
"See...teman makan teman. Aku heran sama kamu, salah Alexa apa hingga kamu merebut pacarnya?" Shelly marah atas sikap Friday yang merasa tidak bersalah.
"Friday kamu jahat" aambungnya lagi.
"Sekarang aku mau tanya, apa salahnya aku bertunangan dengan Christian? Dia bukan suami siapa siapa kan, jadi tidak ada masalah harusnya. Lagian yang meminta dan memaksaku untuk melakukan pertunangan itu adalah kakeknya. Kalian dengar sendirikan cerita kakeknya yang mengejarku sampai ke luar negeri hanya untuk membujukku mau bertunangan dengan cucunya" jawab Friday.
Shelly tampak terkejut dengan jawaban Friday karena Alexa belum menceritakan bagian yang dikatakan Friday itu.
"Lex?" tanya Shelly.
"Kamu sudah tau dia adalah kekasihku tapi kenapa masih saja kamu terima lamaran kakeknya?" tanya Alexa membela diri.
"Tidak ada ruginya bagiku menerima lamaran itu bukan? Malah aku semakin untung" jawab Friday.
"Berapa yang kamu butuhkan agar kamu mau melepaskan Christian?" tanya Alexa.
Friday tertawa sangat kencang sampai perutnya sakit. Friday tidak habis pikir Alexa akan melontarkan kalimat seperti itu padanya.
"Apakah kamu merasa aku kekurangan uang? Memangnya seberapa banyak uang kamu miliki? Dan aku pikir Christian punya lebih banyak uang darimu, kenapa aku harus melepaskan Christian dan menerima uang darimu?" tanya Friday meremehkan Alexa.
"Asal kamu tau saja, aku dan Christian tidak akan menyerah, jadi lebih baik kamu mundur saja" ungkap Alexa.
"Apakah alasan mereka yang saling cinta dan menjalin hubungan tidak cukup untukmu?" kali ini Shelly yang menjawab.
"Menurutku pernikahan tanpa cinta tidak masalah, jaminan bisnis dan restu mempengaruhinya, lagian cinta bisa datang karena terbiasa. Mereka juga masih pacaran sedangkan aku tunanganan, dari segi manapun orang orang akan menilai tunangan lebih layak diperjuangkan, kecuali Alexa adalah istrinya, aku akan mundur" tolak Friday mentah mentah.
"Sebenarnya aku belum tau kalau kalian pacaran saat aku menerima lamaran itu, sehari setelahnya aku menyelidikinya dan mengetahui kenyataan itu. Tapi aku tetap maju karena aku suka tantangan. Awalnya hanya iseng saja dan ingin bermain. Melihat Christian secara langsung membuatku berfikir bahwa aku tidak rugi menerima tawaran itu, dia cukup tampan dan kaya. Tapi melihat kegigihan kalian berdua untuk membujukku membatalkan pertunangan itu sangat menyentuhku hingga aku mau mengikuti kata auntyku bertemu di sini. Tidak ku sangka aku akan ditolak seperti ini. Jadi hari ini ku putuskan akan tetap melanjutkan pertunganannya apapun yang terjadi dan jangan menghalangiku atau kamu akan tau akibatnya" ancam Friday.
Shelly dan Alexa terdiam mendengar penuturan Friday. Mereka mendadak menyesal dengan kelakuan mereka. Mereka terlalu dikuasai oleh amarah dan kekesalah hingga tidak mampu mengontrol diri.
Friday berdiri dari duduknya dan mulai mengambil tasnya. Dia akan meninggalkan ruangan itu. Jeanne yang melihat reaksi Friday pun ikut beranjak dan berkemas. Brent diambil alih oleh Friday sementara Jeanne membereskan barang keperluan Brent.
"Dan satu lagi" kata Friday memecah keheningan itu.
"Dari dulu sampai sekarang, kau akan selalu di belakangku Lex. Berhentilah bersaing denganku, dia sudah dijodohkan denganku. Lebih baik kamu mundur sebelum menerima luka dan sakit hati yang lebih banyak" saran Friday sebelum mereka meninggalkan ruangan itu.
"Kami pamit dulu ya, makasih atas sambutan baik dari kalian. Dan kami sangat menikmatinya. Sekarang sudah betulkan formasinya? Hanya ada 4 orang, selamat menikmati" ucap Jeanne sarkas dengan senyumnya yang dingin.
Frizzy dan Amora merasa sangat dilema. Jika mereka mengejar Friday, Alexa dan Shelly akan berfikir mereka membela Friday di sisi lain jika mereka diam itu artinya mereka mendukung Alexa. Serba salah jadinya. Walaupun seperti itu, mereka memilih diam di sana. Bukan tidak menghargai Friday tapi mereka akan mendengarkan masalah ini dari sudut pandang kedua belah pihak.