
"Kenapa malah memukulku lov, harusnya aku yang marah. Dan apa doamu tadi? Menghapus rasa cintamu? Bahkan untuk berkurang sedikit saja, aku tak rela. Aku selalu berdoa agar rasa cintamu semakin besar, kamu malah berniat menguranginya. Sungguh amat sangat terlalu sekali". Sunday mode lebay.
"Apakah selama ini aku kurang memuaskanmu hingga kamu menerima tawaran Alexa untuk melakukan hubungan itu? Katakan lov, dimana kurangnya si ular kadut tak tau diri itu hingga tak membuatmu puas? Bukankah dia sangat besar dan perkasa?"
"Oh God, apa kegiatan ular kadut bersarang di gua sudah tidak menarik? Tapi kenapa harus mencoba gesekan atar gua? Apa sekarang orientasi se*ks mu sudah berubah menjadi penyuka sesama jenis? Please jangan siksa aku lov, aku terlalu mencintaimu" Sunday menghiba.
Amanda Speechless mendengan penuturan Sunday, ingin marah tapi tidak bisa, akhirnya dia tertawa. "Apa yang kamu pikirkan sayang, hahaha si bodoh ini". Amanda masih tetap tertawa, kekesalannya meluap sudah. Ternyata mereka hanya salah paham.
"Tidak akan ada orang lain pengisi hati ini dan penghuni gua ini. Semua milikmu" tunjuk Amanda ke dadanya dan kemudian ke arah gua yang terletak di tengah kedua pahanya.
"Kamu salah paham sayang, tujuan Alexa ke sini menemuiku adalah untuk menjadi salah satu wanita malam. Sepertinya dia sangat putus asa dan membutuhkan uang dengan jumlah yang banyak dan dalam tempo yang secepat cepatnya. Bukan seperti yang kamu pikirkan" jelas Amanda tentang Alexa.
"Tidak semua orang sepertimu yang menemuiku untuk yang satu itu. Jadi buang pikiran kotormu jauh jauh" kata Amanda lagi.
"Syukurlah. Ku pikir kamu sudah menyimpang hahaha… but wait…. Tapi untuk apa Alexa menginginkan uang yang banyak dan cepat? Setauku dia sudah bekerja di Yayasan Scaff dan ku pikir gajinya juga cukup besar".
"Selama ini juga aku selalu melihatnya baik baik saja, bisa menyekolahkan adik adiknya bahkan membeli rumah. Pakaian yang dia kenakan juga terlihat tidak murah yah walaupun bukan barang mahal juga" tanya Sunday.
"Ayo kita bicarakan di tempat lain saja" ajak Amanda dan mereka beranjak dari depan ruangan kerja Amanda ke sebuah ruangan yang biasa digunakan para tamunya untuk memakai jasa anak anaknya. Karena merasa tidak enak menghalangi staff yang sedang bekerja.
Pikiran Sunday langsung teralihkan, si ular kadut mulai berdenyut perlahan bangun. Sunday menerkam Amanda, memeluknya dan menghempaskan tubuh mereka yang saling berpelukan ke atas tempat tidur.
Kalau sudah begini Amanda bisa apa, dia juga merindukan kunjungan si ular kadut ke guanya. Sudah seminggu mereka tidak melakukannya karena tamu bulanannya.
Sunday begitu terburu buru ingin menuntaskan hasratnya yang menggebu gebu hingga merobek dress hitam milik Amanda. "Hei, sabar sayang, pelan pelan. Aku tidak akan lari kemana mana lagian tidak akan ada yang mengganggu kita" ucap Amanda.
"Astaga… tidak bisa lov. Aku sudah menahannya cukup lama dan aku ingin merusak dandanan konyolmu ini" Sunday melanjutkan aksinya, dimulai dari mencium bibir Amanda dan tangannya bergerak tidak karuan meremas dada Amanda.
Tangannya mulai turun ke gua yang ditumbuhi rumput rumput liar diiringi mulutnya yang kini juga berpindah menciumi leher Amanda. Amanda semakin bergelinjang karna kepiawaian tangan Sunday yang bermain di pintu masuk guanya dan sekarang mulutnya sedang menyusu bergantian di kedua dada Amanda.
Untuk sesaat Amanda kehilangan akal sehatnya, tapi secepat mungkin dia mengendalikan pikirannya. Amanda mendorong Sunday agar menyingkir dari atasnya.
Sunday yang mendapat penolakan segera menghentikan aksinya "Kenapa lov? Bukannya kamu juga menginginkannya sebanyak aku menginginkanmu?" wajahnya mulai frustasi karena si ular kadut semakin berdenyut.
"Sorry sayang, I never mean it. Bagaimana dengan Alexa? Bukankah tujuanmu menemuiku untuk menanyakan gadis itu?" tanya Amanda.
"Astaga aku sampai lupa, itu karna kamu terlalu menggoda". Sunday meraih HPnya dari saku celana yang masih dia kenakan tanpa melepas kungkungannya kepada Amanda. Dia menelepon anak buahnya agar segera mencari tahu ada apa dengan keluarga Alexa. Kenapa Alexa sepertinya butuh uang sesegera mungkin.
"See… aku sudah mengurusnya, sekarang bisa kita lanjutkan? Hmm? Please" bujuk Sunday.
"Good. Thats my girl. Gaya apa yang akan kita praktekkan kali ini lov?" Sunday melanjutkan aksinya menggerayangi tubuh Amanda.
"Biar aku yang memimpin sayang, hari ini kamu hanya menikmati dan meneriakkan namaku sekeras mungkin" kata Amanda membalikkan posisi badannya dibantu oleh Sunday. Sunday terkekeh mendengarkan kalimat yang sering dia lontarkan kepada Amanda kini berbalik kepadanya.
Sekarang Amanda sudah berada di atas, dia duduk di atas paha Sunday yang tengah berbaring. Dia mulai menyentuh si ular kadut dengan tangannya. Amanda juga menggoda Sunday dengan menggoyangkan pinggulnya sehingga bergesekan dengan si ular kadut.
"Apakah kamu siap menerima serangan dariku sayang? Kalau kamu tidak kuat bisa angkat tanganmu dan sebut namaku 3 kali" kata Amanda.
Sunday tertawa, inilah yang paling dia sukai dari Amanda, perempuan itu paling tau apa yang dia butuhkan. "Cepat masukkan. Kita lihat siapa yang akan menjerit dan tumbang duluan" tantang Sunday.
"Siapa takut?" Amanda menerima tantangan Sunday. Dia menuntun si ular kadut memasuki guanya yang sudah becek dan meleguh "Ahhh... shh....".
Amanda menggoyang pinggulnya maju mundur secara perlahan kadang gerakannya ke atas dan bawah. Tangannya meraba dada sunday, sesekali menyentuh kacang mungil di pintu masuk sang gua. Wajahnya menengadah ke atas menikmati sensasi yang ditimbulkan penyatuan itu.
Semakin lama goyangannya semakin cepat, apalagi sekarang Sunday sudah duduk dan memeluk pinggangnya erat dan mulutnya sibuk mengulum buah dadanya. Dengan posisi ini, si ular kadut bisa menyentuh bagian terdalam gua dan itu membuat Amanda semakin tergelinjang.
Tidak lama Amanda berhenti menggerakkan pinggulnya dan menegang memeluk Sunday lebih erat. Dia seperti kena setrum listrik jutaan volt. "Ahhhhh shhhh hmmmmmmm" Sunday menghentakkan pinggulnya dari bawah dan menusukkan si ular kadut sangat dalam ke guanya.
Setelah getaran itu selesai, Amanda kembali mengatur nafasnya yang tersenggal, cup... dia mencium bibir Sunday "Ahhh itu luar biasa" katanya.
Sunday melap keringat yang bercucuran di wajah wanitanya itu. "Now its my turn", Sunday berdiri dengan Amanda yang masih di gendongannya. Sunday mulai melakukan permainannya, menghujami Amanda sambil berjalan ke arah dingding.
Sunday menyandarkan punggung Amanda ke dingding, dan pinggulnya mulai bergoyang lebih cepat. "oh yes yes yes" hanya suara jenitan keduanya yang terdengar di ruangan kedap suara itu.
Amanda kembali menegang karna sudah diambang batasnya, dia kalah dengan permainan Sunday yang luar biasa. "Ah Sunday ahhh yes dear ahhh"
Tidak lama Sunday juga menyusul Amanda melepaskan kecebongnya di gua Amanda "Arkkkk shhh".
Sunday kembali ke kasur dan menidurkan Amanda, dia kemudian berbaring di samping wanitanya dengan nafas yang masih terengah engah. Sunday membawa wanitanya ke pelukannya dan mencium keningnya dengan sayang. "See... kamu kalah lov hehehe" Sunday terkekeh.
"Kamu menyebalkan, kenapa ga mau mengalah sih?"
"Oh tidak bisa. Urusan yang lain bisa saja aku mengalah tapi tidak untuk urusan kunjungan gua".
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu