Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Bertemu kembali



Sesampainya di apartemen, Christian buru buru masuk tanpa tekan bel terlebih dahulu. Alexa yang kebetulan berada di ruang tamu terkejut karena pintu tiba tiba terbuka, dan senyumnya langsung terbit melihat Chrisrian yang datang.


Christian menghampiri Alexa dan langsung memeluknya, Alexa membalas pelukan Christian dan melingkarkan tangannya di pinggang lelaki di hadapannya ini.


"Kamu dari mana saja Lex, aku sangat khawatir. Bagaimana keadaanmu sekarang, apa semua baik baik saja? Kenapa kamu pergi tanpa pamit, kamu membuatku takut. Aku takut kehilanganmu" kata Christian tanpa jeda.


"Maaf kak, bukan maksudku tidak mengabarimu. Aku tidak tega membangunkanmu karena kakak tidur sangat pulas. Dan aku harus buru buru agar sampai ke bandara tepay waktu" jawab Alexa.


"Jangan kabur lagi, aku takut karena kamu pergi setelah kita melakukannya" kata Christian lagi.


"Astaga, siapa yang kabur kak?" tanya Alexa. Dia melepaskan diri dari pelukan Christian dan menatap heran pria tampan itu.


"Bulan lalu aku melihat dua koper di kamarmu, dan itu berisi barang barangmu. Keesok harinya kamu sudah tidak ada di kamar. Dan selama sebulan aku mencoba menghubungimu tapi kamu tidak pernah balas. Apa namanya kalau tidak kabur?" tanya Christian.


"Astaga kak, aku ga kabur. Aku memang harus pergi karena ada diklat dari kampus ke luar negeri. Selama di sana tidak boleh menggunakan alat komunikasi, makanya aku tidak membaca atau pun membalas chatmu. Kalau aku kabur kenapa aku kembali lagi" jawab Alexa.


"Tapi bulan lalu, paman Caleb memukulku hingga muka tampanku lebam. Ku pikir dia marah karena berbuat itu padamu dan kamu pergi meninggalkanku" balas Christian.


Alexa tertawa mendengar cerita Christian uang mengira dia kabur. "Bukankah kita janji untuk berjuang bersama sama? Aku sudah janji padamu untuk tetap bertahan di sisimu. Kalau aku kabur, untuk apa aku balik lagi coba dan buat apa aku berjanji dulu. Dan tentang pak Caleb yang memukulmu, kamu pantas mendapatkannya" jelas Alexa.


Christian berhamburan ke peluk wanita itu lagi, dia semakin memeluk erat wanitanya. "Terima kasih karena telah kembali lagi kepadaku dan mau berjuang bersamaku. Aku mencintaimu" kata Christian seraya mencium kening wanitanya itu.


"Kak, sudah melihat chatku?" tanya Alexa yang masih dipelukan Christian. Christian mengangguk.


"Aku hamil kak" kasih tau Alexa. Christian mengangguk lagi.


"Aku mau mempertahankan bayi ini" kata Alexa. Lagi lagi Christian hanya mengangguk.


"Apa kakak terbebani? Apa kakak tidak ingin bayi ini?" tanya Alexa lagi melihat reaksi Christian biasa saja. Itu karena dari tadi dia bicara tidak ada perasaan senang yang ditunjukkan Christian, dia hanya mengangguk saja.


"Tapi kak, raut wajahmu menyimpan banyak kecemasan" kata Alexa.


"Aku hanya sedang berpikir bagaimana caranya agar kita bisa segera menikah dan hidup bahagia bersama anak kita. Kamu tau sendiri urusan kita dengan Friday belum selesai. Mungkin aku akan melepas sahamku 25%" kata Christian.


"Aku akan pergi menemui Friday kak, aku akan memintanya untuk membatalkan pertunangan tanpa kehilangan sepersen pun sahammu" jawab Alexa.


"Bagaimana caranya? Dia sungguh keras kepala dan menyebalkan. Kini aku tau kenapa dulu kakek bilang dia sangat menyebalkan dan benar saja dia semenyebalkan itu" cebik Christian dengan kesalnya.


"Dia sudah bilang jika aku punya alasan yang pas untuk tetap bersamamu maka dia akan segera melepasmu tanpa terikat perjanjian itu" jawab Alexa.


"Mau ku temani?" tanya Christian.


"Tidak perlu kak, aku bisa mengatasinya" jawab Alexa.


Christian hanya mengangguk tanda dia mengerti.


"Apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" tanya Christian lagi.


"Aku hanya ingin kamu tetap bersamaku" jawab Alexa. Itu membuat Christian tampak bahagia.


"Maksudku biasanya ibu hamil akan mengidamkan sesuatu misalnya makanan. Seingatku dulu Sarah sewaktu hamil sering menitipkan makanan pada Jose" ucap Christian.


"Tidak kak, aku sedang tidak menginginkan sesuatu" jawab Alexa.


"Atau apakah kamu mengalami muntah muntah. Sarah juga dulu sering muntah setiap kali melihatku. Jadi dia akan melapor pada Jose mengenai tugasnya dan Jose akan menyampaikannya oadaku. Padahal aku bossnya bukan Jose. Entah kenapa dia bisa mual melihat wajahku padahal aku cukup tampan" ucap Christian lagi mengenang bagaimana Sarah yang adalah sekretarisnya menjalani kehamilannya.


Alexa tertawa mendengar pengalaman Christian berhadapan dengan ibu hamil. "Tidak semua ibu hamil akan mengalami gejala yang sama kak" balas Alexa.