
Malam harinya mereka berkumpul di restoran hotel. Mereka makan malam bersama, dilanjutkan dengan berbincang santai. Apalagi sekarang sudah ada Kelvin yang ikut bergabung dengan mereka. Kali ini Jeanne tidak ikut karena masih mengurus beberapa hal mengenai perjalanan mereka besok.
"Hai apa kabar?" terdengar Kelvin menyapa gadis tomboy yang dulu sempat memporak porandakan hatinya. Lama Kelvin tidak ditanggapi oleh orang yang dia tanyakan. Semua yang berkumpul melihat arah gadis yang tidak peka itu. "Apa? Kenapa semua melihatku? Ada yang salah?" tanya Frizzy.
"Tuh Kelvin tanyain kamu loh" jawab Alexa
"Oh...emang dia ga bisa lihat kalau aku baik baik aja, pake nanya lagi. Kalau aku ga baik baik aja kan ga mungkin aku ikut liburan" balas Frizzy.
Semua orang menghela nafasnya dalam melihat gadis tak berperasaan itu. Mereka melanjutkan perbincangan mereka yang kebanyakan tentang rencana liburan mereka.
Di restoran yang sama, Wetennov dan Kirein memantau si keponakan nakalnya. "Kamu udah dapat info kenapa gadis nakal itu bisa di sini?" tanya Wetennov.
"Iya bozz, ternyata nona Friday sedang liburan bersama teman temannya dulu waktu kuliah" jelas Kirein.
"Siapa lelaki itu? Cari tau kenapa ada laki laki di dalam kelompoknya" tanya Wetennov lagi, jiwa posesifnya mulai kumat.
"Itu yang pakai kaos putih, namanya Leonard Hampard putra pemilik grup Hampard, dan perempuan hamil itu istrinya Amora. Amora salah satu pemilik AFF dan beberapa kali ikut pelajaran bisnis bersama bozz".
"Sedangkan lelaki yang berbaju abu abu teman Leo, senior nona Friday yang beberapa kali ditolak si gadis tomboy di sampingnya" jawab Kirein.
"Malang sekali nasibnya, kalau sudah ditolak beberapa kali apalagi alasannya untuk hidup?" kata Wetennov prihatin dengan nasib Kelvin. Sad Boy.
Kirein melanjutkan penjelasannya kembali "Dan lelaki tua yang di depanku sekarang adalah laki laki yang tidak mau didekati oleh perempuan mana pun karna itu dia dikira gay*. Semua perempuan juga menghindarinya".
"Wah...dia lebih malang lagi nasibnya hahaha mirisss. Mending lep aja hahahaha" Wetennov menertawakan pria yang disebutkan oleh Kirein. Tiba tiba dia berhenti tertawa setelah menyadari bahwa pria yang dimaksud Kirein adalah dirinya.
"Apa kamu bilang? Maksudmu aku?" tanya Wetennov.
Kini gantian yang tertawa puas adalah Kirein. "Hahaha maaf bozz, aku hanya bercanda" jawab Kirein.
"Gajimu ku potong 50%. Dasar lucknut" Wetennov menggerutu kesal.
"Bozz...For your information, kita menumpang pesawat yang sama dengan mereka" kata Kirein lagi memberikan informasi mengenai Friday.
"Loh kok aku ga lihat ya?" tanya Wetennov.
"Kan bozz sibuk nutup mata" jawab Kirein.
"Kenapa mereka naik pesawat ekonomi? Itu bukan type si gadis nakal itu. Lagian bukankan si Leo itu anak pemilik grup Hampard? Dan lagi istrinya dan si tomboy itu pemilik AFF kan?" tanya Wetennov lagi penasaran.
"Tapi temannya yang lain dari kalangan rakyat jelata bozz" jawab Kirein singkat.
"Inilah kenapa aku ga mau berteman dengan rakyat jelata" Wetennov yang maha agung mulai menyombongkan diri.
"Oh ya? Pantas aja ga laku sampe sekarang" sindir Kirein.
"Lama lama kamu nyebelin ya" Wetennov kesal dengan asisten lucknut itu.
Kirein tidak perduli malah menyanyikan sepenggal lirik lagi Mawang yang akhir akhir ini sedang viral "Aku siapa aku siapa, kamu siapa?".
Mendengarnya, Wetennov makin kesal "Bulan ini kamu tidak menerima gaji. Titik.".
Tapi Kirein tampaknya tidak peduli malah semakin menjadi jadi. Dia bahkan menyanyikan lagi Glen "Terserah kali ini, sungguh aku takkan peduli".
"Kamu dipecat" Wetennov sudah mencapai puncak kekesalannya.
"Yakin bozz? Kalo iya aku akan sangat berterima kasih" jawab Kirein.
"Ngelunjak kamu".
"Surat resign menyusul minggu depan".
Kirein menggeleng tanda tidak setuju "100%" katanya.
"Tidak bisa. 20%".
"Tidak mau, 90%".
"50%"
"Deal. Terima kasih cinta, untuk segalanya
kau berikan lagi kesempatan itu" Kirein menyanyikan lagu afgan dan mencolek dagu bozz nya.
"Hentikan. Arah jam 8, dia dari tadi mengintai dan mengawasi kita...firasatku mengatakan kalau dia mata mata dari musuh" kata Wetennov yang memperhatikan setiap gerak gerik tamu di restoran hotel.
"Jangan salah paham bozz, dia bukan melihat ke arahmu tapi ke arah lelaki dibelakangmu" jawab Kirein.
"Dari mana kamu tau? Apakah team keamanan sudah memastikan kalau di sini aman?"
"Bukan team keamanan bozz tapi lihatlah si lelaki membalas senyumannya" jawab Kirein.
Wetennov pun melihat ke arah lelaki di belakangnya dan terlihat memang perempuan yang dituduhnya penguntit dan lelaki itu seperti sedang saling menggoda.
"Sungguh sial bagiku menahanmu di sisiku" kata Wetennov.
"Pecat bozz pecat" malah semakin diprovokasi Kirein, mana tau dia bisa naik gaji lagi.
Dari awal masuk restoran, Jeanne memang selalu memperhatikan Wetennov. Jeanne duduk terpisah dari genk nya.Tapi lelaki di belakang Wetennov merasa dia yang dipandangi oleh Jeanne.
Dan Firasat Wetennov memang benar kalau dia sedang diawasi oleh musuhnya tapi bukan Jeanne pelakunya, Jeanne hanya mengagumi paras tampannya.
Jeanne yang baru masuk restoran segera duduk di sembarang tempat yang bisa membuatnya leluasa memandangi wajah rupawan Wetennov. "Wah si cowok tampan ternyata di sini juga" Jeanne berguman dalam hati.
"Kenapa mataku tidak bisa lepas darinya ya? Sungguh magnetnya sangat kuat" Jeanne masih berguman dalam hatinya.
"Lihalah wajahnya yang sedang kesal, sungguh menggemaskan. Udah punya pacar ga ya? Tuhan bisakah aku meminta dia dijodohkan denganku?Yah...sepertinya itu tidak mungkin terjadi. Ya sudahlah...Tapi aku masih bisa menikmati wajah tampannya" Jeanne sadar perhatian Wetennov hanya tertuju pada Friday, teman baiknya.
"Ayo Jean, lupakan dia, dia menyukai orang lain terlebih itu sahabatmu. Lagian kamu juga belum kenal dengan dia, jangan berharap yang tidak tidak". Untuk mengalihkan pandanganya dari Wetennov, Jeanne berpindah tempat duduk menjadi membelakangi arah pandangnya terhadap pria tampan itu.
"Permisi?" si pria di belakang Wetennov datang menghampiri Jeanne.
"Iya? Kenapa?" tanya Jeanne.
"Bukan kah tadi kamu yang melihat ke arahku dan tersenyum?"
"Whattt?".
"Apakah itu sebuah code untuk mengajakku kencan?".
"Maaf sepertinya salah paham. Saya tidak merasa melihat ke arah anda".
"Kalau kamu butuh teman untuk one night stand, aku siap".
"Maaf ya, saya tidak butuh. Lagian tadi saya melihat ke arah sana bukan anda, sepertinya anda keliru. Anda ajak yang lain saja" Jeanne membalikkan tubuhnya melihat ke arah Wetennov, tapi yang dia ingin lihat sudah tidak ada. Jeanne akhirnya bergegas meninggalkan mejanya dan orang asing itu.
Jeanne bergabung dengan teman temannya dan menceritakan semuanya kepada teman temannya. Dengan segera Leo dan Kelvin menemui si pria asing itu untuk meluruskan kesalahpahamannya. Jeanne takut si pria aneh akan membuntutinya. Jeanne bisa bernafas lega karna kesalahpahaman sudah selesai.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu