Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Christian Orlando Scaff



Setelah mendapatkan pelepasannya, si pria misterius tertidur di samping wanita yang dia renggut kesuciannya. Sedangkan si wanita jauh sebelum si pria puas dengan tubuhnya sudah tertidur terlebih dahulu karena kepalanya yang sangat pusing dan juga hujaman si pria di atasnya membuatnya kelelahan.


Tidak berapa lama asisten dan pengawal si pria datang menemui tuannya di kamar itu. Mereka ingin melaporkan apa yang sedang terjadi di hotelnya sesegera mungkin, tapi mereka kehilangan jejak. Mereka terkejut dengan pemandangan di kamar itu.


Kamar itu berantakan, bantal berceceran di lantai. Pakaian tuannya dan perempuan yang menemani tuannya di tempat tidur itu juga tergeletak begitu saja memenuhi lantai.


Dengan hati hati, sang asisten membangunkan tuannya. Si pria itu bangun dan menggelengkan kepalanya. Kepalanya masih terasa berat, dia masih mengumpulkan nyawanya.


Setelah sadar, dia langsung bergegas memakai pakaiannya yang sudah dipersiapkan oleh asistennya. Tanpa berniat mencari tahu siapa wanita yang telah dia nodai. Si asisten pun tidak berani bertanya atau mencari tau siapa wanita itu.


Selesai mengenakan pakaian lengkapnya, Si pria dan para bawahannya pergi meninggalkan kamar. Si wanita saat ini sedang tidur tengkurap dengan pulasnya.


Si pria misterius itu adalah pemilik hotel dan resort yang sedang ditempati oleh genk langit biru. Dia juga adalah sepupu dari Leonard Hampard dan pemilik yayasan Scaff bernama Christian Orlando Scaff.



Christian tetap berjalan menuju ruang kerjanya diikuti oleh para bawahannya. Sesampainya di ruang kerja, dia menjatuhkan tubuhnya di sofa ruangan itu. "Tuan, saat ini ada masalah di hotel kita" kata si asisten yang bernama Jose.


"Biarkan aku tidur dulu, aku lelah, aku mengantuk. Aku percaya pada kalian, kalian pasti bisa mengatasinya" jawab Christian tanpa membuka matanya. Dia merasa matanya begitu perih dan berat.


Sekretaris dan bawahannya yang lain segera meninggalkan ruangan itu dan membiarkan tuannya untuk istirahat. Mereka langsung membagi tugas untuk mengatasi masalah yang terjadi di hotelnya dan berpencar untuk melaksanakan tugas tugasnya.


Di kamar hotel yang lain, Friday terlihat tak berdaya dan tertidur pulas tanpa pakaian. Tapi lebih buruk lagi keadaan Alexa yang hampir semua tubuhnya dipenuhi luka lebam karena pemaksaan yang dilakukan pria be*jat itu.


Wetennov dan Kirein menunggu informasi dan laporan dari para anak buahnya di dalam kamar hotel. Setelah satu jam menunggu, mereka mendapatkan laporan mengenai kondisi Friday. "Bozz, ada berita buruk" kata Kirein.


"Apa? Katakan cepat? Apa Friday baik baik saja? Perasaanku semakin tidak enak" kata Wetennov menyela Kirein.


"Nona Friday sempat minum di rooftop bozz" jawab Kirein tapi lagi lagi disela oleh Wetennov yang tidak sabaran itu. "Terus apa yang terjadi?"


"Minumannya juga sudah tercampur dengan obat perangsang itu" jelas Kirein. Wetennov terdiam mendengarkan penjelasan Kirein.


"Nona Friday ditemukan di sebuah kamar dengan keadaan tela*jang dan sepertinya habis diper*kosa" lanjut Kirein lagi menjelaskan keadaan Friday.


Duar...Jantung Wetennov serasa melompat dari tempatnya ke pohon pisang. Wetennov merasa bersalah karena membebaskan Friday dari pengawasannya.


"Siapa lelaki bre*sek itu? Apa yang terjadi selanjutnya? Ayo temui dia sekarang" Wetennov masih berusaha menutupi kepedihan hatinya mendengar kondisi keponakannya saat ini.


"Nona Friday sudah diamankan oleh team Beta yang dipimpin langsung oleh Kayla" Kirein mencoba menenangkan bossnya.


Akhirnya Wetennov meluapkan isi hatinya yang sedari tadi ditahannya. Wetennov marah bercampur dengan sedih. Dia sampai menggila dan menghancurkan apa saja yang ada di kamar hotel. Apa yang harus dia katakan kepada kakak dan kakak iparnya nanti? Oh jangan lupakan si Sunday. Pasti Sunday akan menghajarnya habis habisan.


Kirein tetap setia berdiri di kamar, dia menghubungi pihak hotel untuk mengganti rugi kerusakan yang dibuat oleh bossnya. Setelah tenang, Wetennov kembali memberikan perintah. "Temukan pria bre*ngsek itu, dan selidiki siapa dalang dibalik kejadian hari ini. Siapakan juga jet nya, kita berangkat sekarang".


"Baik boss" jawab Kirein langsung mengatur keberangkatan mereka meninggalkan kota X.


Kirein meninggalkan bossnya sebentar untuk mengemasi barang bawaannya ke kamarnya tapi setelah barang bossnya dikemas terlebih dahulu. Setelah selesai packing, Kirein kembali ke kamar bossnya.


"Boss, Semua persiapan sudah selesai" Kirein melaporkan persiapan keberangkatan yang sudah selesai. Wetennov masih diam menundukkan kepalanya yang terasa panas ingin meledak.


"Bisa kita berangkat sekarang boss?" tanya Kirein hati hati, takut bossnya tersinggung dan kembali mengamuk.


"Iya, kita bisa berangkat sekarang. Bagaimana dengan Friday?" Wetennov masih dalam posisi diam.


"Nona Friday sudah di dalam jet bersama Kayla bozz. Saat ini dia masih tertidur setelah diperiksa oleh dokter Kenan" jelas Kirein.


"Good Job" terdengar helaan nafas Wetennov yang begitu panjang, dia berusaha menetralkan emosinya yang begitu tidak stabil setelah mengetahui kejadian yang meninpa keponakannya, malaikat kecil keluarga Alcantara.


"Tetap selidiki siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Dan temukan si breng*sek itu" perintah Wetennov seperti tanpa berniat untuk segera berangkat.


"Kami sudah mulai peneyelidikan bozz. Dan untuk perempuan semalam, tidak ada informasi sama sekali" jawab Kirein. Dia tau keadaan bossnya yang sedang linglung. Terbukti dari perintah Wetennov yang berulang ulang.


"Sudahlah, lupakan tentang perempuan itu. Ayo berangkat" ajak Wetennov setelah 10 menit terdiam duduk di kasur tempat tidurnya.


"Baik boss" Kirein bergegas membawa koper mereka berdua. Wetennov dan Kirein keluar dari kamar hotel, berpapasan dengan Jeanne yang juga keluar dari kamarnya. Wetennov dan Kirein saling melihat dan kecurigaan mereka semakin besar kepada Jeanne bahwa Jeannelah yang berusaha mencelakainya.


Wetennov memberikan kode kepada Kirein melalui kerlingan matanya.Kirein yang mengerti langsung membekap mulut Jeanne dan menyeretnya ke dalam lift diikuti oleh Wetennov dari belakang.


Jeanne yang tidak tau apa apa langsung saja berintak setelah dia diseret paksa masuk ke dalam lift oleh orang yang tidak dia kenal. Dia hanya ingin mencari tau keberadaan Friday dan Frizzy yang sampai jam segini belum ada di kamar hotel mereka.


"Aaaa saaaaaa (kalian siapa?)" Jeanne berusaha lepas dari cengkraman Kirein. Jeanne meronta dan berusaha berteriak walaupun mulutnya telah ditutup.


"Aishhh berisik" Wetennov membuka dasinya dan mengikatkan dasi itu ke mulut Jeanne agar tidak berisik lagi. Kirein tetap setia memegangi Jeanne agar tidak lepas. Bagaimana pun usaha Jeanne untuk lepas, dia jelas kalah tenaga dibandingkan Kirein.


Jeanne begitu terkejut melihat pria yang dikaguminya karena ketampanan paripurnanya adalah pria yang berusaha membekapnya.


………………………………………………………………………………


Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu