
"Apa? Tidak mungkin Louis seperti itu, kalau Friday yang mesum duluan sih aku percaya saja" bela Sita.
"Mereka berdua sama saja, menganggap dunia ini milik berdua dan orang lain alien. Tanya saja pada Jeanne, iya kan Jean?" Monday mulai memprovokasi.
"Betul kak, mereka berdua pasangan kelewat romantis jadi terlihat mesum. Kak Sita bisa lihat sendiri bagaimana lebaynya Friday dan Grant saat berjumpa tadi. Itu saja sudah terlihat lebay padahal itu anaknya apalagi jika dia sudah bertemu dengan Louis, uh ganas" tambah Jeanne.
"Syukurlah, kini mama tau seberapa besar cinta antara kalian berdua" jawab Sita membuat Friday tersenyum senang mengurangi rasa malunya.
"Loh kok?" protes Monday yang tidak terima provokasinya tidak ditanggapi oleh Sita.
"Dia menantuku, bagaimana bisa aku memojokkannya. Dia juga sudah menyayangi anakku dan melahirkan cucu untuk keluarga kami. Dia memberikan kebahagiaan bagi ankku yang kaku itu, bagaimana bisa aku tidak berterima kasih padanya dan malah memarahinya" balas Sita.
Friday menjulurkan lidahnya pada sang mama karena dia menang dan merasa senang.
"Cih...dasar anak nakal" Monday membalasnya dengan decihan.
"Alexa sudah bangun ma? Siapa yang menjaganya kalau mama ke sini?" tanya Friday pada mamanya.
"Dia masih tidur dengan terlelap, tadi mama menitipkannya pada perawat dan Frizzy. Kelvin sepertinya sangat menyukai bayi Alexa, dari tadi dia menguasai dan menggendong si baby. Si baby juga terlihat nyaman didekapannya" jawab Monday.
"Kelvin ikut membantu lahiran si baby kak. Kelvin juga orang pertama yang menggendong baby skin to skin" balas Jeanne. Monday menganggukkan kepalanya tanda mengerti kenapa bisa si baby tampak begitu nyaman bersama Kelvin.
"Kalian sudah bertemu dengan anak kalian, sekarang waktunya kalian makan dan istirahat. Kelvin dan Frizzy sudah menjaga Alexa tidak ada alasan lagi buat kalian untuk tidak istirahat. Kalian habis menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan pikirkan kesehatan kalian juga. Terutama kamu Fri, kamu tidak sendiri lagi. Ada bayi di rahimmu yang bergantung denganmu" Monday memberikan nasehat pada Jeanne dan Friday.
"Tapi ma.." Monday memotong pembicaraan Friday.
"Tidak ada tapi tapian, masih ada hari esok" jawab Monday.
"Baiklah mah, Friday akan istirahat setelah ini" ucap Friday mengalah.
Friday menghampiri anaknya yang sedang bermain dengan paman kecilnya dan juga adik sepupunya. "Grant, ini sudah malam waktunya tidur" bujuk Friday agar Grant ikut bersamanya beristirahat.
"Tinggalkan saja Fri, nanti mama yang mengurus dan menidurkan Grant" ucap Monday.
"Atau Grant bisa bersama mama Fri" kata Sita tidak mau kalah.
"Tidak ma, Friday masih kangen. Malam ini biarkan Grant tidur bersama denganku. Mama bisa istirahat atau menjaga Alexa" tolak Friday.
"Tapi Fri..." kini giliran Friday yang memotong pembicaraan Monday.
"Tidak ada tapi tapian ma" balas Friday lalu dia tertawa karena bisa membalas sang mama.
"Sebenarnya ini maumu kan Fri, mau membalas mama" saut Monday.
"Jelas dong, Friday paling tidak boleh dikalahkan oleh siapapun" jawab Friday dengan santai.
"Ya ya ya, angkat pialanya" balas Monday membuat semua orang yang mendengarnya tertawa.
Setelah dibujuk oleh Friday akhirnya Grant mau mengikuti mommynya dan mengakhiri mainannya. Mereka berdua segera pergi menuju kamar mereka di lantai dua. Sebelumnya Friday meminta pelayan di rumah itu untuk mengantarkan makan malam untuknya ke kamarnya, dia akan makan di sana.
Begitu pun dengan Jeanne, setelah Friday pergi dia juga pergi ke kamarnya bersama anaknya.