
Selesai makan Monday dan Sarah membantu Alexa membersihkan diri dan mengganti pakaiannya drngan yang baru. Tidak lupa membantu mengurut kedua payu*dara Alexa agar air susunya bisa keluar. Mereka memancing air susu agar keluar menggunakan pumping karena bayinya sedang tidak berada di sana.
Berhasil mendapatkan air susu pertama Alexa, Monday menampungnya dalam botol kaca khusus asi. Monday kemudian menyimpannya dalam kulkas untuk diberikan pada bayi Alexa jika nanti bayinya sudah sampai di sana.
Monday miminta Alexa agar istirahat agar nanti fit begadang menjaga bayinya. Tidak menunggu lama Alexa langsung tidur terlelap, mungkin karena sudah bersih membuat tubuhnya rileks. Mereka juga sudah berada di tempat yang paling aman membuat Alexa bisa memejamkan matanya dengan tenang.
Sudah 4 jam belalu Alexa begitu lelap dalam tidurnya, dia melewatkan beberapa moment yang terjadi di sekitarnya. Dia hanya merasa lelah dan butuh tidur yang banyak. Alexa hanya sekali terbangun saat dia ingin ke toilet untuk buang air kecil dan minum karena haus.
Kelvin dan Frizzy masih tertidur setelah mereka makan dan membersihkan diri.
Alexa masih belum tau jika Friday, Jeanne dan bayinya sudah sampai di kediaman Kelvin. Mereka juga masih membiarkan Alexa untuk tetap istirahat. Jeanne menyerahkan bayi Alexa pada kakak iparnya yang adalah ibu Friday begitu sampai di sana. Sekarang giliran Jeanne dan Friday yang membersihkan diri sebelum menemui anak mereka yang juga sudah berada di rumah itu.
Monday dan beberapa baby sitter mengurus bayi Alexa termasuk memandikan dan memberikan asi yang Monday tampung tadi tanpa harus membangunkan ibunya.
Selesai membersihkan diri, Friday langsung bergegas menemui anaknya. Menurut informasi mama dan pelayan yang dia temui, anaknya berada di lantai tiga rumah itu sedangkan Friday saat ini berada di lantai dua. Rumah itu begitu luas, Friday merasa sangat lelah hanya untuk pergi ke ruang tamu dari kamar tidurnya. Jarak tiap kamar juga sangat jauh membuat Friday kesepian.
Friday menekan tombol lift dan menunggu pintu lift terbuka. Begitu pintu lift terbuka buru buru Friday masuk tanpa menyadari jika ada orang yang dia kenal di dalam lift.
"Kak Friday mau ke atas menemui Grant ya?" suara Sarah mengejutkan Friday yang sedang fokus dengan telepon genggamnya.
"Kau mengejutkanku Sarah" balas Friday.
"Maaf kak" ucap Sarah.
Lift yang mereka tumpangi berbunyi tanda mereka sudah sampai di lantai tujuan mereka. Pintu lift terbuka, Sarah dan Friday segera keluar dari sana. "Apa kamu tau di mana Grant?" tanya Friday.
Sarah menganggukkan kepalanya. "Di sana kak, ada ruang bermain. Mereka pasti sedang bermain di sana. Aku juga kebetulan ingin menjumpai Gerald" jawab Sarah sambil menunjuk sebuah ruangan.
"Ayo ke sana, oh iya bagaimana kabarmu dan Gerald selama beberapa hari di sini? Ada keluhan?" tanya Friday basa basi.
"Aku sangat baik kak, Aku senang karena Gerald juga menyukai tempat ini terlebih banyak orang yang bisa dia temui di sini tidak seperti di apartemen dimana hanya ada baby sitter dan aku saja" jawab Sarah tersenyum.
"Tidak kak, malah aku betah di sini. Jauh dari hirup pikuk kota dan jauh dari masalah. Tempat ini juga indah" balas Sarah.
"Astaga kenapa rumah ini begitu besar, bahkan digunakan untuk tempat konser pun bisa. Aku tidak tau kenapa keluarga Kelvin membangun rumah sebesar ini, bukannya disewakan sebagai hotel" Friday mengeluh karena rumah Kelvin begitu luas membuatnya sangat capek dari satu ruang ke ruang lainnya.
Sarah tertawa mendengar keluhan Friday. "Walaupun sudah hampir satu minggu di sini, aku saja masih tersesat kak. Dan masih banyak ruangan yang belum ku jalani makanya aku tidak bosa di sini" jawab Sarah. Mereka berdua tertawa merasa sangat konyol.
Sarah belum sempat memberitahu Friday jika ibu mertuanya yaitu Sita dan juga Jennifer sudah berada di kediaman Kelvin. Dua hari yang lalu, Yudha meminta mereka menyusul Sarah dan Anthony. Yudha ingin memastikan jika istri dan iparnya di tempat yang aman, dia tidak yakin bisa menjaga mereka di rumah besar Anthony walaupun keamanan di sana begitu ketat.
Friday membuka pintu ruangan bermain anak yang ditunjuk Sarah sebelumnya. Friday dan Sarah memasuki ruang bermain itu. Friday begitu takjub melihat isi ruangan yang di sulap seperti taman bermain anak indoor dan outdoor di satu ruangan yang sama.
Suara Grant yang memanggilnya menyadarkan Friday dari rasa takjubnya.
"Mommy, mommy, mommy".
Friday menoleh ke sumber suara. Friday tersenyum dan merentangkan kedua tangannya menyambut Grant yang berlari menuju Friday. Grant juga merentangkan tangannya sambil berteriak memanggil mommynya.
Grant semakin mendekat, Friday langsung berlutut untuk mensejajarkan badannya dengan Grant. Grant melompat ke pelukan Friday hingga tubuh Friday tidak seimbang. Untungnya ada Sarah yang berada di belakangnya menahan tubuh Friday dan Grant. Friday memperbaiki posisi tubuhnya hingga terduduk di lantai. Dia begitu bahagia bertemu kembali dengan anaknya. Friday menciumi kepala anaknya bertubi tubi dan mengelus punggung anaknya. Sedangkan Grant memeluk erat leher mommynya dan menyandarkan kepalanya di bahu mommynya. Rasa rindu ibu dan anak itu kini telah terobati.
Friday dan Grant sudah dua hari tidak bertemu, Friday sibuk mengurus Alexa hingga membuatnya menitipkan anaknya kepada orang tuanya. Walaupun sudah terbiasa dijaga oleh kakek dan neneknya dan mempunyai teman bermain yang hampir seusia dengannya yaitu Brent, tapi Grant masih selalu merindukan kedua orang tuanya.
Melihat interaksi kedua ibu dan anak itu membuat Sita yang menyaksikannya ikut terharu. Sita mengusap air matanya yang tiba tiba keluar membasahi pipinya, dia merasa bahagia melihat menantu dan cucunya akhirnya bertemu kembali.
Jennifer yang berada dekat dengan Sita juga merasakan haru melihat Friday dan Grant. Dia semakin mendekatkan tubuhnya dengan Sita. Jennifer kemudia merangkul Sita dan mengusap lengan kiri Sita menggunakan tangan kanannya.
Sita menatap Jennifer dan tersenyum begitupun dengan Jennifer yang membalasnya dengan senyuman.
Selama dua hari rumah Kelvin ini, Anthony, Sarah dan Monday telah menceritakan kisah Friday yang telah menikah dengan Louis 3 tahun yang lalu. Tidak lupa mereka juga memperkenalkan Sarah dan Gerald pada Jennifer. Jennifer begitu terkejut mengetahui fakta jika Gerald adalah cucucnya dan Sarah adalah perempuan yang dicari oleh Christian selama ini.
Jennifer begitu bersyukur dan berterima kasih pada Sarah karena telah melahirkan dan merawat Gerald hingga bertumbuh dengan sangat sehat, tampan dan baik. Jennifer begitu bahagia karena mendapatkan cucu dan mendapatkan kedekatan dengan keluarganya kembali.