
Pagi hari di kediaman Hampard, pada saat semua orang sedang berkumpul untuk sarapan pagi. Sudah lewat pukul 7 pagi tapi mereka belum memulai sarapannya.
"Kita nungguin apa sih ma, kenapa kita belum bisa mulai sarapannya?" tanya Yudha, papanya Louis dan Leo.
"Ish papa gimana sih, kok dari tadi ga merasa ada yang kurang sih. Louis belum turun makan" jawab Sita.
"Astagaa ma, sampai lebaran tahun kuda juga kita nungguin, dia ga bakalan muncul. Keburu mati kelaparan kitanya. Dia udah pergi semalam" jelas Yudha.
"Ke mana pa, kok ga pamit?" tanya Sita lagi. Dia mulai mengambilkan makanan untuk suaminya. Amora juga bergerak untuk mengambil makanan untuk Leo. Sedangkan Keyra sedang disuapi oleh nannynya.
"Dia pergi ke Negara WX ma" kali ini yang menjawab pertanyaan Sita adalah Leo. Yudha sedikit terkejut mendengarnya, dia tidak menyangka bahwa Leo mengetahui keberadaan Louis.
"Kenapa dia kembali lagi ke sana? Bukankah projectnya sudah kelar 6 bulan yang lalu? Mama heran kenapa dia bisa betah di sana. Atau ada project baru lagi?" tanya Sita lagi.
Lagi lagi Leo yang menjawab "Dia mengejar perempuan yang dia sukai ma". Leo menatap wajah papanya dan curiga bahwa papanya tau sesuatu.
"Really? Syukurlah, berarti sebentar lagi dia akan menikah. Dari mana kamu tau? Jangan prank mama" kata Sita.
"Ya udah kalo mama ga percaya, coba tanya papa" jawab Leo.
Sita langsung menatap suaminya dan menunggu jawabannya.
"Ekhem" Yudah membersihkan tenggorokannya yang terasa gatal.
"Ada tugas yang garus dia selesaikan di sana ma" jawab Yudha.
Yudha memberikan jawaban yang ambigu, tugas yang dimaksud adalah hubungan Friday dan Louis sedangkan Sita mengira bahwa itu adalah tugas kantor. Sita beranjak dari tempat duduk dan menghampiri Leo. Dengan sekuat tenaga, dia memukul punggung anak yang telah memberinya seorang cucu itu.
"Awww maaaaa, sakitttttt" teriak Leo.
"Rasakan, udah jadi orang tua tapi masih hobby ngusilin orang tua kamu" jawab Sita.
Keyra yang melihat adegan penganiayaan papanya langsung saja protes pada neneknya. Mereka mengajarkan Keyra untuk tidak memukul orang lain karena itu hal buruk tapi malah mereka sendiri yang bertindak seperti itu.
"No oma, no. Pukul papa no" protes Keyra.
Keyra menghampiri neneknya agar neneknya minta maaf kepada papanya. "Maaf papa, oma" pintanya sambil menarik tangan Sita. Keyra juga diajarkan untuk minta maaf kalau berbuat salah, dari penglihatannya neneknya yang salah sehingga meminta keadilan untuk papanya agar neneknya minta maaf.
Leo tertawa puas melihat kenerja anaknya, Sita lupa bahwa tahta tertinggi di rumah ini sudah bukan lagi miliknya tapi milik Keyra dan Keyra selalu membela papanya.
Sita berusaha membela diri dan memberi pengertian kepada Keyra. "Papa kamu nakal sama oma, makanya oma memberi sedikit pelajaran. Tadi oma hanya pura pura memukul papamu kok".
"No Key, papa tidak pernah nakal ke oma. Oma pukul papa beneran, punggung papa sakit. Huaaaaaaa" Leo pura pura menangis.
"Janan nais papa, janan nais. Omaa, maaf papa" Keyra ikut menangis melihat papanya menangis. Amora yang menyaksikan drama itu hanya menghela nafasnya panjang. Sedangkan Yudha tidak mau tau, dia makan dengan tenang. Dia sudah biasa melihat drama seperti ini.
Dengan sangat terpaksa dan demi perdamaian di muka bumi ini, Sita meminta maaf pada papanya Keyra. Leo tersenyum karena kemenangan mutlak didapatkannya melalui orang dalam. Keyra memeluk papanya dan mengelus punggung papanya dengan sayang.
Selesai sarapan pagi penuh drama, Leo mengikuti papanya ke ruang kerja. Yudha risih melihat tatapan menelisik Leo terhadapnya. Dia berusaha menghindari Leo tapi Leo selalu mengikuti ke mana pun Yudha pergi. Seperti seekor anak ayam yang hilang mencari induknya.
"Kamu kenapa sih, dari tadi ngikutin papa" tanya Yudha. Yudha duduk di sofa yang ada di ruang kerja itu.
"Emang papa tidak tau" balas Yudha.
"Sudahlah pa, jangan pura pura. Aku tau papa mengetahui siapa perempuan yang di sukai Louis kan" kata Leo.
"Sejauh mana kamu mengetahuinya? Dan siapa yang memberitahumu?" tanya Yudha. Yudha bergerak ke arah pintu dan mengunci pintunya. Dia takut istrinya akan masuk ke ruangan dan mendengar pembicaraan mereka.
Melihat reaksi papanya, Leo menebak jika banyak rahasia yang belum dia ketahui. Pertanyaan kenapa papanya tidak melarang Louis mengejar Friday sampai ke negara WX padahal mereka tau bahwa status Friday saat ini adalah tunangan Christian.
Setelah Yudha kembali ke tempat duduknya, Leo mengungkapkan semua yang dia ketahui. Yudha menanggapi Leo dengan menganggukkan kepalanya saja. Sesekali menghela nafasnya panjang.
"Papa bingung harus cerita mulai dari mana. Ini sudah semakin rumit" kata Yudha. Yudha pergi ke arah sebuah lukisan, dia menggeser lukisan tersebut. Terdapat brankas di balik lukisan tersebut. Dia menekan pinnya dan brankas terbuka. Bukan uang ataupun emas, Yudha mengambil banyak map yang tersimpan di dalam.
Dia menyerahkan semuanya kepada Leo "Baca sendiri, papa malas menceritakannya karena terlalu panjang. Bila dibuat sinetron bisa sampai 9 season. Ini intinya saja" kata Yudha.
Leo menerima tumpukan map itu, "Aku mulai dari mana pa?" tanyanya.
"Tuh kan, sudah ku bilang susah memulainya dari mana. Pokoknya baca saja mulai dari mana saja dan jangan ada yang terlewatkan sedikitpun. Semua akan berhubungan" jawab Yudha.
Yudha pergi ke meja kerjanya dan mulai menyibukkan dirinya sedangkan Leo membaca file yang ada di kumpulan map itu dengan serius. Banyak fakta dan info baru yang dia ketahui hanya dengan 1 lembar file. Dalam 1 map terdapat banyak lembaran file sedangkan papanya memberinya banyak map. Bisa dibayangkan sebanyak apa file yang ada dan info yang akan dia ketahui.
Sejam berlalu, Leo masih serius dengan file filenya dan Yudha juga serius dalam tidurnya.
"Pa, apakah mama tau hal ini?" tanya Leo sambil memperlihatkan sebuah File.
"Astaga dia tidur" guman Leo.
"Papaaaaaaa" panggil Leo.
"Berisik" saut Yudha.
"Papa bukan tidak tau dari mana menceritakannya kan? Papa hanya malas dan ingin tidur. Sumpah papa menyebalkan" keluh Leo.
"Nah itu kamu sudah tau, jadi jangan ganggu. Papa masih ngantuk" jawab Yudha.
"Aku panggil mama ya" ancam Leo. Yudha hanya mencebik.
"Mama tau yang ini?" tanya Leo lagi.
"Iya, mama tau" jawab Yudha singkat.
Leo masih menunggu kelanjutan dari Yudha tapi Yudha kembali memejamkan matanya hendak tidur.
"Paaaaaa, aku menunggu kelanjutannya loh" keluh Leo.
"Astaga mengganggu saja, iya mama kamu tau. Itu cara yang kami ambil agar Louis bisa selamat dan itulah kenapa mamamu tidak suka dengan Caleb. Baca semua dulu baru simpulkan sendiri. Jangan ganggu lagi" jawab Yudha.
Leo hanya mengelus dada dan kembali membaca info penting dan rahasia itu.