Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Alasan



"Iya dia sangat mirip. Ini salah satu alasan kita menyembunyikannya bahkan dari mama" jelas Yudha memeluk istrinya serta mencium keningnya begitu dalam.


"Dan perlu mama tau, selama ini Louis sudah tau kebenarannya" lanjut Yudha.


"Bagaimana bisa pa? Kita sudah menyembunyikan semuanya darinya. Bahkan semua berita mengenai kejadian dulu sudah tidak ada lagi" tanya Sita mengetahui fakta itu.


"Ternyata saat dia beranjak dewasa, dia selalu memimpikan kejadian yang sama yang selalu membuatnya takut untuk tidur. Lama kelamaan membuatnya menjadi insomnia. Dia diam diam menemui psikiater untuk periksa kesehatan jiwa dan mentalnya. Dia rutin melakukan konseling dan semakin lama ingatan masa lalu yang sempat terhapus muncul kembali. Dia meminta bantuan beberapa detektif swasta untuk membantunya mencari info mengenai penculikan itu".


"Setelah mendapatkan jawaban yang dia cari, Louis menemui papa dan mengungkapkan semuanya. Papa juga tidak mungkin lagi menutupinya hingga papa juga jujur padanya. Dia meminta papa untuk merahasiakannya dari mama dan dia tidak ingin kembali ke masa lalu. Dia memilih tetap menjalani hidupnya yang sekarang. Gangguan kecemasan dan insomnianya mulai berkurang sejak Friday datang ke dalam kehidupannya".


"Apalagi kehadiran Grant membuatnya semakin bahagia dan mau memperbaiki diri" Yudha tersenyum mengingat semua perubahan baik yang Louis lakukan karena hadirnya Friday dan Grant.


"Kenapa merahasiakannya dari mama? Tapi Friday sudah tunangan dengan Christian. Jangan membohongi mama dengan berkilah kalau Friday dan Louis sudah menikah" sangkal Sita.


Yudha kembali membuka galery di gawainya. Dia mencari sesuatu sebagai bukti jika perkataannya adalah benar. Dia menemukan foto pernikahan Friday dan Louis dan memberikannya pada Sita.


"Semakin sedikit yang tau maka semakin sedikit bahaya yang mengintai. Masalah di masa lalu belum tuntas hingga akarnya membuat tunas baru muncul dan sudah bertumbuh kokoh. Caleb kembali berulah" jelas Yudha.


"Caleb bahkan memperalat Alexa untuk menguras Christian dan memindahkan seluruh sahamnya kepada Alexa. Alexa adalah baby sugarnya Caleb. Untuk menghentikan ini, papa Anthony menyarankan agar Christian diikat pertunangan dengan perempuan lain hingga tidak ada celah bagi Alexa masuk ke hidup Christian. Tapi perempuan yang menjadi tunangan Christian harus dari keluarga yang kuat hingga Caleb tidak berani berbuat macam macam. Kriteria itu sangat cocok dengan Friday sehingga dia yang menjadi tunangan Christian. Mama bisa lihat sendiri kan, pesta tunangan itu sangat tertutup dan dihadiri segelintir orang saja. Dan kalau mama ingat, Louis langsung menyusul Friday ke negara WX di malam pertunangan itu".


"Pertunangan itu bisa mengulur waktu Caleb merencanakan kejahatannya. Dan kita punya waktu untuk mengumpulkan kekuatan dan bukti yang memberatkan Caleb. Tapi semuanya tertunda karena Alexa hamil. Dan Amora membantu Alexa untuk balas dendam dengan Friday" jelas Yudha lagi.


"Amora?" tanya Sita bingung.


Yudha menganggukkan kepalanya. "Kekacauan di AFF adalah ulah Amora. Dia menjual seluruh sahamnya dan menarik para senior dari perusahaan itu. Karenanya perusahaan itu sempat tidak stabil dan menguras fokus Friday dan Louis untuk menanganinya. Beberapa bulan lalu mama jarang melihat Louis karena dia menghabiskan banyak waktunya membantu Friday mengurus perusahaannya dan menemaninya menemui para investor di hotel. Dan ini juga alasan Louis sangat betah di negara WX sebelum Friday kembali ke negara ini. Bukankah mama juga merasakan perubahan Louis?" tanya Yudha.


"Iya pa. Walaupun dia masih dingin tapi dia semakin peka. Dia lebih sering tersenyum dan mau bercanda, ternyata dia bergaul dengan Friday. Hahaha..." kata Sita.


"Sudah lebih dari dua tahun dia berhenti mengkomsumsi obat. Semua berkat Friday yang setia membantu dan menemaninya sembuh. Masih banyak hal yang belum bisa papa ceritakan. Tapi setidaknya inti permasalahan sudah mama ketahui. Jadi minta tolong ke mama biar pura pura tidak tau apa apa ya, sampai nanti mereka sendiri yang datang ke mama memberitahukannya" pinta Yudha.


Sita mengangguk mencoba mengerti situasi yang sedang terjadi sekarang. Sita tidak ingin mereka hilang fokus karenanya.


Yudha langsung melakukan video call pada Louis. Pada dering ke 2 panggilan vidoe itu diterima oleh Friday. Yudha menonaktifkan cameranya hingga yang terlihat hanya si penerima panggilan.


"Loh kok cameranya mati pa?" tanya Friday.


"Wajah papa sembab, habis dimarahi sama mama mertuamu. Dia salah paham, dipikirnya papa selingkuh dengan Sarah. Papa tidak ingin kalian melihat wajah papa yang sangat menyedihkan ini" jawab Yudha.


"Pengen ketawa tapi takut dosa" sahut Friday.


"Grant di mana? Papa kangen pengen lihat wajahnya saja, tadi belum puas" tanya Yudha.


Friday mengarahkan kamera ke arah brankarnya di mana Louis dan Grant sedang berbaring. Mereka berdua sedang bercanda. Sita yang melihat pemandangan itu pun menangis haru. Dia menutup mulutnya agar suara tangisannya tidak terdengar oleh Friday.


"Kamu yang butuh bedrest kenapa mereka yang menguasai tempat tidurmu?" tanya Yudha.


"Grant belum ngerti kalau Friday lagi hamil pa, jadi lebih baik Grant bersama Louis di brankar. Aku takut Grant tidak sengaja menendang perutku. Lagian aku tidak apa apa pa, Louis saja yang terlalu khawatir hingga akhirnya masuk rumah sakit gini" jawab Friday.


Mendengar jawaban Friday membuat Sita membelalakkan matanya karena terkejut mendengar pengakuan Friday yang sedang hamil. Kini dia mengerti kenapa suaminya bilang jika Louis dan Friday sudah melakukan hubungan suami istri lebih dari dua kali sebab yang berhasil saja sudah dua. Dia juga mengingat kembali kejadian kemarin saat mereka berada di mall. Sita sempat mendengar jika Louis memanggil Friday dengan kata yank.


"Apanya yang tidak apa apa? Wajahmu saja sudah pucat kemarin. Andai kemarin aku tidak membawamu ke sini, mungkin kita tidak tau kalau kamu sedang hamil" Louis protes pada Friday.


"Aku sudah bilang kalau aku sudah tau aku hamil, hanya saja belum pergi periksa ke dokter" tukas Friday.


"Iya kamu menang. Kalau berdebat gini aku tidak akan bisa mengalahkanmu, jangankan menang seri pun tak akan bisa. Sekarang angkat pialanya" jawab Louis mengalah.


Friday tertawa mendengarnya, melihat ibunya tertawa Grant juga ikut tertawa walaupun dia tidak mengerti. Sita bahagia melihat anaknya bahagia seperti saat ini, terlebih melihat balita gembul yang sekarang tertawa dalam pelukan Louis. Louis tertawa lepas seperti tidak ada beban sedikit pun. Dan sekarang Sita percaya apa yang telah disampaikan oleh suaminya sebelumnya.


Tapi tiba tiba dia dilingkupi rasa sedih, Yudha mengerti akan perasaan istrinya. Dia merangkul Sita dan mencium keningnya. "Sudah saatnya semua kembali pada tempatnya. Dan di sini.." Yudha menunjuk dada Sita. "Louis akan selalu menjadi anak pertama kita". Sita hanya bisa mengangguk dengan linangan air mata.