Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Jadi tetangga



Friday sebenarnya tidak mengetahui kejadian yang menimpa Alexa, dia hanya tau kalau orang tua Alexa diserang oleh sekelompok orang jahat itu pun karena dia mencuri dengar beberapa perawat yang bergosip. Jiwa gosipnya seketika membara ingin ikut nimbrung. Alexa hanya memberikan info kalau orang tuanya sedang dirawat di rumah sakit, jadi Friday datang menjenguk.


Melihat keadaan orang tua Alexa yang memprihatinkan, tiba tiba sebuah ide terlintas di benak Friday. Segera Friday menuju Alcantara Tower setelah kunjungannya ke ruang inap orang tua Alexa.


Tujuan Friday ke Alcantar Tower tentu saja untuk menemui Sunday. Dia ingin meminta sesuatu kepada kakaknya itu. Sesampainya di sana, Friday menelepon Sunday agar menjemputnya ke lobby. Dia malas harus registrasi terlebih dahulu, dia takut dia akan dikenali oleh semua pegawai di sana dan diperlakukan selayaknya princess.


Dan itu yang paling dihindarinya, walaupun dia narsis dan selalu ingin menjadi pusat perhatian tapi caranya memang atas usahanya bukan karena nama besar dibelakangnya. Aneh bukan, ada yang instant tapi masih mencari yang susah. Mottonya adalah kalau ada yang susah kenapa mesti gampang.


Charlie datang menemui Friday di lobby dan mengiringnya sampai ke ruangan Sunday. Charlie adalah sekretaris Sunday yang beberapa tahun terakhir ini membantu Friday mengembangkan PT AFF.


"Kak, tau tidak kalau orang tua Alexa sekarang di rawat di runah sakit. Sepertinya mereka di serang oleh orang jahat. Keadaan mereka sangat memprihatinkan. Sepertinya keamanan Alexa juga harus ditingkatkan, takutnya mereka kembali lagi dan mengincar Alexa" jelas Friday. Friday tidak tau bahwa Sunday mengetahui semuanya dan malah ikut membantu Alexa.


"Dari mana kau tau kalau orang ruanya di serang orang jahat? Kenapa mereka bisa jadi sasaran?" tanya Sunday pura pura terkejut dan ingin memastikan kalau Friday tau info sebenarnya atau tidak.


"Aku mendengar dari beberapa perawat yang sedang bertugas di rumah sakit. Dan setelah menjenguknya aku percaya kalau lukanya memang karena pukulan. Aku takut bertanya kepada Alexa, jadi aku menarik kesimpulan" jawab Friday.


"Duduk dulu, aku pusing melihatmu di depan meja kerjaku. Kamu duduk agak jauhan kalau bisa di pojok sana di balik guci itu" Sunday menunjuk sudut ruangannya yang paling jauh dari mejanya dan terdapat sebuah guci besar berdiri di sana.


"Ck menyebalkan. Wajahku cantik bak dewi Yunani kuno sebelas dua belas lah sama dewi yang bernama Hera. Iya kan Charlie?" Friday mengedipkan matanya imut sambil menoleh ke arah Charlie yang sedang bekerja di sofa ruangan Sunday.


Charlie yang dilibatkan dalam percakapan adik kakak itu tiba tiba tersedak dan batuk. Dia berdehem menetralkan tenggorokannya dan menetralkan jantungnya yang serasa mau lepas dari tempatnya.


Kedua kaka beradik itu masih menoleh ke arah Charlie menunggu jawaban darinya. Charlie yang diperhatikan oleh Friday pun jadi salah tingkah dan wajahnya merona tersipu malu. Charlie hanya bisa tersenyum, yang sudah jelas apa artinya yaitu setuju dengan Friday kalau Friday memang cantik.


"Astaga Charlie, tidakkah kamu terlalu buta memandangnya cantik? Lihatlah, bahkan senyumnya sudah seperti wajah sapi yang sedang nyengir".



Di mata Sunday, Friday terlihat seperti gambar di atas. (Ini adalah aku saat pakai filter di snapchat, abangku selalu mengataiku jelek seperti sapi).


"Bahkan aku sempat khawatir kalau dia tidak akan laku dan tidak akan ada yang mau menikahinya. Tapi sekarang kekhawatiranku itu berkurang, untungnya kamu buta Charlie, setidaknya kamu akan mau mempersuntingnya dan aku tidak akan malu karena punya adik yang lapuk" kata Sunday. Itu seperti lampu hijau untuk Charlie mengejar adik majikannya itu.



"Lihatlah siapa yang ngomong, dia sendiri sudah berumur 33 tahun tapi jomblo. Charlie, tetaplah mengagumiku seperti itu sampai maut memisahkan kita. Aku tidak keberatan kalau kamu mengejarku" kata Friday.


Kata kata yang dilontarkan Friday sukses membuat Charlie Alvaro semakin tersipu malu dan kini tidak hanya wajahnya yang memerah bahkan telinganya pun sudah merah dan panas.


"Ah iya, tadi aku ke sini mau minta kakak memberikan kunci unit apartemen sebelah yang kosong. Izinkan Alexa tinggal di sana ya kak? Aku tidak mau kejadian seperti utu terjadi kepadanya. Tenang saja, sewanya akan ku bayar pakai dividen sahamku di Alcantara Grup" pinta Friday.


"Kalau kakak tidak mau, aku akan berbalik mendukung uncle Tennov. Dengan begitu uncle akan jadi CEO dan kakak jadi gelandangan" ancam Friday.


"Berikan saja padanya, kamu pikir dia akan tertarik? Dia mendukungku dengan segala yang dia punya. Kamu tau kan kalau aku itu keponakan kesayangannya dan juga aku adalah temannya. Jadinurungkan niatmu yang super jelek itu" balas Sunday.


"Ckkk kalau begitu, aku akan menarik sahamku dan meminta dividen sahamku selama ini yang belum kakak bayarkan" ancam Friday lagi.


"Hahaha sebegitu sayangnya kamu ke Alexa ya? Sampai kamu tega menenggelamkan perusahaan kakek untuk menolongnya?" tanya Sunday.


"Selama kuliah, dia sudah menjagaku kak. Sekarang aku harus membalasnya. Dia sangat tulus berteman denganku. Bahkan dia selalu menyemangatiku. Please bantu aku untuk melindunginya kak" minta Friday lagi dengan mata berkaca kaca. Ini trik terakhirnya untuk menarik simpati Sunday dan itu berhasil.


"Ya sudah terserah kamu saja, pinnya tanggal ulang tahunmu. Itu tidak gratis, dividenmu akan jadi uang kas perusahaan ya dan kamu dilarang mendukung uncle apalagi menjual saham" kata Sunday.


"YEESSSS....Terima kasih banyak kak. Kakak memang yang terbaik" Sunday sudah tersenyum sumringah mendengar pujian Friday. "Kakak terbaik setelah mama, papa, uncle, Amora, Frizzy, Jeanne, Alexa, Shelly, Leo, Kelvin, Charlie, Tante Sita..."


"Stop....berisik. Aku tarik lagi izin apartemennya, bukan hanya unit yang kosong tapi juga unit yang sedang kamu tempati. Bereskan semua barang barangmu" kata Sunday tidak terima dia bukanlah yang terbaik. Dia ada di urutan ke sekian dan terima kasih.


"Ish kak, aku hanya bercanda, tetap kakak yang terbaik dan satu satunya" kata Friday lagi.


"Aku terbaik setelah siapa?" tanya Sunday memastikan urutannya diangka berapa.


"Tidak ada, hanya kakak lah kakak terbaik" kata Friday dengan nada meyakinkan. 'Kakak memang kakak yang terbaik karna kakakku hanya satu hahaha' batin Friday.


Kini Sunday kembali tersenyum, tingkat percaya dirinya kembali naik. Penyakit narsisnya memang sudah kategori akut, wajar saja dipujibsedikit dia akan semakin baik dan meminta pujian lebih. Dan Friday bisa memanfaatkannya dengan baik karna dia juga sejenis dengan Sunday.


Friday langsung menghubungi Alexa agar segera pindah ke unit apartemen sebelahnya. Alexa langaung setuju karena dia bisa menghemat uang untuk sewa rumah. Lumayan untuk mencicil hutangnya. Jadilah sekarang mereka berenam berkumpul kembali.


………………………………………………………………………………


Ini udah mulai masuk ke tahap permasalahan sesungguhnya ya. Setelah sekian bab hanya intro bagaimana hubungan mereka yang sebenarnya dan akan ada kaitannya dengan masa mendatang. Terima kasih banyak sudah mau mampir ke karyaku yang aneh ini 🤭


Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu