Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Lahir



"Sekarang kamu sudah tau, kenapa masih berdiri di sana? Kamu mau melahirkan juga" tanya Frizzy yang dibuat kesal karena calon suaminya itu sangat cerewet.


Alexa yang menahan rasa sakit tidak bisa menahan ketawa memikirkan situasi mereka saat ini. Akhirnya dengan rasa sakit dia tertawa. "Tolong jangan melawak saat saat seperti ini. Aku sudah tidak tahan" katanya.


"Sekarang apa yang harus ku lakukan? Aku baru pertama kali menghadapi situasi seperti ini. Apakah sakit Lex" tanya Kelvin.


"Nanti saja bertanyanya, semuanya akan dijawab kok. Sekarang kamu ke sini, tolong pegangi Alexa menggantikanku" kata Jeanne lagi.


"Lalu kamu ngapain?" tanya Kelvin. Dia tidak terima dia baru datang langsung diminta membantu memegangi Alexa.


"Aku membantu suster di sini menggantikan Friday. Friday kamu istirahatlah, dari tadi kamu bekerja terus dan tidak pernah berhenti. Ingat kamu tidak boleh terlalu lelah karena ada seseorang yang bergantung padamu saat ini" jawab Jeanne.


Cepat cepat Kelvin berpindah tempat ke samping Alexa. Walaupun ini sangat int*im dan s*ensitif, dia akan melakukannya bukan karena murni ingin membantu Alexa, tapi ingin membantu Friday agar dia bisa beristirahat. Bagaimana pun juga, Louis sudah menyerahkan tanggung jawab padanya untuk membantu Friday dan menyelamatkannya jadi dia harus melakukan tugasnya itu.


Friday yang memang sudah merasa lelah segera menjauh dari sofa dimana Alexa berbaring. Melihat Friday yang masih berdiri membuat Kelvin segera bergegas menggeser sofa yang berada di seberang tempat Alexa berbaring menjadi ke sudut ruangan. Dengan cekatan Kelvin juga membuka sandaran sofa itu sehingga berbentuk tempat tidur. Dengan begitu tempat beristirahat Friday jadi luas dan bisa membaringkan tubuhnya yang lelah.


Kelvin juga melakukan hal yang sama pada sofa dimana Alexa berbaring. Walaupun sangat risih karena beberapa bagian tubuh Alexa saat ini terpampang nyata tapi baik Kelvin dan Alexa hanya bisa pasrah dengan keadaan darurat ini. Tempat mereka saat ini sudah luas dan lebar memudahkan mereka bergerak.


Suster segera memberikan istruksi tugas pada mereka masing masing. Kelvin diminta untuk membatu menyemangati Alexa dan menjadi tempat Alexa melepaskan rasa sakitnya. Frizzy di bagian perut Alexa membantu Alexa mendorong perutnya saat proses lahiran sedangkan Jeanne akan menjadi asisten si suster. Jeanne akan membantu menggendong bayi jika sudah lahir karena Jeanne jelas sudah pernah melahirkan sebelumnya jadi sedikit tau bagaimana prosedur melahirkan.


Karena telah diberikan tugas, Kelvin langsung menjalankan perannya sebagai penyemangat bagi Alexa.


"Ayo Lex berjuanglah, aku tau kamu pasti bisa. Jangan menyerah karna sebentar lagi kamu akan bertemu drngan bayimu. Jangan pikirkan hal lain harus fokus pada bayimu agar rasa sakitnya berkurang. Sekarang tarik nafas...lalu buang. Tarik nafas lagi dan dorong. Ayo dorong yang kuat Lex, kamu bisa dan pasti bisa. Yok bisa yok" ucap Kelvin.


Alexa mengikuti semua instruksi Kelvin dan mulai mengejan untuk mengeluarkan anaknya. Tapi suster yang membantu proses lahiran itu malah memarahi Kelvin.


"Maaf sus saya hanya terbawa suasana. Di film yang sering saya tonton kalimat kalimat seperti itu sering dilontarkan saat ada adegan wanita yang melahirkan, jadi saya ikutin saja hehehe" jawab Kelvin sambil cengengesan.


Suster, Jeanne dan Frizzy hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Kelvin. Kelvin begitu bersemangat saat memyemangati Alexa. Suster itu kembali memberikan briefing singkat pada Jeanne. Jeanne akan menerima bayi begitu dilahirkan dan langsung menjepit plasenta bayi dengan jepitan khusus.


Tiba tiba Alexa mencengkram kuat tangan Kelvin dan berteriak, Kelvin yang tiba tiba mendapat serangan juga ikut berteriak kesakitan. Suster langsung mengecek bagian bawah Alexa yang telah ditutupi kain. Dan benar saja dugaannya, bayi Alexa sudah siap untuk keluar. Kepala bayi kini sudah terlihat.


Suster meminta Alexa untuk mengatur pernafasannya kembali, dan meminta Alexa untuk mengikuti unstruksinya. "Ketika saya bilang dorong, ibu bisa mengejan ya bu dan mendorong bayinya keluar. Ayo tarik nafas.....lalu buang. Tarik nafas......dorong.....".


Kali ini Alexa mengikuti instruksi suster, tapi bukan hanya Alexa ternyata Kelvin juga ikut mengejan. Lagi lagi konsentrasi suster buyar karena ulah Kelvin yang ikut mengejan.


"Bapak tidak usah terbawa suasana dan tidak perlu ikut mengejan, cukup ibu Alexa saja ya pak. Bapak cukup meberikan semangat buat ibu Alexa" tegor suster itu. Kelvin mengangguk tanda mengerti akan tugasnya. Kali ini Kelvin meniatkan hatinya untuk konsentrasi.


Walaupun sebenarnya tidak mengerti, tapi Kelvin selalu memberikan kata kata yang positif untuk Alexa. Dia juga merelakan tangannya dicakar ataupun rambutnya dijambak oleh Alexa saat proses persalinan itu.


Frizzy yang melihat calon suaminya tak berdaya dan pasrah menerima setiap serangan Alexa pun hanya bisa menatap penuh rasa iba. Frizzy semakin merasa berhutang budi pada Kelvin. Frizzy berjanji dalam hatinya akan memperlakukan Kelvin dengan baik nantinya dan mau menerima lamaran Kelvin.


Friday sudah berbaring di sofa yang telah diubah menjadi tempat tidur itu. Walaupun diminta beristirahat tapi dia tidak benar benar istirahat. Bagaimana dia bisa iatirahat tidak jauh darinya ada temannya yang berjuang melahirkan anak bertaruh nyawa. Belum lagi suaminya yang sampai saat ini tidak mengabarinya lagi.


Friday menghubungi kakaknya namun tidak ada jawaban. Dia menghubungi pamannya dan sama dengan kakaknya tidak ada jawaban. Friday menghubungi ayahnya, setelah lama menunggu akhirnya ada jawaban.


Friday menanyakan keadaan mereka terlebih anaknya yang berada di bawah pengaaasan orang tuanya saat ini. Friday bersyukur mendapati kabar jika anak, orang tua dan sepupunya Brent, anak Jeane dan Wetennov juga bersama dengan mereka di tempat yang aman dan mereka baik baik saja. Friday menceritakan situasi darurat yang sedang dia hadapi dan Louis yang belum ada kabar sampai saat ini. Tapi orang tuanya meyakinkannya jika suaminya akan baik baik saja. Friday juga meminta agar ayahnya mengirimkan sekretarisnya dan membawa keperluan bayi Alexa ke rumah sakit. Jelas saja Kalino menyanggupi permintaan putrinya.


Tidak terasa Friday sudah berbicara lebih dari 30 menit dengan ayahnya melalui sambungan telepon. Friday pun tidak menyadari bahwa dia telah melewatkan detik detik perjuangan Alexa melahirkan bayinya. Hingga akhirnya terdengar suara nyaring tangisan bayi yang membuyarkan obrolan Friday dan ayahnya. Friday mengalihkan pandangannya pada bayi mungil yang masih berlumuran lendir bercampur darah itu.