
Setelah Keyra tidur, Leo keluar dari kamarnya meninggalkan Amora yang sedang berkemas untuk keperluan mereka selama liburan. Leo kembali ke ruang kerja ayahnya, dia masuk setelah mengetuk pintu dua kali dan suara Yudha mempersilahkan Leo masuk terdengar dari dalam ruangan.
"Aku dan Amora akan pergi berlibur ke negara WX besok" kata Leo.
"Kenapa mendadak sekali?" tanya Yudha.
"Aku pikir lebih cepat akan lebih baik. Aku sadar bahwa selama beberapa bulan ini aku mengabaikan Amora dan tidak tau apa apa tentangnya. Jadi aku mau memperbaiki hubungan kami yang renggang ini secepat mungkin" jawab Leo.
"Kenapa mesti negara WX?" tanya Louis terlihat sebal dengan pilihan Leo.
"Aku ingin merasakan suasana baru kak. Dan aku penasaran kenapa kakak betah di negara WX. Seindah apa negara itu hingga membuatmu mau meninggalkan pekerjaan sebagai dosen" sindir Leo.
"Oh iya aku lupa, bukan karena keindahan negaranya makanya kakak betah tinggal di sana tapi karena indahnya salah satu mahluk Tuhan yang tinggal di sana" kata Leo lagi dengan melirik jahil ke arah sang kakak.
"Ckk...." balasan dari Louis hanya decakan saja. Dia tau bahwa adiknya sedang menggodanya.
"Selalu ingat apa yang papa pesankan tadi. Jaga perkataan dan kontrol emosi" Yudha mengingatkan kembali pesannya kepada Leo dan disanggupi oleh Leo dengan anggukan kepalanya.
"Kak, bisakan kami tinggal di rumahmu saja selama kami di negara WX? Aku ingin suasana hangat dan intim dengan lingkungan yang nyaman bagi keluarga" pinta Leo.
"Tentu saja bisa, nanti aku akan minta tolong pada supir dan pengurus rumah untuk menjamu kalian selama di sana. Akan ada supir yang menjemput kalian di bandara" balas Louis.
"Terima kasih kak, kakak memang yang terbaik. Bisa sekalian minta nomor kontak Friday eh salah maksudku kakak ipar. Aku juga akan minta izin padanya" pinta Leo lagi.
Louis mengambil HPnya dan mengirimkan nomor kontak Friday ke Leo melalui pesan. Louis juga mengabarkan pada Friday bahwa Leo ingin menghubunginya dan akan tinggal di rumah mereka selama berada di negara A. Tidak menunggu lama, Louis mendapatkan balasan dari Friday yang kebetulan sedang online.
"Pa, minta tolong hubungi kakek, aku mau pakai jet pribadinya besok" titah Leo.
"Astaga, kamu yang mau pakai, kenapa papa yang minta. Kamu yang mau liburan kenapa papa yang repot. Urus sendiri urusanmu, merepotkan saja" tolak Yudha.
Leo berbalik menuju arah pintu, dia melangkah menjauhi Yudha dan berteriak memanggil mamanya.
"Stop, bodoh. Kamu mau kita ketauan sama mama?" Yudha kesal dengan tingkah Leo. Leo hanya mengedikkan bahunya.
Yudha segera mengambil HPnya lalu menekan nomor kontak mertuanya. Dia meminta mertuanya agar mau meminjamkan jet pribadinya untuk Leo gunakan besok. Anthony yang memiliki beberapa jet pribadi tidak mempermasalahkannya. Dia mengizinkan Leo terbang dengan salah satu jet nya.
"Sudah papa minta, sekarang apa lagi?" tanya Yudha.
"Terima kasih banyak pak Yudha Hampard yang terkasih, semoga Tuhan membalas segala kebaikan serta kemurahan hati bapak" ucap Leo mengejek ayahnya karena kalah darinya.
"Senangnya punya keluarga sultan, aku tidak harus mengeluarkan duit sepeser pun tapi bisa liburan ke luar negeri dengan pelayanan eksklusif" kata Leo sambil berlalu keluar dari ruang kerja ayahnya. Meninggalkan Yudha dan Louis yang tercengan mendengar pengakuan Leo. Mereka sadar bahwa Leo yang licik itu sedang memanfaatkan mereka.
"Halo" suara dari seberang telepon terdengar begitu panggilan tersambung.
"Halo kakak ipar, apa kabar" sapa Leo kepada wanita yang dihubunginya. Terdengar suara tawa Friday setelah mendengar sapaan Leo padanya.
"Jangan memanggilku seperti itu, sangat menggelikan" jawab Friday.
"Jadi bagaimana aku harus memanggilmu? kamu memang kakak iparku sudah seharusnya memanggil kakak ipar kan?" kata Leo lagi, sebenarnya lidahnya juga terasa geli memanggil Friday dengan sebutan kakak ipar. Apalagi mengingat masa masa kuliah dulu dimana dia selalu mendekati Friday dan mengejarnya. Setelah ditolak, dia akhirnya melabuhkan hatinya pada Amora. Dan sekarang mantan calon pacarnya itu menjadi kakak iparnya.
"Iya iya, terserah kamu saja. Ada apa adik ipar meneleponku malam begini?" balas Friday.
"Hahaha...ternyata geli mendengarmu memanggilku adik ipar" timpal Leo.
"Nah sudah ku bilang geli. Panggil nama aja seperti dulu. Memanggilku dengan sebutan kakak ipar akan membatasi komunikasi kita dan terasa canggung" pinta Friday.
"Baiklah Fri, kami akan pergi liburan ke negara WX. Aku menghubungimu ingin minta izin tinggal di rumah kalian selama kami di sana. Bolehkah?" tanya Leo.
"Tentu saja, emangnya si gunung kerikil itu tidak mengizinkanmu sampai kamu harus memintanya padaku?" tanya Friday.
Leo tertawa mendengar sebutan Friday kepada kakaknya. Gunung kerikil.
"Bukan, kakak setuju saja. Tapi aku ingin minta izinmu juga. Bagaimana pun itu rumah kalian jadi sudah sepantasnya aku minta pada kalian berdua" kata Leo.
"Ohhh..iya kalian bisa tinggal di sana. Nanti aku minta kepada ART dan supir di sana agar melayani kalian dengan baik. Jangan sungkan sungkan jika butuh sesuatu dari mereka. Mereka pasti akan membantumu" balas Friday.
"Terima kasih Fri, aku jadi merepotkan kalian" ucap Leo.
"Tidak perlu sungkan, aku senang bisa membantu" balas Friday. Setelah itu mereka terdiam cukup lama.
"Aku ingin minta maaf atas nama Amora karena membuat kekacauan di AFF" ucap Leo setelah lama terdiam menguatkan hatinya menghadapi Friday.
"Jangan seperti itu, semua sudah berlalu. Dan sekarang semua sudah baik baik saja" balas Friday. Friday tau dari Louis jika Leo tidak tau apa apa tentang perbuatan Amora. Friday tidak mau jika Leo yang minta maaf atas perbuatan yang tidak dia lakukan. Lagian semua sudah berakhir.
"Kalau boleh jujur, aku malu pada Frizzy, Kelvin terutama padamu. Aku benar benar menyesal tidak mengawasi Amora beberapa bulan ini. Jadi aku benar benar minta maaf pada kalian. Tolong kabari aku jika kalian butuh bantuan, aku ingin membantu" kata Leo kembali. Dia sangat malu dengan perbuatan istrinya yang tega menghancurkan kerja keras mereka sampai hampir bangkrut dengan alasan yang masih belum Leo ketahui.
"Yang lalu biarlah berlalu tidak perlu diungkit lagi, apalagi hal buruk seperti itu. Tolong jangan marah padanya. Dia hanya tidak tau apa yang terjadi sebenarnya" pinta Friday.
Perkataan Friday ini semakin membuat Leo malu dan kecewa. Sudah disakiti pun, Friday masih membela Amora. Dimana hati Amora kemarin sampai tega menyakiti orang sebaik Friday.
"Semoga liburan kalian menyenangkan" kata Friday mengakhiri sambungan telepon mereka.