereka makan pagi.
Kalino dan sunday membiarkan pasangan baru itu berbuat semaunya mereka. Mereka berdua memutuskan untuk pergi kerja lebih pagi. Sedangkan Wetennov pamit pulang ke rumahnya yanga da di luar negeri pagi itu.