
Perekrutan mahasiswa tingkat akhir IICT oleh Scaff Grup sudah dimulai sejak 3 bulan lalu kedatangan Christian ke yayasan Scaff. Alexa juga menjalankan tugasnya sebagai pendamping untuk mahasiswanya yang mengikuti proses recruitment yang dilakukan di Scaff Tower yaitu kantor pusat milik Scaff Grup.
Selama 3 bulan ini juga, Christian dan Alexa intens bertemu dan berkomunikasi. Mereka mulai dekat satu sama lain. Tidak ada penolakan dari kedua belah pihak, sepertinya alam semesta pun mendukung kedekatan mereka. Pamannya Caleb, keluarga bibinya Sita dan bahkan mamanya setuju dengan niatan Christian mendekati Alexa.
Christian sudah yakin dan mantap dengan pilihannya mendekati Alexa dan semakin menyayangi perempuan itu. Dia juga sangat mengaguminya perempuan mandiri itu, jarang sekali ada anak konglomerat yang bekerja di luar perusahaan ayahnya.
Christian dibutakan oleh rasa tanggung jawab dan rasa cinta yang berujung obsesi, dia tidak lagi menggunakan kewarasannya yang selalu mencari tau latar belakang seseorang. Dia masih meyakini apa yang dia lihat dan dengar, makanya sampai sekarang dia tidak tau kenyataan bahwa Alexa bukanlah dari keluarga Alcantara.
Christian memiliki rencana mengajak Alexa kencan secara resmi dan saat itu juga akan meminta Alexa untuk menjadi pacarnya dan meresmikan hubungan mereka.
Hal ini diketahui oleh sekretaris Anthony dan segera melaporkannya kepada majikannya. Anthony terlihat marah mendengar kabar itu. "Berani sekali si kuyuk itu mempermainkanku dan keluarga Alcantara. Di saat kakeknya berjuang membujuk Friday, dia malah sibuk mengejar perempuan lain. Dia tidak memiliki usaha dan berjuang untuk perjodohan ini padahal dia yang minta sendiri".
"Sekarang siapkan penerbangan ke negara WX. Kita paksa Friday sampai mau, kita tak akan pulang sebelum si perempuan menyebalkan itu menyerah dan mengikuti perjodohan ini. Saya terlanjur menyukainya. Selidiki juga latar belakang perempuan bernama Alexa itu, sepertinya dia punya backing yang berpengaruh dan lakukan secara hati hati" perintah Anthony kepada sekretarisnya.
Sekretarisnya melakukan perintah tuannya saat itu juga dan mereka berangkat ke negara WX keesok harinya. Sedangkan Christian yang sedang kasmaran meminta Jose untuk mengosongkan restoran di rooftop hotel untuk dijakan tempat menyatakan cintanya kepada Alexa.
"Kosongkan SkyLounge dan pub juga. Pastikan semua area rooftop kosong dan tidak ada yang mengganggu acara katakan cinta ini" titah Christian.
"Tapi tuan, hari ini adalah weekend dan anda tau angka reservasi dan pengunjung rooftop meningkat saat weekend. Bagaimana dengan tamu yang sudah reserve jauh sebelumnya? Kita harus memikirkan kepuasan pelanggan kita" jawab Jose.
"Batalkan semua reservase dan kalau perlu ganti rugi. Bilang saja ada renovasi karena kejadian tidak terduga. Aku tidak mau tau, lakukan sekarang" Christian pergi meninggalkan Jose yang sedang pias.
"Dia yang jatuh cinta, kenapa aku pulak yang repot" gerutu Jose dalam hati.
Alexa yang saat ini sedang berada di ruang kerja Caleb menerima sebuah chat dari Christian.
✉️ To Alexa:
'Hai Lex, apakah malam ini kamu ada waktu? Bisa kita bertemu? Aku ingin menyampaikan sesuatu'
✉️ To Christian:
'Hai kak, ada apa kak? Apakah ini mengenai pekerjaan? Katakan saja sekarang'
✉️ To Alexa:
'Bukan Lex, ini bukan tentang pekerjaan. Ini murni urusan pribadi, bisa kita bertemu saja Lex? Ini akan lebih enak bila dibicarakan face to face'
✉️ To Christian:
'Baiklah kak, dimana dan jam berapa?'
✉️ To Alexa:
'Makasih Lex, di Rooftop Scaff Hotel malam ini jam 7. Sampai ketemu di sana ya'
✉️ To Christian:
'Baik kak, sampai ketemu nanti'
Christian senang bukan main, dia sampai berteriak karena bahagia. Dia tersenyum sepanjang jalan dan sepanjang waktu. Dia menelepon Jose hanya untuk mengatakan agar Jose melakukan pekerjaannya dengan sungguh sungguh dan memastikan semuanya sempurna dan romantis.
Hal ini malah membuat Jose terganggu karena harus bekerja keras di saat weekend. Walaupun demikian, Jose melakukan tugasnya sebaik mungkin walaupun hatinya kesal. Semakin dia bekerja dengan bagus semakin besar pula jumlah bonus yang akan menambah pundi pundinya.
Setelah persiapan 'katakan cinta' bossnya seleesai, Jose menghubungi bossnya untuk menyampaikan berita bahagia itu. Tidak lupa juga dia mengabadikan rooftop yang kini sudah disulap menjadi tempat romantis sebagai bukti bahwa pekerjaannya sudah selesai dan menunggu penilaian dari sang boss.
Christian menyukai hasil kerja keras Jose yang mengubah tempat itu jadi seperti yang dilihatnya dari foto yang Jose kurim. Dia sangat puas. Setelah menutup panggilannya, tidak lama kemudian notif di telepon genggamnya. Segera dia membukanya, siapa tau itu penting dan ternyata sangat penting.
Itu adalah notif dari bank yang menginfokan bahwa ada uang masuk ke rekeningnya. Jose yakin bahwa dia menerima uang transferan dari bossnya sebagai bonus untuk kerja lemburnya hari ini. Setidaknya weekendnya terlewati dengan tidak sia sia bukan?
Masih jam enam sore, Christian telah rapi dengan stelan semi formalnya. Dia memakai celana jeans hitam dengan atasan kemeja putih. Tampilan yang cukup casual dan sederna tapi tetap menawan. Dia menunggu Alexa datang karena Alexa tidak mau dijemput.
Sambil menunggu, Christian merangkai kata kata yang akan dia ucapkan kepada Alexa. Menyusun kata demi kata menjadi sebuah untaian yang indah. Sesekali dia membuka novel panduannya untuk mendekati perempuan. Tidak sadarkah dia bahwa kelakuannya terlihat alay, bahkan susunan kata katanya terdengar lebay.
Jose yang diminta berpura pura sebagai Alexa pun menahan rasa mualnya mendengar kata kata cinta dari Christian. Dia dari tadi ingin muntah. Tapi apalah dayanya yang tidak bisa menyampaikan kritik karena sang tuan tidak memperbolehkannya berbicara. Dia hanya simulator dalam sesi gladi resik ini. Sesekali Jose merinding melihat tatapan mata Christian yang penuh dengan cinta tapi sayangnya telinganya sangat perih mendengar penuturan lebaynya.
"Maaf tuan, katanya nona Alexa sedang menuju ke sini" sela Jose di tengah gladi resik itu.
"Apa? Kenapa cepat sekali, aku belum latihan semua kata katanya. Bagaimana ini?" Christian panik.
"Sudah 1 jam tuan latihan ungkapan cintanya dan katanya itu belum semua? Aku saja yang mendengarnya hampir gila saking panjang dan lebaynya. Semoga dia lupa semuanya dan tidak membuat nona Alexa kabur atau bahkan tertidur di tengah pidato itu. Dan semoga tuan tidak ditolak karena perjuanganmu menghapal 1 novel hanya demi ungkapan cinta tidak sia sia" kata Jose dalam hati.
"Saya akan jemput nona Alexa ke depan lift tuan. Anda bisa bersiap sebentar" Jose pamit dari hadapan tuannya.