
"Ssttt jangan menangis, aku tidak tega melihatmu seperti ini" Frizzy menghapus jejak air mata di wajah Alexa.
"Aku malu mengakuinya Zy, aku terlalu hina" jawab Alexa yang masih terisak.
"Tidak, kamu tidak hina. Kamu masih sahabat kami yang paling tangguh" Frizzy mencoba menghibur.
"Untung Friday tidak di sini, bisa bisa dia cemburu karena kamu memujiku seperti itu" Alexa tersenyum.
"Hah si narsis itu" jawab Frizzy. Akhirnya mereka tertawa walaupun wajah mereka masih belum kering dari air mata.
"Jadi maukah kamu berbagi denganku untuk meluruskan kesalahpahaman kita? Tapi kalau tidak ingin juga tidak apa apa" tapi Frizzy berharap Alexa mau bercerita alasannya melakukan kejahatan itu.
"Aku takut setelah kamu mengetahuinya kamu akan memutuskan pertemanan kita" tanya Alexa ragu ragu.
Frizzy menggeleng. "Kita akan tetap teman, aku janji".
"Baiklah apa yang ingin kamu ketahui, aku akan jujur padamu" ucap Alexa.
"Apa benar kamu yang meracuni semua minuman di hotel itu dengan obat afrodisiak?" tanya Frizzy. Wajahnya kini cemas menunggu jawaban konfirmasi dari Alexa. Anggukan dari Alexa membuat air matanya kembali mengalir. Sebisa mungkin Frizzy menahan diri agar tidak marah, walaupun kekecewaan melandanya.
"Ke... huft...kenapa?" tanya Frizzy dengan suara serak menahan tangis.
"Maafkan aku" jawab Alex.
"Apa yang membuatmu sampai seperti ini Lex. Aku hanya tidak percaya kamu berbuat sejauh itu. Sepetti ada dendam menahun yang kamu sembunyikan" Frizzy mencoba menebak alasan Alexa berbuqt seperti itu.
"Banyak hal kecil yang Friday lakukan hingga membuatku sakit hati Zy, hal itu lama kelaman semakin menumpuk hingga akhirnya saat itu meledak begitu saja. Kamu pasti tidak mengerti bagaimana rasanya" Alexa menunduk.
"Sejauh ini aku tidak pernah melihat Friday berbuat seperti itu padamu Lex. Bahkan dia sangat mengagumimu dan ingin menjadikanmu kakak" sela Frizzy.
"Kalau dia memang mengagumiku dan ingin menjadikanku kakak, kenapa dia malah meninggalkanku dengan senyum begisnya dulu" Alexa mengingat masa lalu yang membuatnya mulai dendam kepada Friday.
"Kapan? Dia tidak pernah meninggalkanmu, dia selalu membantumu. Senyum bengis? Dia selalu menampilkan senyum penuh ketulusan padamu? Kenapa tidak pernah melihatnya?" Frizzy terpancing emosi.
"Saat itu, saat kejadian di kantin dulu. Saat aku tidak sengaja menabrak kak Vemola. Dia ada di sana melihatku tapi malah pergi setelahnya. Bahkan senyumannya sangat menakutkan. Shelly juga ada di sana dan berkata jika Friday menginginkanku membawakannya minuman. Apa dia pikir akj pembantunya? Apa kamu tau karena hal itu cacian apa yang ku dapat dari kak Vemola? Katanya aku hanyalah babu Friday. Sekali babu tetap akan jadi babu" Alexa menangis mengingat kejadian itu.
"Lex, kamu tau siapa yang menolongmu agar lepas darikak Vemola saat itu?" tanya Frizzy.
"Kamu salah Lex. Friday yang membantumu. Kamu tau kenapa bisa kak Leo datang ke kantin?" balas Frizzy.
"Bagaimana bisa?" Alexa terkejut dengan perkataan Frizzy.
"Dia segera pergi dari kantin bukan meninggalkanmu tapi menemui kak Leo ke kelasnya. Dia berlari sekuat tenaga hingga menabrak beberapa senior tapi dia tidak peduli. Tujuannya adalah menemui Leo untuk meminta tolong agar membantumu mengatasi kak Vemola. Dia tidak ingin terlihat di kantin dan membantumu secara langsung karena takut jika kak Vemola akan semakin membencimu dan membenarkan perkataannya yang mengatakan kamu adalah babunya jika dia ikut campur. Aku tau ini bukan karena Friday bercerita tapi karena Kelvin menyaksikannya sendiri. Bahkan Kelvin juga meretas cctv kantin memberikan bukti itu padaku. Mengenai Shelly, jelas dia dari awal ada di sana dan hari itu Friday dan Shelly belum bertemu setelah dari kamar asrama. Bagaimana bisa Friday menyampaikan pada Shelly jika dia ingin kamu mengambilkannya minum?" jelas Frizzy.
Alexa terdiam, merenungi semua kejadian dulu.
"Tapi kak Vemola sampai memakiku seperti itu karena dia dan Friday bermasalah. Tidak pantas kan aku mendapat perlakuan seperti itu?" Alexa mencoba membela diri.
"Kamu pantas mrndapatkannya. Bahkan harusnya lebih dari itu" jawab Frizzy.
"Apa karena aku miskin jadi kamu bisa berkata seenaknya seperti itu?" Alexa mulai tidak bisa mengontrol emosinya.
"Iya kamu miskin. Kamu miskin akhlak. Sampai detik ini pun kamu belum mengucapkan satu kata maaf untuk kak Vemola. Jelas kamu salah tapi apa yang kamu lakukan? Kamu diam dan menunggu bantuan. Kak Vemola menunggu kata maaf darimu tapi dia tidak dapatkan makanya sampai memakimu seperti itu. Kamu bersikap seolah olah kamu korban, tapi lihatlah dan renungi kamu bukan korban Lex" ucap Frizzy tajam.
Alexa serasa ditusuk dengan belati tepat di ulu hatinya. Sekarang dia menyadari kesalahannya dulu, dia berpikir jika tidak ada yang memperdulikannya dan banyak orang mengucilkannya karena dia miskin harta tapi nyatanya karena dia sendiri yang tidak berperilaku baik. Bagaimana bisa dia dulu melupakan permintamaafan pada Vemola. Alexa menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia malu melihat Frizzy.
"Dari sifat kak Vemola yang pendendam, harusnya dia akan selalu mengejarmu dan menjadikanmu target bullyannya. Tapi selama ini tidak ada yang dia lakukan bukan? Kamu tau kenapa?" tanya Frizzy kembali. Frizzy ingin Alexa tau semua kejadian di belakang Alexa.
"Kak Leo mengancamnya bukan?" Alexa menerka tapi sayangnya terkaannya salah karena Frizzy menggelengkan kepalanya.
"Friday datang menundukkan kepalanya dan meminta maaf pada kak Vemola mewakilimu" jelas Frizzy.
"What?" Alexa terkejut dan merasa tidak percaya jika Friday melakukannya.
"Ya cewek arogan itu melakukannya demi kamu Lex. Bahkan dia meminta ayahnya ubtuk melakukan investasi di perusahaan milik ayah Vemola sebagai syarat agar Vemola tidak akan mengganggumu lagi di kampus" jelas Frizzy lagi.
Alexa semakin terkejut, ternyata the untouchable ice pricess yang dia kenal tidaklah benar benar dia kenal sepenuhnya. Dan demi dirinya Friday mau berkorban banyak hal termasuk harga diri yang selalu dia agung agungkan.
"Zy, saat itu aku lemas dan tidak bertenaga bahkan aku syok. Aku ingin kalian menemaniku tapi kalian tidak ada hanya Shelly yang selalu di sampingku. Tidak mungkin Shelly akan membohongiku saat di kantin kan?" Alexa masih ingin menyangkal jika Friday sebaik itu dan Shelly bukanlah pembohong.
"Ah iya, aku baru ingat kejadian itu dan setelah dipikir pikir sepertinya Shelly memang berniat ingin memecah belah kalian berdua deh. Saat itu Shelly malah melarang kami untuk menghampiri dan menemanimu di asrama. Dia berkata jika kamu tidur dan tak ingin diganggu" jawab Frizzy mengatakan sejujurnya.