Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Bab 133



Sudah seminggu berlalu tapi peperangan antar keluarga Scaff yang melibatkan kelompok mafia itu belum juga selesai. Sudah seminggu ini pula Friday belum juga mendengar kabar dari suaminya secara langsung. Dia hanya menerima info dari mertua ataupun ayahnya yang juga berada di kota yang sama dengan suaminya jika suaminya masih hidup dan bernafas.


Dia yakin jika ayah dan mertuanya tidak akan membohonginya. Apalagi kakaknya dan unclenya juga sudah membenarkan informasi tersebut. Tapi Friday tetap saja merasa cemas dan merasa janggal saja karena suaminya tidak bisa dia hubungi.


Untuk mengalihkan perhatiannya dan anaknya Grant yang juga merindukan daddynya, Friday berencana akan membawa Grant menemui bayi cantik Alexa. Bayi perempuan yang baru berusia seminggu itu diberi nama Daizy Vivianne. Daizy diambil dari nama belakang Friday dan Frizzy yang penyebutannya serupa dengan bunga Daisy melambangkan ketulusan hati.


Sedangkan Vivianne adalah gabungan nama Kelvin dan Jeanne yang mempunyai arti yang hidup. Alexa berharap bayinya kelak menjadi anak yang memiliki hati yang tulus seperti teman temannya dan ketulusan itu selalu hidup di manapun dia berada.


Selama seminggu ini Friday hanya mengunjungi Alexa sendirian tanpa membawa Grant. Dia belum memperkenalkan Grant pada Alexa. Tapi hari ini dia membawa Grant ke kamar Alexa karena semakin hari Grant semakin tidak terkontrol selalu menanyakan keberadaan daddynya dan tantrum yang dialami sang anak membuat Friday kewalahan. Friday berharap perhatian Grant akan sedikit beralih ke bayi cantik Alexa. Tujuan lain Friday membawa Grant menemui baby Daizy adalah tahap memperkenalkan bayi pada Grant, sebab sebentar lagi Grant juga akan memiliki adik.


Setelah makan pagi, Jeanne, Friday, Frizzy dan Sarah membawa anak mereka masing masing ke kamar Alexa di lantai 1 untuk bertemu dengan baby Daizy. Para mama muda itu memasuki ruang dimana Alexa berada, mereka mendapati Alexa duduk bersandar di atas sofa sedang menyusui bayinya. Di sampingnya ada mama Monday yang selalu membantunya merawat bayinya.


"Hai Lex, bagaimana kabarmu?" sapa Jeanne sembari mendaratkan bokongnya di sofa seberang Alexa.


Alexa mengalihkan wajahnya ke arah Jeanne dan tersenyum begitu menawan. "Tidak ada yang lebih baik dari hari ini Jean" jawabnya. Alexa kembali memperhatikan wajah putrinya yang memang sangat cantik.


Perhatian Alexa kembali beralih dari putrinya saat mendengar suara Friday yang mengomel.


"Grant hei, astaga" gerutu Friday pada anaknya yang begitu memasuki kamar Alexa langsung berlari melepaskan tangannya dari genggaman Friday. Alexa ingin bertanya siapa anak yang sedang Friday kejar tapi sepertinya pertanyaan itu akan dia tahan sampai suasana tenang.


"Jump...jump...jump..." ucap Grant berulang ulang setelah dia berhasil naik ke atas tempat tidur dan melompat lompat seperti kelinci.


"Grant jangan sayang, turun cepat. Tidak boleh melompat di atas tempat tidur. Grant....please" tegur Friday pada Grant yang sekarang sedang melompat di atas tempat tidur Alexa.


Friday menghela nafasnya dalam untuk menetralkan emosinya. Jangan sampai dia terpancing emosi melihat kenakalan Grant. Friday menatap mamanya yang sedang duduk di samping Alexa seolah meminta bantuan. "Mama tolong bantuin" ucapnya.


Mama Monday hanya menyeringai mengejek Friday. "Syukurin, sekarang kamu tau kan bagaimana rasanya jadi mama yg selalu repot menjagamu".


"Antel delal cini" ajak Grant pada Brent dan Gerald yang berada dipangkuan ibunya masing masing. Brent yang merasa diajak kini melirik ibunya seolah meminta izin bergabung dengan Grant. Kegiatan itu sangat menarik minatnya, jiwa pemberontak yang selama ini terkubur dalam tiba tiba mencuat ke permukaan.


"Gerald..." Sarah menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan anaknya yang kini sudah berkoalisi dengan Grant.


Friday berusaha menangkap anaknya tapi dengan lincah dia menghindar begitu pun dengan Sarah dari sisi sebelahnya tapi usaha mereka masih gagal. Hal itu malah membuat kedua bocah itu semakin senang dan mengencangkan suara tawanya.


Puncak kesabaran Brent sudah diujung tanduk, dia juga mau bergabung dengan kedua bocah nakal itu. Brent masih menunggu waktu yang tepat hingga Jeanne lalai dan dia bisa terlepas. Karena Jeanne tampak asik menonton dua pasang ibu dan anak yang sedang kejar kejaran itu, Brent akhirnya mengumpulkan tenaga untuk melepaskan diri dari pangkuan ibunya.


"Aaaaaa" Brent berteriak sambil berlari menuju tempat tidur. Dengan cepat Jeanne menangkap anaknya sebelum menaiki tempat tidur.


"Hap. Mau kemana kamu? Oh tidak bisa" Jeanne menangkap anaknya dan membawanya ke dalam dekapannya. Brent meronta sekuat tenaga ingin melepaskan diri tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan sang ibu.


Kedua bocah yang masih berlarian di tempat tidur pun saling menghindar dari kejaran ibunya. Tidak melihat sekeliling akhirnya keduanya saling bertabrakan dan terjatuh. Bukannya menangis mereka malah semakin tertawa terbaring di tempat tidur. Kesempatan itu digunakan oleh Friday dan Sarah untuk menangkap anaknya.


Grant yang sudah ditangkap oleh Friday hanya bisa pasrah dengan suara tawa yang masih terdengar dari mulutnya. Mungkin karena sudah lelah juga dia tidak ingin melawan lagi. Karena gemas Friday menggigit pan*tat anaknya hingga membuat Grant menjerit.


"Arkkkkkk...Mommy ampun...mommy please...mommy geli hahaha" bukannya menangis Grant merasa gigitan Friday geli di pan*tatnya. Semua orang yang menyaksikan mereka tertawa akan hal itu.


Friday yang tersadar jika semua orang memperhatikan mereka, dia akhirnya ikut tertawa. "Ga tau kenapa dia bar bar sekali" ucapnya.


Friday membawa Grant mendekat pada Alexa. Mama Monday segera meminta Baby Daizy yang sudah selesai menyusu agar dia yang menggendongnya dan Alexa memberikannya. Mama Monday membawa bayi cantik itu keluar untuk berjemur.


Friday duduk di samping Alexa, dia menuntun Grant duduk di sofa. "Grant, ini aunty Alexa. Ayo kenalan sama aunty. Ayo mana tangan manisnya buat salaman sama aunty".


"Lex, dia Grant anakku" Friday memperkenalkan Grant pada Alexa untuk pertama kalinya.


Wajah Alexa penuh dengan keterkejutan. Alexa meraih tangan Grant dan menyalami Grant. Dia juga memeluk dan mencium wajah tampan Grant yang sangat mirip dengan seseorang tapi Alexa sendiri tidak yakin siapa pria itu. Hanya merasa familiar saja.


"Hai Grant, ini aunty Alexa. Senang berkenalan denganmu. Dia tampan sekali Fri" ucap Alexa, dia masih memperhatikan anak Friday dan sesekali mencubit pipinya yang tembem. Friday membalasnya dengan senyuman penuh bangga.