
Sejak kesepakan antara Amora dan Leo menjadi pacar pura pura, Leo dan Amora sering terlihat berduaan. Mereka bersikap selayaknya pasangan sesungguhnya.
Kedua sejoli itu menikmati masa masa pacarannya. Leo mengajak Amora pergi ke kediaman orang tua Leo untuk memperkenalkan Amora kepada orang tuanya weekend ini. Dan tentu saja Amora setuju, karena itu kesepakatannya.
Sejak tadi pagi Leo sudah menghubungi Amora lewat telepon untuk mengingatkan Amora bahwa hari ini mereka akan ke rumah orang tua Leo.
Teman teman Amora penghuni kamar 213A membantunya untuk mempersiapkan diri. Friday meminjamkan beberapa aksesorisnya dan peralatan make up. Sedangkan yang lain membantunya berdandan dan memilihkan pakaian yang sopan dan bagus. Ini untuk membuat orang tua Leo terkesan dan menerimanya sebagai pacar Leo.
Teman temannya yang lain pencaya saja bahwa Amora dan Leo pacaran karena Amora dan Leo memang selalu terlihat mesra. Hari ini pun tanpa ada rasa curiga sedikit pun mereka membantunya mempersiapkan diri. Amora terlihat gugup, dan mereka menyemangatinya.
Mereka mengantarkan Amora ke entrance hall dimana Leo sudah menunggunya sejak tadi. Melihat Amora yang berdandan dan tampil cantik, Leo langsung berdiri dan memandanginya dengan tatapan penuh kagum dan memuja.
Siapapun yang melihat reaksi Leo, mereka akan benar percaya bahwa Leo dan Amora memang saling mencintai dan sedang menjalin hubungan.
"Ingat buat kedip om....tuh iler juga sampe tumpeh tumpeh" goda Friday kepada Leo.
Amora tersenyum malu dan menundukkan wajahnya. Sedangkan teman temannya tertawa mendengar godaan Friday.
Leo meraih tangan Amora dan tersenyum "Ready?". Amora menghela nafasnya panjang dan mengangguk.
Mereka memasuki mobil yang sengaja dipersiapkan oleh orang tua leo untuk menjemput Leo dan pacarnya. Mereka pamit kepada teman temannya. Rasanya seperti melepas anak gadisnya untuk menikah. Lebay....
Perjalanan dari kampus ke rumah orang tua Leo menghabiskan waktu 2 jam lamanya. Selama perjalanan mereka asyik mengobrol seperti sebelum sebelumnya.
Mobil memasuki pekarangan rumah Leo, Amora terlihat gugup. Leo meraih tangannya dan menenangkan Amora. "Ga perlu gugup, orang tuaku bukan kayak orang tua yang ada di novel novel. Mereka baik kok, ga akan menggigit tapi mungkin menampar" kata Leo.
Mendengarnya Amora semakin panik dan gugup dan Leo tertawa melihatnya. Bukannya menenangkan malah membuat Amora semakin gugup dan panik.
"Aku cuman bercanda sayang, ga usah panik. Orang tuaku bukan orang seperti itu. Percaya samaku, aku bakalan lindungin kamu. Oke? Ready?" tanya Leo.
Lagi lagi Amora menarik nafasnya panjang dan membuangnya kasar. Dia meraih tangan Leo untuk turun dari mobil. Dia menenangkan hatinya 'Anggap aja latihan bertemu calom mertua. Suatu saat juga kamu bakalan ngalamin gini juga.'
Tampak kedua orang tua Leo sudah menunggu di depan pintu. Mereka menyambut anak dan pacarnya Leo. Leo dan pacarnya juga ikut disambut oleh oma dan opa Leo beserta saudara laki laki Leo.
Leo kaget melihat keluarganya menyambutnya di depan pintu, tidak seperti biasanya. Terlihat senyum merekah di wajah semua orang yang ada di depan pintu. Mereka senang karena ternyata Leo tidak berbohong bahwa dia sudah memiliki pacar.
Orang tua Leo sempat khawatir akan kedua anaknya yang tidak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Mama Leo atas persetujuan papa Leo bermaksud mengenalkan anak temannya dan berniat menjodohkannya.
Mamanya Leo langsung memeluk Amora, dan membawanya masuk ke rumah diikuti oleh semua keluarganya. Mereka meninggalkan Leo sendirian. Awalnya Leo mengira dia yang akan disambut ternyata tidak. Perlakuan keluarganya masih seperti biasanya, tidak ada yang spesial dari kehadiran Leo.
"Kamu siapa kamu siapa aku siapa?" sahut sang kakak. "Dasar keluarga aneh" gerutu Leo dalam hati, dia tidak sadar bahwa dia juga bagian keluarga ini.
Amora merasa senang dan terharu mendapat sambutan yang baik dari keluarga Leo. Kekhawatirannya yang tidak beralasan sirna sudah. Dia tidak menyangka bila keluarga Leo begitu hangat seperti keluarga Friday. Padahal mereka bukan orang sembarangan tapi mereka bukan orang yang gila gila hormat. Pantas saja mereka dihormati oleh banyak orang pikir Amora.
Seharian penuh keluarga Leo menempelinya dan terlihat Leo yang diabaikan. Orang tua Leo langsung merasa cocok dengan pacar Leo. Amora type calon menantu idaman menurut mereka.
Sebelum Leo membawa Amora bertemu keluarganya, Orang tua Leo sudah terlebih dahulu menyelidiki latar belakang Amora. Walaupun bukan berasal dari keluarga kaya tapi keluarga Amora terkenal di kompleksnya dengan keramahan orang tuanya. Dia dididik dengan budi pekerti baik.
Beberapa kali orang tua Leo bertanya kepada Amora tentang Leo. Amora menjawabnya dengan benar, gimana ga benar, Amora salah satu pengagum rahasia Leo. Hampir semua hal tentang Leo diketahui olehnya.
Orang tua Leo langsung memantapkan diri mengclaim bahwa Amora adalah calon menantunya. Acara perjodohan yang akan dilakukan dibatalkannya. Hal itu membuat Leo semakin senang.
Sekarang yang menjadi PR orang tua Leo adalah saudara laki laki Leo yang sampai sekarang belum mempunyai pacar. Anak pertamanya itu terlalu kaku dan membosankan bila di depan orang lain. Tidak heran sampai sekarang dia masih saja menjomblo.
Hari sudah sore, Amora dan Leo pamit pulang kembali ke asrama. Sebenarnya keluarga Leo masih belum puas bercengkrama dengan Amora tapi mau bagaimana lagi, sudah waktunya mereka kembali.
"Mama mau telepon pamanmu dulu, biar izinkan kalian menginap di sini" kata mama Leo. Paman Leo adalah pemilik IITC.
"Mama ngajarin kita buat nepotisme kalau begitu" kata Leo protes. Sebenarnya bukan karna nepotismenya tapi karena Leo sudah tidak tahan dicuekin di rumahnya sendiri. Selain itu seharian ini Amora dikuasai oleh keluarganya. Dia kangen sama gadis pujaannya walaupun bisa saling melihat tapi tidak saling berbicara rasanya sungguh menyiksa.
Mau tidak mau, mamanya Leo merelakan anak dan calon menantunya kembali ke asrama. "Hati hati ya, semoga sampai di sana dengan selamat. Nanti kabari mama kalau kalian sudah sampai. Jaga calon mantu mama, kalau sampe terjadi sesuatu kepadanya, jangan harap kamu bisa tidur dengan tenang" ancam mama Leo.
Leo merasa dianak tirikan, tapi dia senang karena ternyata keluarganya menyukai Amora sebanyak dia mencintai gadis itu. Dia tidak salah pilih pikirnya.
"Iya ma, iya. Aku bakalan jagain dia. Nanti aku bakalan peluk dia selama perjalanan biar aman sampai ke asrama" sahut Leo.
Leo langsung mendapat cubitan dari mamanya dan pukulan di punggungnya dari kakaknya. "Jangan macam macam kamu ya. Siapa yang ngajarin sih. Kalau udah ga kuat, nikah aja, minggu depan juga bisa. Gimana sayang, mau ya nikah sama Leo, mama udah ga sabar pengen punya mantu" kata mama Leo.
Amora yang tidak mau membuat sakit hati mama Leo dengan penolakan mencoba memberikan pengertian kepada mama Leo. "Ma, aku dan kak Leo masih sangat muda dan masih kuliah. Biarkan kami menikmati masa pacaran dulu ya ma. Kami pun masih ingin meraih cita cita kami dulu. Mama doakan saja biar kami sukses. Kalau jodoh pasti bertemu ma, sabar ya ma"
"Iya ma, kalau kami nikah sekarang, Amora mau dikasih makan apa ma? Aku mau sukses dulu agar layak mendampinginya ma. Aku tau mama bisa menafkahi kami berdua tapi bukan itu yang Leo mau. Leo mau bertanggung jawab penuh untuk rumah tangga Leo nanti" kata Leo.
Acara pamit pamitan prnuh drama akhirnya selesai. Leo dan Amora sudah kembali ke asrama. Amora langsung mendapat banyak pertanyaan dari teman temannya. Amora menceritakaan apa yang dia alami di rumah Leo. Mereka bercerita hingga Larut malam.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu