Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Tunangan



Pagi ini kembali riuh di kediaman Anthony, semua para pembantu rumah tangga dan staff wedding organizer bekerja sama untuk menyelesaikan tugas dekorasi dan persiapan pertunangan cucu majikan mereka.


Sedangkan sang tokoh utama untuk acara nanti masih bergelung di bawah selimut. Christian terlihat enggan beranjak dari tempat tidurnya. Dia lelah fisik, hati dan pikiran. Dia masih memikirkan perdebatan mereka semalam. Hanya karena hal sepele mereka bertengkar adu mulut. Setelah 3 bulan menjalin hubungan, mereka baru pertama kalinya berdebat seperti itu.


Christian dibuat gusar oleh masalah kemaren. Dia menelepon sepupunya untuk konsultasi masalah itu. Dia berpikir bahwa Leo dan Amora sudah pasti lebih paham tentang hubungan percintaan. Amora menasehatinya agar tetap tenang dan jangan terbawa emosi karena masa masa seperti ini membuat perempuan lebih sensitif diakibatkan stress.


Perjalanan cinta tidak ada yang mudah bukan? Ini masih tahap awal, akan banyak lagi masalah yang harus dihadapi ke depannya. Masalah akan membuat pasangan semakin dekat atau malah akan renggang tergantung bagaimana menyikapinya.


Apakah semua pasangan akan mengalami perdebatan seperti itu? Apakah Christian mampu menghadapi masalah rumah tangga di masa mendatang? Ini saja sudah membuatnya tidak tidur dengan tenang. Christian mulai ragu untuk melanjutkan pertunangan ini.


Dia merasa belum siap untuk terikat dengan seseorang. Dia merasa belum mampu untuk menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya. Banyak hal yang menurutnya terasa janggal selama berpacaran dengan Alexa. Alexa selalu tertutup tapi Alexa memintanya untuk terbuka. Seolah semua hubungan ini hanya perlu untuk Christian saja.


Tapi pikiran itu ditepisnya lagi, bagaimanapun dia harus menghadapinya. Mungkin Alexa masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri, seperti yang Amora sampaikan sebelumnya. Apalagi dia sudah berjanji untuk membahagiakan Alexa dan menghapus semua luka yang pernah dia torehkan di hati Alexa.


Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya dulu, oleh karenanya dia yang harus banyak mengalah. Dia memutuskan untuk tetap di kamarnya hingga nanti acara dimulai.


Berbeda dengan Christian, Alexa kini sedang melakukan spa, medicure dan pedicure, creambath dan banyak lagi perawatan untuk wajah dan tubuhnya. Dia dipaksa oleh sang calon mama mertua. Mereka berdua menghabiskan waktu di apartement yang ditempati oleh Alexa dengan para staff salon langganan Jennifer sebelum acara dimulai.


Setelah selesai melakukan perawatan wajah dan tubuhnya, Jennifer kembali ke rumahnya meninggalkan Alexa dengan MUA yang akan me-make over Alexa.


Supir yang diperintahkan Christian untuk menjemput Alexa sudah berada di parkiran apartement tapi harus kembali lagi ke rumah Anthony sendirian karena Alexa memintanya. Alexa mengatakan bahwa dia akan berangkat ke rumah Anthony bersama dengan Caleb yang saat ini sudah menunggunya di dalam apartement.


Caleb juga sudah mengatakan maksudnya itu kepada Christian karena tau bahwa orang tua Alexa tidak bisa mendampinginya hingga dia berinisiatif menjadi wali Alexa nanti.


Jam sudah menunjukkan pukul 6.45 malam, sebentar lagi acara pertunangan antara 2 grup besar akan digelar. Christian turun dari lantai atas menuju ruang tamu yang di sulap jadi tempat acara tunangan dilaksanakan. Dia menyapa beberapa keluarga dan kolega yang dia kenal.


Dia celingak celinguk melihat sekitarnya tapi yang ingin dia lihat belum juga terlihat. Ya, dia mencari Alexa. Bukan Alexa yang dia lihat tetapi keluarga Alcantara. Dia heran kenapa keluarga Alcantara bisa hadir padahal Alexa bilang bahwa orang tuanya sedang berada di luar negeri. Dia perlahan berjalan mendekat ke tempat keluarga Alcantara berada, berniat menyapa mereka.


Tidak sopan rasanya sampai hari pertunangan dirinya dan putri dari keluarga itu belum juga bertemu sapa sebelumnya. Langkahnya terhenti, tidak jadi menemui keluarga Alcantara saat melihat Alexa yang datang bersama dengan Caleb.


Sang kakek, Anthony mengambil alih mic dari MC dan memanggil cucunya untuk naik ke atas panggung. Christian berjalan dengan sangat percaya diri menemui kakeknya di atas panggung diiringi tepuk tangan dari tamu yang hadir. Jennifer juga sudah menunggunya di sana.


Anthony memberikan kata sambutan untuk para tamu undangannya dan juga memperkenalkan menantu dan cucunya sang pewaris tahta kerajaan Scaff. Anthony juga mengutarakan kembali maksud mereka mengadakan acara ini yang adalah untuk mengikat janji antara cucunya dengan perempuan yang selama ini dikejar cucunya.


Anthony bercerita bagaimana cucunya berusaha mendapatkan perempuan itu sampai dia meminta bantuannya kala itu. Semua tamu undangan tampak tersenyum mendengarnya begitupun dengan Christian.


Hanya satu orang yang merasa cerita Anthony itu tidak benar karena Anthony belum pernah menemui apalagi memintanya kepada keluarganya untuk perjodohan. Alexa mendadak gelisah dan cemas. Dia merasa akan ada kejadian yang tidak pernah dia duga sebelumnya. Firasatnya mulai buruk.


Alexa mulai melihat sekelilingnya, tapi tidak menangkap keanehan dan kejanggalan. Matanya tertuju pada keluarga Alcantara yang juga hadir di sana. Mereka saling bertatap mata tapi tidak ada senyum untuknya seperti biasa.


Apalagi mama Monday, biasanya dia akan memeluknya dan menyapanya tapi kali ini tidak, bahkan matanya terlihat sendu menyiaratkan kesedihan. Walaupun demikian, Alexa masih membalasnya dengan senyum dan sedikit menundukkan kepalanya menyapa mereka tapi sayangnya mereka malah tidak perduli dan kembali fokus kepada Anthony yang masih berbicara di depan.


Setelah lama menunggu kata sambutan yang sungguh panjang dan sedikit membosankan dari tuan rumah, akhirnya yang ditunggu tunggu semua orang tiba juga. Mereka tiba di puncak acara yaitu pertunangan. Anthony memanggil perempuan calon tunangan cucunya. "Para hadirin semuanya, kita akan menyaksikan pengikatan janji antara cucu saya dengan calon tunangannya".


"Christian" panggil Anthony.


Christian menoleh dan menjawab kakeknya. "Iya kek".


"Apakah kamu sudah siap? Bagaimana dengan cincinnya?" tanya Anthony untuk mencairkan suasana karena dia melihat Christian sedikit gugup.


"Siap kek" jawab Christian diiringi senyum dan kekehan.


"Baiklah, dari tadi kalian pasti bertanya tanya siapa calon cucu menantu saya yang berhasil meluluhkan dan merebut hati cucu saya ini. Tanpa buang buang waktu lagi, kita sambut tunangan dari Christian Orlando Scaff. Untuk nona Friday Azura Alcantara putri dari Kalino Arsen Alcantara pemilik Alcantara Grup dipersilahkan memasuki ruangan" lanjut Anthony mengumumkan siapa perempuan yang menjadi tunangan cucunya.


Mendengar nama yang disebutkan oleh kakeknya, Christian yang sedari tadi tersenyum mendadak muram. Dia tidak menyangka bahwa kakeknya akan selicik itu mengganti pengantinnya. Begitu juga dengan Jennifer yang sama terkejutnya dengan Christian. Tapi buru buru dia menetralkan raut wajahnya yang sempat masam. Dia tidak ingin protes di depan mertuanya terutama di depan umum walaupun di dalam hatinya dia mengutuk kakek tua itu.