
Leo kembali masuk ke dalam rumah kakeknya untuk menyapa Friday yang sedang bersama istrinya tadi. Tapi sesudah di dalam, dia mendapati istrinya bersama dengan orang tuanya bukan dengan Friday. "Friday ke mana yank?" tanya Leo.
"Friday dan keluarganya sudah pulang duluan kak, sepertinya ada masalah. Aku juga ga tau apa yang terjadi tapi Friday bilang dia akan kembali ke negara WX malam ini. Dia terlihat panik setelah menerima telepon" jawab Amora.
"Negara WX? Jadi selama ini dia di negara WX?" tanya Leo lagi. Amora mengangguk mengiyakan pertanyaan suaminya. Sekarang Leo mengerti kenapa Louis betah tinggal di negara WX bahkan dia mau bekerja di perusahaan mereka yang ada di sana. Louis rela meninggalkan pekerjaan yang paling dia sukai yaitu sebagai dosen di negaranya ternyata demi mengejar Friday di negara WX.
Jadi Louis tau keberadaan Friday selama ini. Pantas saja pada saat pertemuan genk langit biru, Louis diam saja tanpa komentar, karena memang dia tau Friday dan Jeanne masih hidup dan bahkan tau keberadaan mereka.
Leo kembali menanyakan istrinya tentang keberadaan Louis, "Yank, kamu lihat kak Louis ga?".
"Kak Louis udah balik duluan kak, dari tadi dia badmood" jawab Amora.
"Ya iyalah badmood, gadis pujaan hatinya malah tunangan dengan sepupunya. Kasian sekali kakakku yang ngenes itu" batin Leo.
"Ayo balik ke rumah, aku udah kangen sama Keyra. Acaranya sudah selesai juga, bahkan pihak perempuan saja sudah pulang" ajak Leo pada istri dan orang tuanya.
Leo dan Amora kembali pulang ke rumah mereka tanpa kedua orang tuanya karena mereka masih ada kepentingan di rumah kakeknya.
Leo menyetir mobil sendiri, selama perjalanan Leo menanyai iatrinya. "Tadi ngomongin apa aja sama Friday?" tanya Leo.
"Ga banyak kak, cuman ngomongin kabarnya aja. Ih tau ga sih kak" jawab Amora heboh ingin ghibah.
"Ga tau yank, kan kamu belom kasih tau" kata Leo.
"Ih...ih...kakak selalu aja menyebalkan. Friday banyak berubah loh kak, tadi aku tanyain dia banyakan senyum aja, ga mau jawab. Padahal dulu ya, kita masih ngomong 1 kata dia malah udah jawab 20 paragraf. Pokoknya beda banget, irit bicara". jelas Amora.
"Bagaimana dengan kak Christian, kenapa dia bisa tunangan dengan Friday padahal kemarin dia bilang mau tunangan dengan Alexa?" tanya Amora.
"Kok secepat itu sih berubah pikiran dan lagi kenapa sih dia permainin Alexa sampai segitunya? Dia minta dijodohkan dengan Friday tapi masih ngejar Alexa. Itu ga adil buat Alexa" gerutu Amora.
"Ini semua salah paham yank. Christian mengira kalau Friday itu adalah Alexa" jawab Leo.
"Tapi tetap aja itu ga adil buat Alexa kak. Dari tadi aku hubungin dia tapi handphone nya ga aktif. Dia pasti terpukul" kelu Amora lagi.
"Yank, aku baru tau kalau Alexa dulu diperko*sa" kata Leo tiba tiba.
Amora langsung melihat ke arah suaminya yang masih fokus menyetir. "Kakak tau dari mana? Perasaan aku ga pernah cerita" tanya Amora.
"Dari Christian, karena dia pelakunya" jawab Leo singkat. Setelah Amora tau kebenarannya, mereka berdua terdiam dan hanyut dalam pikiran masing masing.
Sesampainya di rumah, Amora langsung menuju kamar putrinya, Keyra. Sedangkan Leo menuju kamar kakaknya Louis. Dia harus segera membicarakan semua masalah yang rumit ini.
Tapi dua tidak mendapati Louis di kamarnya. Leo menanyakan kepala pelayan di rumahnya tentang keberadaan Louis tapi tidak mendapati jawaban karena Louis belum pulang dari tadi.
Para tamu yang diundang dalam acara pertunangan Christian satu per satu meninggalkan rumah Anthony. Melihat hal itu, Christian menggunakan kesempatan ini untuk menemui kakeknya dan menjelaskan semuanya.
Anthony tampak tidak terkejut dengan semua kesalahpahaman yang telah dijelaskan oleh Christian. Anthony masih memaksa Christian untuk melanjutkan pertunangan itu.
"Itu semua salahmu dan kamu harus menanggungjawabinya. Untuk mendapatkan persetujuan dari keluarga Friday, kakek harus mengorbankan banyak hal, bukan hanya waktuku yang lama membujuknya. Untuk mencapai kesepakatan ini, kakek berjanji menyerahkan 25% saham grup Scaff kalau kamu yang membatalkan perjodohan ini" kata Anthony.
"Bagaimana kalau Fridau sendiri yang membatalkannya?" tanya Christian. Kalau kesepakatannya lebih ringan, dia akan membujuk Friday agar mengakhiri perjodohan. Dia yang akan mengganti rugi semua kerugian yang dialami oleh pihak Friday. Beruntung mereka tidak memberitahukan media masalah pertunangan ini, jadi kalaupun pertunangan batal itu tidak akan berpengaruh banyak aktifitas perusahaan dan saham.
"Kalau Friday yang membatalkan, kita juga yang harus memberikan kompensasi kepadanya karena dari awal kita yang mengajukan perjodohan dan pertunangan ini. Apalagi alasan Friday sangat jelas karena kamu sendiri yang meminta tapi juga menolak perjodohan ini" jawab Anthony.
"Apa kompensasinya kek?" tanya Christian, berharap nilainya lebih kecil dari saham 25% itu.
"Akuisisi Hotel dan resort Grup Scaff" jawab Anthony santai.
"Apa? Bahkan kompensasi itu lebih besar dari harga saham. Bisa bisanya kakek membuat kesepakatan seperti itu" kata Christian kesal dengan kakeknya yang masih santai.
"Dan bisa bisanya kamu salah mengenali orang, bahkan memperko*sa seorang gadis" sindir Anthony.
Christian terdiam mendengarnya, dia menyesal dengan semua tindakan cerobohnya.
"Apa yang akan kamu lakukan? Kakek tidak akan ikut campur lagi dengan masalahmu. Semua kamu yang ambil keputusan" kata Anthony.
Christian heran dan bingung dengan semuanya ini, kenapa tiba tiba kakeknya berubah pikiran lagi. Christian curiga dengan kakeknya, apakah akan ada jebakan lainnya.
"Apa yang kakek rencanakan? Apakah kakek akan menjebakku lagi?" tanya Christian penuh dengan selidik.
Anthony tertawa keras dan mengambil tongkatnya. Dia memukul kepala cucunya dengan tongkat itu. Christian mengaduh memegang kepalanya yang sakit karena pukulan itu.
"Siapa yang menjebakmu? Bahkan semua karenamu aku juga terjebak" kata Anthony.
"Kenapa kakek bisa membuat kesepakan seperti itu dan bahkan tadi mengancamku" tanya Christian sedikit membentak kakeknya.
"Ku pikir kalian akan langgeng dan tidak akan berpisah makanya kakek membuat penawaran seperti itu. Tapi Friday ternyata lebih matre dari yang ku duga. Ku pikir dia tidak melihat materi karena dia juga anak orang berada bahkan memiliki perusahaan sendiri tapi dia masih tergiur hartaku. Semua perempuan sama saja, matre, mata duitan" keluh Anthony dan itu membuat Christian tertawa.
"Apa yang kamu tertawakan bodoh?" kata Anthony kembali memukul kepala Christian dengan tongkat.
"Pikirkan saja sekarang apakah kamu akan kehilangan seperempat saham atau kehilangan wanitamu" gerutu Anthony dan itu sukses membuat Christian diam.
Sekarang gantian Anthony yang tertawa karena cucunya saat ini diambang dilema. "Aku tidak akan kehilangan apapun, karena masaku akan segera kadaluarsa" kata Anthony semakin tertawa karena Christian akan benar benar pusing.
"Dasar tua bangka licik" umpat Christian dalam hati.