Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Alexa pergi



Pagi hari Christian bangun dari tidurnya. Dia melihat sekeliling yang terasa asing baginya. Dia bangun dan duduk berusaha mengumpulkan nyawanya. Sisa sisa mabuk semalam masih berasa, membuat kepalanya sedikit pusing.


Dia memperhatikan sekelilingnya kembali, dan tersadar bahwa dia berada di kamarnya dulu yang sekarang ditempati oleh Alexa. Dia mendapati dirinya tanpa sehelai kain menutupi tubuhnya. Membuka selimut dan mencari sesuatu di atas tempat tidur. Dan benar saja dugaannya, terdapat sisa bekas percin*taannya dengan Alexa.


Christian meng*geram namun tanpa suara, dia merutuki kebodohannya lagi. Dia mencari cari potongan memori kejadian semalam dalam kotak kotak memorinya tapi tidak dia temukan. Dia hanya mengingat ketika dia mencium Alexa dan membawanya ke tempat tidur. Dia tampak menyesal melakukan perbuatan itu lagi dan dia juga tampak kecewa.


Dia kecewa pada dirinya karena tidak bisa mengontrol diri. Dia lebih kecewa lagi karena dia melakukannya di bawah pengaruh alkohol. Apakah kali ini dia akan kehilangan Alexa?


Takut kehilangan membuatnya malah kehilangan Alexa. Semalam sebelum dia mabuk, dia masuk ke kamar Alexa dan melihat pakaian Alexa sudah tersusun rapi dalam 2 koper. Dia benar benar takut Alexa akan meninggalkannya, dia menunggu kepulangan Alexa sambil meneguk minuman beralkohol.


Dia ingin mendinginkan kepalanya yang panas karena terus berpikir dengan cara meneguk alkohol tapi tidak berhasil malah membuatnya semakin overthinking. Alkohol pula yang mendorongnya memberanikan diri melakukan perbuatan tidak terpuji itu.


Christian bangkit dari duduknya, dia melihat koper Alexa sudah tidak ada di tempat, artinya Alexa sudah pergi meninggalkannya. 3 tahun lalu, dia juga melakukan hal yang sama kepada Alexa, dia meninggalkan perempuan itu dalam keadaan telan*jang. Dan sekarang hal itu berbalik ke dirinya, dia ditinggalkan dalam keadaan telan*jang dan saat sayang sayangnya. Inikah karma yang dia dapat?


Christian membersihkan diri dengan cepat, dia menghubungi sekretarisnya untuk mencari tau dimana Alexa berada. Dia keluar dari kamar Alexa setelah rapi dengan pakaiannya yang baru, sebagian barangnya masih ada di apartemen itu.


Di ruang tamu, Christian mendapat bogem mentah dari pamannya, Caleb. Caleb terus memukul Christian tanpa ampun dan mengumpati perbuatannya. Christian tidak melawan sama sekali, dia tau dia yang bersalah di sini.


"Baj*ingan, mati saja kauuuu. Dasar tidak berguna" umpat Caleb.


Setelah puas memberikan pelajaran kepada keponakannya, Caleb pergi tanpa sepatah kata pun. Caleb sangat marah terhadap keponakannya itu. Sudah jadi rahasia umum jika Caleb mengistimewakan Alexa, jadi wajar saja Caleb menghajar Christian karena berani menyentuh Alexa. Selain itu, Caleb juga melampiaskan amarahnya kepada Christian karena kebodohannya membuat harta keluarga Scaff terancam direbut oleh pihak lain yaitu Friday.


Christian mendapat kabar dari Jose mengenai keberadaan Alexa, tapi Jose mengatakan jika Alexa tidak bisa dilacak. Kemungkinan besar, Caleblah yang membantu Alexa untuk melarikan diri, hingga mereka tidak bisa melacaknya.


Christian berteriak frustasi karena bukannya memperbaiki hubungan malah merenggangkan hubungan. Kali ini dia akan benar benar hancur karena ketidakmampuannya. Sepertinya memang benar kata kakeknya jika dia tidak sekompeten Louis. Dia beruntung hanya karena dia keturunan Scaff. Dia beruntung karena ayahnya mewarisinya nama Scaff dan harta Scaff.


"Sh*it...Aku benar benar tidak berguna" sesalnya dalam hati. "Astagaaa apa yang harus ku lakukan" gumannya.


Christian tidak berhenti mencari keberadaan Alexa, dia menyewa detektif swasta yang terkenal handal melacak keberadaan seseorang. Dia juga mengawasi gerak gerik Caleb, dia yakin bahwa Caleb yang menyembunyikan Alexa. Selain itu, dia menjalankan perannya sebagai CEO dengan sungguh sungguh.


Sudah satu bulan berlalu tapi detektif yang dia sewa pun tak kunjung menemukan Alexa. Mata mata yang dia kirimkan untuk mengawasi Caleb juga melaporkan info yang tidak berarti baginya. Caleb tidak mengunjungi atau menghubungi Alexa selama ini.


Di sela sela jam kerjanya, Christian selalu mengecek hp nya. Itu dia lakukan untuk melihat apakah Alexa sudah membaca pesannya atau tidak. Tidak jarang pula dia mencoba menelepon Alexa. Walau dia tau bahwa itu sia sia tapi dia selalu melakukannya terus menerus dan menjadi kebiasaan.


Siang itu dia membuka HPnya dan melihat aplikasi chatnya, dia mengetik nama kontak Alexa. Betapa terkejutnya dia melihat dua centang biru, akhirnya Alexa membaca pesannya. Dan apa itu, Alexa sedang online.


Christian merasa berdebar, dia juga bingung harus bagaimana. Jika dia menghubunginya sekarang, takutnya Alexa akan menghilang lagi tapi jika dia mendiamkannya, itu berarti hubungan mereka berakhir.


Pelan dia membuka chat balasan dari Alexa dengan hati berdebar. Ternyata Alexa mengirimkannya 2 buah gambar. Gambar pertama sebuah stik kecil dan gambar kedua adalah gambar hitam. Dia tidak mengerti maksudnya apa.


Dia memanggil Jose ke ruangannya, dia menanyakan Jose arti gambar yang dikirimkan Alexa kepadanya. Tapi sayangnya Jose juga adalah manusia sejenis dengannya yang tidak mengerti arti gambar itu.


"Mungkin itu artinya perpisahan tuan. Lihatlah sebatang stik berarti kalian akan menjalani hidup sendiri sendiri sedangkan gambar buram gelap itu adalah anda akan menjalani hidup yang sangat gelap dan sendirian" jawab Jose.


Christian sangat kalut karena jawaban Jose dirasanya sangat masuk akal. "Apa yang harus ku lakukan?" tanya Christian kepada Jose.


"Hanya menerimanya dan mulailah hidup di kegelapan tuan" jawabnya lagi.


Christian mengeplak kepala Jose dengan sebuah buku tebal yang kebetulan berada di atas mejanya. Dia tidak terima Jose menyumpahinya seperti itu.


Suara ketukan pintu terdengar, Jose segera membuka pintu dan melihat orang yang mengetuk pintunya. Ternyata itu Sarah, sekretaris Christian di kantor. Sarah juga adalah rekan kerja Jose yang membantu Jose menyelesaikan tugas yang diberikan Christian.


Jose mempersilahkan Sarah masuk. Sarah langsung menyerahkan dokumen yang harus segera disetujui oleh Christian. Setelah mendapatkan tanda tangan Christian, Sarah pamit meninggalkan ruangan menuju devisi pemasaran untuk menyerahkan dokumen itu kembali.


Karena merasa pendapat Jose mengada ada, dia kembali memanggil Sarah untuk meminta pendapatnya mengenai gambar yang diberikan Alexa kepadanya.


"Sarah" panggil Christian.


"Iya tuan. Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Sarah sopan.


"Kemarilah" pinta Christian.


Sarah mengerutkan dahinya, dia takut dia melakukan kesalahan. Sarah adalah gadis cantik yang mandiri, sopan dan selalu ramah. Dia juga pintar dan cekatan dalam melakukan pekerjaannya. Dia tidak seperti kebanyakan sekretaris lainnya yang ingin menggoda atasannya. Dia jauh dari sifat perpelakoran.


Semakin dekat semakin sarah ketakutan. Keringat dingin tiba tiba membanjiri dahinya.


"Kamu kenapa? Apakah aku membuatmu takut?" tanya Christian.


"Ti..tidak tuan" jawabnya gugup.


"Coba lihat ini" Christian menunjukkan HPnya ke arah Sarah.


"Kamu tau apa artinya?" tanyanya kembali. Sarah mengangguk.