
Pesta telah dimulai. Banyak anak anak muda yang memenuhi tempat itu. Banyak dari mereka yang menari di lantai dansa. Live music, minuman mengandung alkohol dan non alkohol juga disediakan. DJ ternama Marsellow juga datang turut meramaikan dan memeriahkan pesta ulang tahun hotel.
"Wihh....benar benar kayak diskotik yah" kata Alexa
"Hooh...bedanya ini outdor dan diskotik indoor" jawab Shelly.
"Kok kalian tau? Kalian udah pernah ke diskotik?" tanya Kelvin.
"Udah dong. Hanya ingin menjawab rasa penasaran saja" jawab Shelly.
"Gila...lampu diskonya buat mata sakit" keluh Friday.
"Bukan style ku banget. Aku ga suka di sini. Kita duduk aja yuk, tuh ada meja kosong di pojok" ajak Frizzy.
"Iya..mending kita ke sana nungguin Jean" menyetujuai ajakan Frizzy.
"Kalian tunggu di sana aja, gue ama Shelly bakalan ke sana ikutan disko. Pokoknya hari ini harus lepasin kepenatan" kata Alexa.
"Kak Vin, ikut kita ga?" tanya Shelly.
"No, thanks. Gue ke sana aja, nyusul mereka" jawab Kelvin.
"Dasar bucin, udah ditolak juga masih ngejar. Selamat berjuang ya" Shelly dan Alexa memberikan semangat kepada Kelvin untuk mengejar cintanya.
"Usaha tak akan menghianati hasil" jawab Kelvin lantang.
Alexa dan Shelly sibuk menari di atas lantai dansa. Sedangkan Friday, Frizzy dan Kelvin memilih untuk duduk dan berbincang. Banyaknya orang berlalu lalang terutama laki laki yang menatap lapar ke arah mereka membuat mereka tidak nyaman. Apalagi keadaan tempat itu remang remang.
Sepertinya mereka sedang mencari mangsa yang bisa diajak untuk melepas hasrat semalam saja atau one night stand.
Di sisi lain, masih di restoran yang sama, ada Wetennov dan asistennya Kirein yang juga sedang menikmati makan malamnya sebelum ikut party.
Wetennov mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mengawasi gerak gerik semua orang yang mencurigakan. Selama seminggu belakangan ini, Wetennov merasa dia diawasi dan dipantau oleh musuhnya.
"Apakah sudah ada kabar dari team keamanan tentang situasi ini?" tanya Wetennov kepada Kirein.
"Laporan terakhir dari Riko semua aman bozz" jawab Kirein melanjutkan makan malamnya.
"Tapi firasatku berkata tidak, pasti ada yang salah. Tingkatkan penjagaan di sekitarku" perintah Wetennov yang semakin gelisah.
"Sepertinya bozz kena syndrom idol deh, tidak akan ada yang berani mengganggumu bozz. Lagian bozz tidak dikenal publik" Kirein menyindir bozznya yang rada aneh.
"Ckckck… turuti saja perkataanku. Lihat ke arah jam 5" titah Wetennov.bKirein langsung menoleh ke arah yang dikatakan oleh bozznya itu.
"Ya ampun, bisakah kamu melihatnya biasa saja? Kamu membuatnya terlihat tidak natural" Wetenov mendengus kesal akan tingkah asistennya. Tapi seperti biasa, asistennya tidak begitu peduli
"Kamu lihat tidak?"
"Apa bozz? Emang ada apa di sana? Menurutku biasa saja tidak ada yang janggal dan tak ada yang perlu dicurigai"
"Ckckck…lihat gadis itu"
"Hmmm cantik"
"Kenapa kau selalu membuatku naik darah"
"Kan memang cantik, bozz saja yang tidak normal"
"Ya Tuhann....kenapa ada orang seperti ini, apa maksud perkataanmu hah? Aku normal...sangat normal" Wetennov semakin kesal dan geram kepada asistennya itu karena Kirein seperti tidak percaya bahwa dia pria normal.
Wetennov dan Kirein masih berdebat tentang kejantanan sang bozz. Wetennov tidak terima dia dianggap gay* hanya karena tidak pernah mau dekat dengan wanita selain keluarganya.
Sedangkan Kirein sebenarnya percaya bahwa bozznya itu normal tapi dia senang membuat bozznya kesal karna rumor yang beredar di kalangan pengusaha. Kapan lagi seorang bawahan membully boss nya?
"Iya...iyakan saja biar cepat" guman Kirein tapi masih bisa didengar oleh Wetennov.
"Hei...." Wetennov menghela nafasnya dalam. "Pokoknya kamu harus percaya kalau aku normal".
"Kenapa mesti aku saja yang harus percaya Sedangkan orang lain merumorkan anda gay, anda tidak ambil pusing dan terlihat seperti mengiyakan bahwa anda menyimpang. Aku mulai curiga...apa jangan jangan anda begitu menyukaiku? Sampai anda tidak mau jauh dariku?" tanya Kirein.
"Jangan mengada ada kamu"
"Apakah itu salah satu cara agar menahanku di sisimu? Anda selalu menegaskan kalau anda normal hanya di depanku"
"What the hell are you talking about? Astaga...otakmu yang dangkal itu harus segera di cuci"
"Bozz...maaf jangan ganggu saya...saya masih menyukai lobang bukan batang"
Wajah frustasi Wetennov yang kehilangan kata kata adalah hiburan terbaik untuk Kirein. Kirein semakin menjadi jadi saja menggoda bozznya.
"Bagaimana caranya agar aku bisa menyakinkan otakmu yang tercemar itu bahwa aku normal?".
"Tiduri perempuan tadi hingga hamil. Setelah itu aku akan mempertimbangkan kalau anda memang normal".
"What? ...gilaaaaaaa. Ah sudahlah, terserahmu saja. Kau mau menganggapku normal atau tidak".
" Aku akan anggap anda gay* bozz. Jadi jangan dekat dekat denganku".
"Pergi sana pergi" Wetennov sudah kehilangan kata kata.
"Dih merajuk hehehe...." Kirein hanya terkekeh melihat bossnya yang sepertinya merajuk.
Akhirnya Wetennov benar benar menyerah meyakinkan sang asisten Kirein bahwa dia normal. Selama ini dia baik baik saja dengan gosip yang beredar, itu sama sekali tidak mempengaruhi kualitas dirinya mengelola perusahaan. Dia akan cuek dengan pikiran orang lain.
"Ah jadi lupa, kemana perempuan tadi?".
"Bozz mau menidurinya sekarang?".
"Astaga masih saja dibahas. Tidakkah kau merasa curiga dengan si perempuan itu?"
"Apa yang perlu dicurigai dari perempuan cantik dan sexy bozz?"
"Astagaaaa normalkan pikiranmu, jiwa dan ragamu perlu diruqiah" Wetennov semakin kesal dengan tingkah dan ucapan sang asisten yang menurutnya aneh.
"Ah...mungkinkah bozz curiga bahwa dia adalah sugar baby? Sugar baby siapa?" tanya Kirein penasaran.
"Jangan bercanda saat seperti ini. Kenapa perempuan itu selalu muncul di tempat yang sama denganku? Ckckck, Tidak mungkin ini suatu kebetulan kan? Mulai dari pesawat 4 hari yang lalu".
"Itu artinya jodoh bozz" Kirein menanggapi bossnya yang paranoid dengan candaan.
"Kau tau betul posisi kita saat ini sedang bahaya. Jadi selalu tingkatkan kewaspadaanmu".
"Tapi bozz, pengawal kita bahkan mata mata di sekitaran kota X sudah memastikan bahwa kita aman. Tidak akan ada yang tau kita di sini. Apalagi kita memakai pesawat komersil dan kelas ekonomi. Siapa yang sangka sang pebisnis ulung Wetennov mau naik pesawat untuk rakyat jelata?".
"Jadi relaks dan ayo nikmati partynya" Kirein meyakinkan sang boss untuk tidak mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Apalagi bossnya itu hanya mengandalkan firasat saja. Sangat tidak masuk akal menurutnya.
"Baiklah" Wetennov lagi lagi menyerah.
Perempuan yang mereka lihat sebelumnya adalah Jeanne yang sedang makan sendirian karena Leo dan Amora sudah kembali ke kamar hotel.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu