Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Jalan PDKT



Seperti yang diperintahkan Christian sebelumnya, Jose langsung mengatur kunjungan pimpinannya ke yayasan Scaff. Dia membuat janji temu dengan paman Christian yang bernama Caleb Scaff yang saat ini menjabat sebagai pimpinan yayasan Scaff. Jose memutar otaknya untuk menentukan topik dan tujuan kunjungan mereka agar terlihat natural. Jose sangat mengerti dan paham bahwasanya Christian sedang dimabuk cinta.


Berhubung kasus Hotel dan Resort Grup Scaff di kota X sudah ditutup, Jose merencanakan membentuk team IT profesional khusus untuk setiap cabang. Ini sebagai tindakan prevenif agar kejadian seperti dua tahun lalu tidak terulang kembali. System yang masih mereka terapkan adalah sistem centralisasi dimana semua data yang diinput, diproses serta data ouput dikelola di server pusat.


Jadi kedepannya, system mereka akan dimigrasi menjadi desentralisasi dimana semuanya akan dikelola dan ditanggungjawabi oleh setiap cabang dan melaporkannya ke pusat. Sehingga bila satu cabang dihack, maka cabang lain tidak terganggu dan memiliki backup di pusat. Begitu pun sebaliknya, jika pusat dihack maka tiap cabang masih memiliki backup.


Migrasi sistem sentralisasi menjadi desentralisasi ini menjadi topik dan tujuan Christian mengunjungi yayasan Scaff dan IITC. Mereka akan mengadakan recruitment pegawai baru dari mahasiswa yang akan tamat tahun ini. Untuk itu Christian harus meminta persetujuan dari pimpinan yayasan Scaff terlebih dahulu dan mendiskusikannya dengan pihak IITC juga.


Sesampainya di kantor yayasan Scaff, Christian dan rombongannya menuju ruang rapat. Di sana sudah berkumpul para jajaran petinggi yayasan Scaff dan IITC termasuk Alexa yang menjabat sebagai wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni. Karena jabatannya yang berhubungan dengan mahasiswa dan alumni tentu saja Alexa yang akan berperan penting dan terlibat dalam rencana Christian ini.


Christian sangat memuji kinerja sekretasinya itu karena bisa memikirkan sebuah ide yang sangat membantunya melancarkan modus pdkt. Sia sia dia menunggu kakeknya selama hampir dua bulan ini dan lagi hasilnya adalah ditolak. Dalam hati dia berjanji akan memberikan Jose bonus karena usahanya yang sangat cemerlang.


Selama rapat berlangsung, mata Christian hanya tertuju pada sosok gadis yang sedang ditargetkannya. Ternyata kelakuannya tidak luput dari penglihatan pamannya. Christian membuatnya terlihat jelas dan tingkahnya sangat mudah dibaca orang lain. Pamannya hanya menggeleng dan menyeringai melihat keponakannya yang sepertinya tertarik dengan salah satu bawahan kebanggaannya itu.


Setelah rapat selesai, para staff yang ikut meeting segera undur diri untuk melanjutkan aktifitas mereka kembali. Christian terlihat buru buru ingin mengejar Alexa tapi ditahan oleh Calep.


"Hai keponakan, apa kabar? Kenapa buru buru sekali? Tidak merindukanku?" tanya Caleb basa basi, sebenarnya dia tau Christian ingin mengejar Alexa.


"Eh paman, seperti yang paman lihat aku baik baik saja. Tian buru buru, ada yang perlu ku kerjakan paman, nanti kita lanjutkan kembali. Tian janji" jawab Christian.


"Apakah Alexa lebih penting daripada pamanmu sendiri?" tanya Caleb lagi. Pertanyaan itu menghentikan Christian yang tengah membuka pintu ruang rapat. Christian membalikkan badannya melihat pamannya. Dia terkejut, kenapa pamannya bisa menebak tujuannya.


"Apa jangan jangan, ini hanya alasan kamu hanya untuk bertemu gadis itu?" tanya Caleb lagi. Dan lagi lagi tebakan Caleb benar.


Christian duduk kembali ke tempat duduknya. Dia menetralkan detak jantungnya dan berusaha bersikap normal. "Apa yang paman katakan. Tentu saja Tian serius dengan perekrutan besar besaran ini".


"You made it obvious son" jawab Caleb.


"Apakan sejelas itu paman? Ku pikir paman tidak akan peka dan tau tentang percintaan. Secara, paman kan jomblo akut" kata Christian, dia tidak bisa lagi menyembunyikannya. Ternyata pamannya sudah tau tujuannya.


Caleb tertawa dan menepuk bahu Christian, "Jomblo belum tentu tidak pernah merasakan percintaan. Paman ingatkan ke kamu, jangan mengganggunya. Jadi sekarang kamu bisa kembali ke kantor" Caleb mengusir Christian dengan expresi wajah yang tiba tiba dingin.


"Kenapa kamu memilihnya? Saya rasa kamu baru pertama kali bertemu dengannya hari ini" tanya Caleb penasaran. Lalu Christian menceritakan kisahnya dua tahun lalu di kota X.


"I see. Jadi dia belum tau bahwa pria itu adalah kamu?" Christian mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Caleb. "She's worth to catch. Tapi jangan membuatnya terlalu jelas di hari pertama kalian bertemu, bisa bisa dia illfeel. Jadi sekarang kalian bisa kembali ke kantor, nanti paman akan mengatur pertemuan kalian selanjutnya" lanjut Caleb.


"Jadi paman merestuinya?" tanya Christian.


"Iya dengan satu syarat, kalian pulang sekarang aku pusing melihatmu. Nanti paman aturkan agar kalian sering bertemu" jawab Caleb.


"Terima kasih paman, paman memang yang terbaik" kata Christian. Dia menuruti syarat dari pamannya dan segera kembali ke kantornya. Dia akan menunggu kembali info lanjutan dari pamannya. Semoga penantiannya tidak sia sia seperti tempo hari saat dia bergantung pada kakeknya.


Sepulangnya Christian dari yayasan Scaff, Caleb meminta Alexa ke ruang kerjanya setelah tugas Alexa selesai.


Sekitar jam 4 sore, Alexa menemui Caleb di ruang kerjanya. Caleb mempersipahkan Alexa masuk dan duduk di sofa ruangan kerja Caleb.


"Sepertinya keponakanku tertarik denganmu" kata Caleb to the point.


Alexa sedikit terkejut mendengarnya, tadi selama rapat dia juga merasa kalau Christian melihatnya terus tapi Alexa mengabaikannya karena takut kegeeran. Mana mungkin seorang CEO dan pewaris Scaff Grup tertarik pada seorang seperti Alexa pikirnya. Alexa masih diam tidak memberikan tanggapan dan menunggu kelanjutan dari Caleb.


"Kamu tau tidak yang paling menarik adalah tentang kejadian dua tahun lalu di hotel milik Scaff Grup yang ada di kota X. Christian juga meminum minuman lucknut itu dan melampiaskannya pada seorang gadis pemilik gelang seperti gelangmu. Dua tahun ini dia mencari gadis itu dan menemukannya. Dia meyakini bahwa gadis itu adalah yang dihadapanku saat ini" kata Caleb. Alexa terkejut dengan info yang baru saja dia dengar.


"Jangan khawatir, aku tidak berniat menghentikan niatan Christian untuk mendekatimu" sambung Caleb. Wajah Alexa semakin terlihat terkejut.


"Tapi pak, saya..." ucapan Alexa dipotong oleh Caleb.


"Keluarga kami tidak akan memandang status sosial, jadi santai saja. Apa menjadi wakil rektor tidak membuatmu merasa pantas didekati oleh CEO? Wakil direksi yayasan kita baru saja pensiun, kamu bisa menggantikannya bila itu bisa membuatmu terlihat layak" tawar Caleb.


"Dan satu lagi, kamu akan mendampingi para mahasiswa yang berminat dengan lowongan yang ditawarkan Christian tadi. Karena mahasiswa tingkat akhir banyak yang magang di luar yayasan, kamu bisa mengelompokkan mereka dalam beberapa grup. Tugasmu adalah membawa dan menanggungjawabi mereka selama test. Jadi akan banyak kesempatan untukmu dan Christian bertemu, jadi jangan menghindar" titah Caleb. Alexa hanya bisa mengiyakan perintah pimpinannya.