
"Lo, mama lupa kalo hari ini ternyata ada jadwal ke klinik kecantikan. Tadi klinik langganan mama telepon mama mengingatkan kembali. Mama udah buat janji kemaren ternyata hehehe maaf ya. Menurut mama mending kamu pulang nanti jemput mama lagi atau kamu masih mau nungguin mama?" tanya Sita pada Louis sesampainya Sita ke ruangan mereka.
"Ga apa apa ma, aku tungguin. Aku udah janji bakalan temanin mama seharian ini" jawab Louis mencoba berbesar hati.
"Tapi mama bakalan lama, soalnya mama akan ke salon sebelah klinik setelah selesai perawatan" kata Sita lagi.
"Fri, ayo ke klinik kecantikan bareng tante. Kita perawatan kulit wajah biar ga keriput" ajak Sita pada Friday.
"Kenapa Friday diajak tapi aku malah disuruh pulang sih ma. Yang anak mama aku apa Friday?" Louis protes. Dia tidak rela jika mamanya menguasai Friday seorang diri. Pada sang anak saja dia kadang cemburu apalagi pada mamanya sendiri. Dia sudah cukup sabar selama dua jam ini dicuekin kedua perempuan kesayangannya itu. Tidak bisa dia bayangkan jika mamanya tau bahwa perempuan yang dimaksudnya adalah Friday dan Friday sudah sah jadi istrinya. Dipastikan bahwa dia akan semakin terabaikan.
"Bukan begitu, mama cuma ga mau kalau kamu bosan karena nungguin mama, itu akan sangat lama sekitar 4 sampai 5 jam. Mama ga tahan dengar kalau kamu mengeluh. Lagian Friday bisa sekalian perawatan makanya mama ajak Friday bukan kamu" sangkal Sita.
Louis memberikan kode pada Friday agar dia tetap ikut menunggu mereka di klinik yang dimaksud Sita. Friday mengerti maksud kode dari suaminya, dia juga ingin bersama suaminya.
"Maaf tante, baru dua hari yang lalu aku dari klinik melakukan perawatan. Aku nungguin tante di sini aja dan menemani kak Louis biar ga bosan. Kasian kak Louis sendirian" jawab Friday. Louis tersenyum senang mendengar jawaban Friday karena seperti yang dia harapkan. Friday rela berbohong demi dirinya karena tidak mungkin dua hari yang lalu Friday mengunjungi klinik, sebab dua hari lalu dia di kantornya bersama Louis berkeringat bersama di sofa ruangannya.
"Ya sudah kalau begitu, maaf merepotkanmu Fri. Kalau kamu tidak kuat dengannya, tidak apa apa jika kamu lari, tante akan memakhluminya" kata Sita lagi. Lagi lagi Sita menjelekkan Louis di depan Friday yang adalah istrinya.
Mereka menuju klinik kecantikan yang menjadi langganan Sita, tempatnya tidak jauh dari mall yang sedang mereka kunjungi. Louis mengemudikan mobilnya seperti seorang supir karena Sita dan Friday duduk di bangku penumpang di belakang. Mereka melanjutkan acara gosip menggosip drama korea hingga aktor yang sedang hits sampai mereka tiba di depan klinik.
"Kalau kalian bosan ga usah nungguin mama di sini, kalian bisa jalan jalan di sekitan sini atau kembali ke mall. Nanti jemput aja sekitar jam 7 malam. Fri, titip si Louis ya. Lo, nanti kalau Friday mau pulang karena bosan menemanimu tolong antar dia sampai rumahnya. Mama pergi dulu" pamit Sita. Sita meninggalkan pasangan suami istri itu di parkiran klinik.
Masih di dalam mobil, Louis tiba tiba berbalik melihat isrinya di bangku penumpang. "Bagaiman jika aku menghilangkan semua bintik hitam di wajahku?" Louis menyanyakan pendapat Friday mumpung mereka masih di area klinik.
Friday menggeleng tidak setuju, dia melihat suaminya merasa insecure, "Jangan, aku menyukainya. Kenapa tiba tiba ingin menghilangkannya?".
"Kamu kan suka dengan wajah putih bersih, aku ingin memiliki wajah bersih dan mulus seperti Song Jong Ki dan Oh Sehun agar kamu mengidolakan aku seorang. Aku tidak mau kalah dengan mereka. Sangat menyebalkan jika sainganku adalah mereka, ya walaupun aku tau mereka tidak mungkin menjangkaumu" jawab Louis.
Louis tertawa mendengar jawaban Friday, bagaimana bisa dia menghitung bintik wajahnya. Tapi itu menghangatkan dan melegakan hatinya yang sempat dilanda ketidakpercayaan diri. Melihat ibunya yang juga menyukai aktor korea, dia sempat berfikiran jika semua perempuan akan menyukai wajah putih bersih mulus.
See, Friday selalu bisa mengangkat mood dan rasa percaya diri Louis. Ternyata inilah sosok perempuan yang dibutuhkannya, bukan perempuan yang setipe dengannya yang pendiam dan pintar. Bukan juga perempuan yang suka membaca dan bisa diajak berdiskusi mengenai literatur tapi perempuan yang mengerti kebutuhannya, bisa menerima kelebihan dan kekurangannya dan bisa melengkapinya.
Setelah Sita tidak terlihat lagi, Louis langsung membawa tangan Friday ke dalam genggamannya dan mencium punggung tangan Friday. Louis membawa Friday keluar area klinik dengan jalan kaki. Kini mereka sudah terlihat seperti pasangan suami istri sungguhan. Louis menuntun Friday menyeberangi jalanan yang padat, Friday hanya mengikuti suaminya tanpa tau tujuan mereka dan dia juga tidak bertanya.
Kini mereka telah sampai di lobby hotel bintang lima persis di seberang klinik. Louis segera melakukan pemesanan sebuah kamar di hotel itu. Setelah mendapatkan kartu akses kamar, Louis membawa Friday ke lift menuju kamar mereka, dia merangkul mesra istrinya.
Sesampainya di lift, Louis memecah keheningan dengan menjelaskan tujuan mereka check in ke hotel, bukan untuk seperti biasa yang mereka lakukan beberapa bulan ini. Mencuri curi waktu agar bisa berduaan dan aman dari gangguan Grant apalagi jika malam hari Louis akan selalu pulang ke rumah orang tuanya. Masalah yang terjadi di kantor dan luar kantor juga menyita banyak perhatian dan waktu mereka hingga memutuskan untuk check in di hotel terdekat untuk memenuhi kebutuhan biologisnya pada jam istirahat.
"Temani aku tidur sebentar saja, sudah beberapa hari ini aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Kamu tau sendiri aku akan susah tidur jika tidak memelukmu" jelas Louis yang sesekali mecium tengkuk leher Friday. Friday membalikkan tubuhnya dan memeluk suaminya, dia memejamkan matanya menghirup dalam aroma tubuh yang sangat dia rindukan itu.
Dia menyimpan aroma tubuh itu pada memorinya sebanyak mungkin sebagai bekal untuknya nanti jika sudah berpisah lagi dengan suaminya. Sejujurnya, dia juga merasakan hal yang sama dengan Louis, dia tidak nyenyak tidur beberapa hari ini. Tidak seperti bisanya, dia sangat merindukan pelukan suaminya. Pada hal sebelumnya, dia sudah terbiasa tidur tanpa Louis karena Louis harus pulang balik negara A dan negara WX bergantian.
🌸
🌸
🌸
🌸
Bentar lagi menuju puncaknya, dan akan ada yang meninggal. Siapa kah itu? Friday atau Louis ya🙈🙈🙈🤭🤭🤭😏😏😏