Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Jeanne Wetennov Part 3



"Lanjut, ini kayak kisah di novel novel yang sering dibaca sama Friday" tambah Frizzy.


"Selain gentle, dia juga berpengetahuan luas. Dia bisa bertahan hidup di hutan dan memanfaatkan semua bahan yang di hutan dengan efektif, aku semakin mencintainya dan kadar ketampanannya juga semakin meningkat di mataku. Setelah makan, dia mengirimkan sinyal kepada pada anak buahnya. Jadi yang kami lakukan di gua itu hanya menunggu bantuan hingga tertidur. Di tengah malam, dia mulai mengigau dan menggigil, dia hipotermia. Aku membantunya melepas jaket dan pakaiannya yang basah karena salju. Api unggun yang dia buat tidak cukup menghangatkan tubuhnya, jadi aku juga membuka pakaianku. Kalian tau kan teknik skin to skin, menyalurkan panas ke tubuh yang lebih dingin melalui kulit. Jadi kami saling berpelukan berharap dia bisa merasa hangat dari tubuh kami yang saling bersentuhan. Tapi sayanganya itu juga tidak cukup".


"Jadi apa yang kamu lakukan?" tanya Frizzy, sebenarnya mereka sudah bisa menebak kelanjutan cerita Jeanne jika mereka akan berbuat di hutan.


Dengan wajah yang sudah memerah, Jeanne kembali bercerita. "Aku menaiki tubuhnya yang sudah telan*jang dan memper*kosanya", Jeanne menutup wajahnya karena malu.


Mereka kembali tertawa, tidak menyangka jika Jeanne yang memper*kosa Wetennov. Jeanne merupakan teman mereka yang paling kalem dan pendiam, dia juga adalah orang yang sangat berpegang teguh pada nilai nilai kebenaran. Mendengar pengakuan Jeanne yang berubah menjadi perempuan liar demi menyelamatkan Wetennov membuat teman temannya tertawa bahagia.


Tiba tiba saja Alexa diliputi rasa bersalah kembali. Alexa tidak tau jika perbuatannya 3 tahun yang lalu berdampak juga pada semua teman temannya. Hanya karena diliputi oleh rasa iri dan dengki serta kesalahpahaman. Awalnya dia hanya menanrgetkan Friday tapi berujung dirinya yang dipaksa melayani naf*su beja_t mantan sugar daddy nya hingga dia tidak bisa lagi lepas dari bayang bayangnya. Frizzy juga harus terikat dengan Kelvin anak serta pewaris klan mafia karena pada malam itu mereka juga melakukan hubungan suami istri yang tidak seharusnya dilakukan.


Begitupun dengan Shelly yang harus menjadi tumbal untuk melayani pria hidung belang yang mereka sewa untuk menghancurkan Friday. Friday juga harus menghilang dari negaranya dan bersembunyi di negara lain, dia meninggalkan perusahaan yang dia bangun susah payah. Sekarang dia baru tau jika Shelly menghilang karena ada kaitannya dengan perbuataannya dulu. Dia diculik dan disekap, bahkan dianiaya dan dituduh sebagai dalang. Dan kini dampak terbesar adalah Amora yang menghianati teman, dan perusahaannya sendiri.


"Maafkan aku Jean, itu semua karenaku yang menyebabkan kamu diculik hingga berakhir seperti itu" ucap Alexa menundukkan kepalanya.


"Maksudmu apa Lex?" tanya Jeanne. Akhirnya Alexa menceritakan jebakan yang dia buat untuk Friday 3 tahun lalu saat mereka liburan untuk memperingati 7 tahun mereka berteman. Hal itulah yang menyebabkan Jeanne terkena dampak buruk juga.


"Bagaimana perasaanmu setelah melakukannya?" tanya Frizzy menggoda Jeanne bermaksud mencairkan suasana kembali.


"Awalnya sih sakit tapi makin lama rasanya enak dan bikin candu" jawab Jeanne yang disambut tawa oleh temannya. Akhirnya teman mereka yang paling alim ikut berotak mes_um.


"Setelah kejadian itu hubungan kami tidak lagi sama. Sebelumnya kami hanyalah dua manusia yang tidak saling kenal, bertemu karena kesalah pahaman lalu berkembang menjadi pasangan palsu yang sengaja saling memanfaatkan tapi berakhir jadi saling melengkapi. Dari awal kami bertemu aku sudah jatuh hati padanya, walaupun saat itu aku diculik dan beberapa anggotanya memperlakukanku dengan buruk tetap saja aku tidak menyesal. Jika diulang kembali aku akan tetap memilih diculik olehnya" lanjut Jeanne.


"Bucin" ejek Friday.


Jeanne hanya mengangkat bahunya tanda tak begitu acuh pada ejekan yang dilontarkan Friday.


"Aku penasaran dengan ekspresi uncle setelah kamu mengambil inisiatif untuk menidurinya Jean. Apakah datar seperti biasanya?" tanya Frizzy.


"Ah aku masih ingat dengan sangat jelas ekspresi wajahnya saat aku menugganginya"