Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Pagi yang Panas



Leo terbangun karena panggilan alam. Dia terdiam sebentar ingin memastikan bahwa semua ini bukanlah mimpi. Dipeluknya wanita disampingnya dengan erat lalu mencium keningnya. Dia tersenyum merasa sangat bahagia.


Ini bagaikan halusinasi yang indah bagi Leo.


Setelah yakin bahwa semua nyata, dia beranjak ke toilet untuk menuntaskan panggilan alamnya.


Amora juga terbangun saat merasakan pergerakan dari Leo. Tapi dia tetap menutup matanya karena malu bertatapan dengan pria yang baru saja resmi jadi suaminya. Setelah terdengar suara pintu kamar mandi tertutup, Amora bergerak membalikkan posisi tidurnya dan membuka matanya.


Amora juga merasakan hal yang sama dengan Leo, ini bagaikan mimpi indah. Dia masih seperti berada di awang awang, merasa semua yang terjadi hanyalah mimpi tapi terasa nyata. Semalaman dia tidak tidur dengan nyenyak. Dia takut tertidur dan ketika bangun ternyata semua hanyalah mimpi.


Amora kembali membalikkan badannya melihat ke setiap sudut ruangan. Ini bukan kamarnya di rumah orang tuanya. Bukan juga kamarnya di asrama, kalau ini asrama, pasti sekarang dia mendengar suara dengkur Frizzy atau suara kentut Friday atau bahkan suara igauan seorang Jeanne yang kerap kali mengganggu tidurnya. Untunglah Alexa dan Shelly selalu normal walaupun dalam tidurnya.


Posisinya saat ini adalah menghadap ke arah kamar mandi, Amora melihat dan mendengar adanya pergerakan ensel pintu kamar mandi, dia langsung menutup matanya kembali. Demi kerang ajaib, dia tidak sanggup bertatap muka dengan suaminya.


Amora kembali membalikkan posisi tidurnya seperti semula membelakangi Leo. Dia bergerak secara natural agar Leo tidak curiga bahwa dia sebenarnya tidak tidur. Tidak lupa dia menggaruk pahanya seperti seorang yang terusik dalam tidurnya hanya karena seekor nyamuk. Padahal semua orang tau tidak akan ada nyamuk yang berani ke kamar Leo kecuali nyamuk genit.


Gerakan Amora membuat kaos yang dikenakannya tersingkap ke atas hingga pahanya yang mulus terekspos. Amora lupa kalau dia hanya menggunakan kaos punya suaminya Leo yang hanya menutup tubuhnya sampai paha saja. Dan sekarang di kamar yang dia tempati bukan hanya dia seorang tapi ada orang lain yaitu Leo sang suami.


Leo membuka pintu kamar mandi, dan menyaksikan pemandangan itu, dia tersenyum geli. Tapi Leo sadar harud menahan dirinya, apalagi tadi malam orang tuanya sudah memberikan peringatan keras.


Leo kembali ke tempat tidurnya dan tidur seperti posisi semula. Dia memeluk Amora dari belakang. Dia juga mencium pucuk kepala istrinya yang belum genap 24 jam itu. "Ok, sekarang aku udah percaya bahwa ini nyata" guman Leo dalam hatinya dan kembali menutup matanya sambil tersenyum.


Pagi hari begini biasanya si bule akan bangun dengan sendirinya. Karena itu, tanpa komando atau aba aba dari pemiliknya si bule langsung mengambil posisi yang stategis. Si bule bersembunyi di belahan sintal bokong Amora. Ah hangat.


Amora tersentak merasakan sebuah benda kenyal menyelip di belahan bokongnya. Dia meraih benda itu, ingin memastikan itu apa. Amora memegang benda pusaka itu dan terkejut bahwa benda itu adalah si bule (burung Leo).


Leo langsung membuka matanya terkejut dengan sentuhan tangan Amora, dia tidak lagi bisa menahan diri kalau begini keadaannya. Amora yang memulai duluan bukan?


Amora menarik tangannya dari belakang tubuhnya tapi dengan cepat Leo menahannya. Leo menuntun tangan Amora untuk mengelus si bule, berharap si bule segera tidur kembali tapi karena elusan itu malah makin membuat si bule semakin menegang dan malah berdiri dengan gagahnya.


Nafas Amora semakin tersendat karena gugup bercampur malu. Bukan niatnya melakukan hal ini, hanya karena rasa penasarannya yang begitu besar mendorongnya untuk menyentuh benda pusaka itu.


"nghhh...shhhhhh....yes dear, like that" leguhan nikmat keluar dari mulut Leo. Tangan Leo mulai nakal menelusupkan tangannya ke dalam baju Amora dan meraba perut Amora hingga naik ke dada Amora.


Bibirnya pun tidak tinggal diam. Leo mulai mencumbu dan menghisap leher Amora. Leo juga memaju mundurkan pinggulnya, memberikan kenikmatan lebih kepada si bule yang saat ini berada di genggaman Amora dari balik celana Leo.


Gelenyar aneh menghinggapi Amora, terasa menggelitik dan semakin berdenyut di bawah perutnya. Amora memejamkan matanya menikmati perlakuan Leo di tubuhnya. Dia ikut terhanyut dalam hasrat hingga Amora akhirnya meloloskan sebuah desa*hannya.


"Hmmmm...shhh...kak" des*ahnya.


Bibir Leo berpindah dari leher ke telinga Amora, menggigit kecil kuping itu. Leo juga membisikkan ajakan berbuat anu 👉👈.


"May I? Should we continue to next step? I want you, are you ready? Tell me dear" (Bolehkah? Haruskah kita lanjut ke langkah selanjutnya? Aku menginginkanmu, apakah kamu siap? Katakan sayang).


Amora melihat ke belakang, ke arah suaminya, Leo langsung melu*mat bibirnya dengan penuh kelembutan, tangannya semakin liar. Tangan kanannya melepas tangan Amora yang mengelus si bule, tangan itu kini berpindah posisi ke perut Amora. Tangan Leo mengelus perut Amora memberikan rans*angan.


Leo melepas bibirnya dari bibir Amora, menatap wajah wanita itu dengan memelas, berharap Amora mengiyakan ajakannya. Wajahnya saat sudah memerah menahan gairah dan si bule juga sudah meronta ingin memasuki sesuatu.


Amora yang ditanya apakah sudah siap memberikan hartanya yang paling berharga dan siap menjadi milik Leo seutuhnya bingung mau menjawab apa. Sebenarnya dari semalam dia sudah meyakinkan dirinya sudah siap tapi ada perasaan takut.


Lama Amora termenung menimbang ajakan suaminya. Amora mengingat kembali pesan orang tuanya bahwa selarang Amora adalah tanggung jawab Leo. Leo yang akan menuntunnya setiap langkahnya untuk kedepannya. Amora pun mengangguk tanda setuju dengan ajakan Leo untuk berkembang biak bersama.


"Yesss" teriak Leo begitu kencang dan bersemangat seperti memenangkan hadiah lotre ah bukan lotre itu terlalu kecil dibandingkan harta kekayaan ayahnya. Dia seperti mendapatkan Diamond Free Fire secara cuma cuma atau terpilih menjadi salah satu anggota team Dota 2 yaitu Team Spririt.


Sebenarnya Amora sangat takut tapi dia juga sungguh penasaran dan rasa penasarannya ternyata lebih besar dari rasa takutnya.


Leo langsung menindih badan Amora dan mencium bibir Amora dengan sangat ganas. Dibelitkannya lidahnya ke lidah Amora, mereka berperang lidah. Bibir Leo berpindah ke leher Amora sedangkan tangannya bermain di kedua dada Amora.


"hhmmmmm...shhhhh slow down kak. You make me scare" kata Amora dan menyadarkan Leo akan keganasannya.


"Maaf dear, aku terlalu bersemangat hehehe" Leo terkekeh.


Leo melepas kaos yang dikenakan Amora dan langsung menampilkan tubuh polos istrinya. Ini sungguh menggairahkan, bahkan si bule semakin menegang di tempatnya, sesekali bergoyang ke kiri dan ke kanan, atas dan bawah seolah melakukan tarian selamatan untuk menyambut sarang kenikmatan.


Leo terdiam beberapa detik untuk menatap tubuh polos Amora, memuja dan menikmati keindahan lekukan tubuh istrinya.


Sebelum si bule masuk, Leo menyanyakan istrinya kembali. "Kamu siap yank? Kalau kamu ga siap, aku bisa nunggu tapi kalau siap, aku ga bakalan berhenti apapun yang terjadi".


Amora mengangguk mantap, pertanda sudah siap "Do what you wanna do, I'm yours"


Leo langsung melu*mat bibir Amora mendengar jawaban Amora seperti keinginannya. "I love you".


Dan akhirnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


………………………………………………………………………………


Revisi revisiiiiii Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu