
Sesampainya di kamar hotel, Amora langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Semenjak kehamilannya, Amora semakin rajin rebahan. Dan Amora juga cepat terbakar gai*rah. Leo melihat istrinya yang hobby rebahan hanya tersenyum dan mulai membereskan barang bawaan mereka.
"Yank...mandi dulu gih biar segar" ajak Leo kepada Amora. "hmmm...malas" balas Amora. Dia memejamkan matanya kembali, rasanya ngantuk sekali. "Atau ganti pakaian aja gihhh" bujuk Leo lagi. Tapi Amora malah kesal "Bawel...aku ngantuk".
"Hadeh...ya udah tiduran aja dulu, biar aku bantu bersihin wajah kamu" Leo segera mengambil cleansing wipes dan micellar water dari tas Amora. Leo mulai membersihkan wajah Amora dan tangan Amora, tidak lupa Leo membuka baju Amora untuk diganti dengan pakaian yang bersih.
"Mau apa kamu?" tanya Amora yang langsung terbangur karena Leo mencoba membuka bajunya. "Mau ganti baju kamu loh yank" jawab Leo.
"Ohhh...kirain kamu mau macam macam" Amora bangkit dari tidurnya, dia duduk di tepi ranjang dan membuka bajunya. "Biar ku bantu memakaikan bajumu hmm?" tanya Leo lagi. "Aku gini aja, lebih nyaman tanpa baju" kata Amora yang kembali merebahkan badannya di tempat tidurnya.
"Thanks babe" kata Amora lagi, dan dibalas senyum oleh Leo. "Anything for you dear, ya udah, kamu lanjut istirahat lagi, biar ku pesankan makanan ya" kata Leo.
Leo menghubungi layanan hotel dan memesan beberapa menu makanan. Sembari menunggu makanannya datang, Leo mandi sebentar. Sekitar 25 menit kemudian makanan yang dipesankan Leo datang. Leo membangunkan Amora.
Amora membuka matanya dan melihat penampilan Leo yang menurutnya sangat menggoda. Leo baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan handuk untuk menutupi si bule. Amora menelan ludahnya kasar melihat badan suaminya yang sudah menjadi candunya.
Pandangan Amora mengikuti ke mana Leo pergi. Dia merasa gairahnya mulai bergejolak. "Beb...aku mau" kata Amora tiba tiba. Leo menoleh dan menunggu lanjutan perkataan istrinya. Dia bingung karna istrinya belum mengatakan apa apa.
Wajah Amora mulai cemberut kesal karena sang suami tidak paham maksudnya. "Ish...dasar ga peka" katanya. Amora menarik tangan Leo agar mendekat ke arahnya.
"I want you" kata Amora menengadahkan kepalanya melihat ke Leo yang berdiri di depannya.
Akhirnya Leo paham akan permintaan Amora, dia tersenyum menyambutnya. Selama kehamilan Amora tentu saja dia menang banyak. Tanpa dia minta jatah pun, Amora akan dengan senang hati menawarkan diri. "I see...I'm yours" jawab Leo.
Amora tersenyum senang dan perlahan melepas lilitan handuk di pinggang Leo. Amora membuka handuk itu dan melemparnya ke sembarang arah. Kasihan handuknya, dia tidak tau apa apa tapi kena lempar.
Amora mulai menyentuh si bule, dan mengusapnya dengan lembut. Perlahan tapi pasti, si bule yang diusik dari tidurnya langsung berdiri tegak ingin melayangkan protesnya. Amora semakin mengusap si bule, bukannya tidur malah semakin menantang.
Leo segera melepaskan si bule yang keenakan di genggaman Amora, dengan perlahan mendorong istrinya untuk berbaring di tempat tidur. Kini gantian, Leo yang mengusap sarang si bule di antara kedua paha Amora. "Ahhhhh...shhhhh...mmmm" de*sah Amora.
Amora semakin mende*sah nikmat saat lidah Leo kini berada di pintu masuk sarangnya si bule. Leo semakin menaikkan tempo permainannya hingga Amora mengelinjang dan menginginkan sesuatu yang lebih besar memasukinya.
"Kak, aku udah ga kuat, masukin sekarang please" pinta Amora.
"Your wish is my command mu queen" jawab Leo. Leo menuntun si bule yang sudah menegang di pangkal pahanya dan menggesekkannya beberapa kali di pintu masuk sarangnya. Ini merupakan ritual wajib si bule sebelum memasuki sarang, seperti kata salam.
Leo dan Amora sama sama meleguh saat si bule memasuki sarangnya. Leo mulai menghoyangkan punggulnya secara perlahan dan hati hati karena saat ini Amora sedang hamil. Lama mereka dalam posisi Amora yang berbaring di tempat tidur dan kakinya berada di pundak Leo. Sedangkan Leo berlutut di antara kedua paha Amora dan terus menghujami inti istrinya.
Permainan semakin memanas, apalagi saat ini Amora meminta Leo untuk mempercepat tempo goyangan pinggulnya. "Faster babe, I want more" rancau Amora sambil menikmati hujaman bertubi tubi di intinya.
Leo semakin menambah kecepatan goyangan pinggulnya sesuai permintaan sang istri. Sesekali dia meremas gunung kembar istrinya yang ikut terguncang oleh gotangan Leo.
"Aku takut yank, nanti kamu kenapa napa lagi. Ingat kamu lagi hamil" kata Leo masih menghujami istrinya dengan goyangan mautnya.
"Tidak akan terjadi apa apa...lakukan aja babe" pinta Amora lagi dan dituruti oleh Leo hingga Amora menegang mendapatkan pelepasannya yang ke dua kalinya. Leo menunggu istrinya menikmati pelepasannya.
Setelah istrinya mulai sadar kembali, Leo menuntunnya mengubah posisi ber*cinta mereka.
Amora hanya menurut saja, kakinya terasa lemas dan bagian intinya berdenyut kencang dan perih. Leo menuntunnya untuk tengkurap membelakangi Leo.
Leo mengangkat pinggul Amora ke atas hingga posisinya menungging. Amora menumpu tubuhnya ke tangannya, siku tangannya menyentuh tempat tidur.
Leo kembali memasukkan si bule ke sarangnya dan mengobrak abrik isi sarang itu. Dengan posisi itu, si bule bisa menjangkau bagian terdalam sarangnya membuat Amora semakin menjerit.
"Kak...hmmm...its so deep...ahhhhh..shh..." pekik Amora.
Leo semakin memacu kuda tunggangannya, dia mengumpulkan rambut panjang Amora dan perlahan menariknya ke arah Leo. Rambut Amora yang ditarik membuat kepala Amora otomatis mengikut ke arah Leo. Leo mulai menciumi wajah Amora. Kini tangan Leo berpindah ke dada amora dan tidak melepas ciumannya.
Merasa tidak puas, Leo membawa tubuh Amora semakin mendekat, ditariknya tangan Amora hingga badan mereka menempel. Pinggul Leo masih terus berpacu bahkan semakin cepat dan keras.
"Kakkkk" pekik Amora. Posisi ini membuat miliknya penuh dengan si bule, terasa perih tapi begitu nikmat. Intinya seperti dirobek kembali oleh si bule. Gunung kembarnya yang bergelantungan terguncang hebat karna hujaman Leo.
Leo melepas tangan Amora dan kembali ke posisi menungging. Leo meremas bokong Amora. Amora semakin mende*sah nikmat. Dia membenamkan wajahnya ke bantal dan meremas sprey kasurnya dengan kencang.
"Ah...yesss..oh...I love you dear, I love you" Leo mende*sah dan melontarkan kata kata cinta di sela desa*hannya. Amora hanya bisa memejamkan mata menikmati setiap sentuhan Leo.
Pegangan Amora semakin kuat mencekram sprey kasurnya, dan lututnya semakin lemas tapi kenikmatan yang didapat juga semakin banyak.
"Ahhh...kakkkkk..shhh..akhhhhhhh" akhirnya dia mendapatkan pelepasan yang ketiga kalinya. Kakinya sampai bergetar dan matanya merem melek menikmati kunjungan si bule di intinya.
Leo semakin mempercepat hujamannya untuk menyusul Amora mencapai puncak. Leo akhirnya menumpahkan semua cairannya di dalam sarang itu. "Arkhhh Mor......" dia mencium punggung Amora sangat dalam.
Setelah melakukan honeymoon yang sungguh terlambat itu, Leo menggendong istrinya ke dalam kamar mandi. Leo membantu istrinya mandi dan memakaikan pakaiannya. Setelah itu mereka makan mengisi tenaga yang sudah terkuras karena kegiatan tadi
………………………………………………………………………………
Kemaren bab Pagi yang Panas dan Riuh di pagi hari harus di revisi. Biar kerja kerasku ga sia sia, akhirnya aku tempel di sini aja.
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu