Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Pengganggu



Friday menyerahkan gaiwainya kepada Louis. Louis menerima gawainya dan memperbaiki posisi mereka. Louis berbaring sedangkan Grant dia baringkan di atas dadanya, dia mengarahkan gawainya pada wajah Grant. Louis juga meminta Grant agar berbicara dengan grandpanya.


Grant mulai berceloteh tidak jelas, dia kadang menganggukkan kepalanya, kadang berceloteh dengan nada marah. Hanya Tuhan dan Grant yang tau apa artinya. Louis membiarkannya saja dan menikmati pertunjukan anaknya. Saat ini Grant dalam mode badut yang sangat jarang ditunjukkan. Kalau sedang berceloteh seperti ini dia sangat mirip dengan Friday


Yudha dan Sita yang menonton dari seberang juga merasa terhibur dengan balita gembul yang adalah cucu mereka. Ingin rasanya Sita membungkus Grant dan membawanya pulang ke rumahnya. Sepertinya Sita akan selalu meminta Yudha untuk melakukan video call seperti ini lagi ke depannya. Sita jatuh cinta pada pemuda tampan berusia 26 bulan itu pada pandangan pertama.


Grant sungguh jadi obat penawar rindu Sita pada Keyra yang sampai saat ini belum bisa dia hubungi. Entah apa yang Leo rencanakan hingga Leo tidak ingin diganggu selama liburan.


Yudha mengakhiri panggilan videonya karena Louis dan Friday sedang fokus menenangkan Grant. Louis ketiduran dan tidak sengaja menjatuhkan gawainya dari tangannya. Dan sayangnya, gawainya terjatuh tepat ke kening anaknya yang sedang asik bercerita dengan Yudha menggunakan bahasa alien. Grant yang terkejut seketika menangis dengan sangat kencang membuat Friday bangun dan menghampirinya.


Friday berusaha membujuk anaknya yang sedang menangis dan merajuk pada ayahnya. Grant mengusir Louis dari tempat tidur dan meminta ibunya menemaninya di sana menggantikan ayahnya. Mau tidak mau, Friday menurutinya. Dia meletakkan bantal di perutnya menghalangi kaki Grant menendang langsung ke perutnya.


Setelah panggilan berakhir, Sita langsung menuju arah lemari dimana dia menyimpan semua barang berharganya, termasuk perhiasan. Dia membuka sebuah kotak perhiasan dan mengambil sebuah gelang giok. Yudha menyusul istrinya karena penasaran apa yang akan dilakukan oleh istrinya.


Sita tersenyum ke arah suaminya dan menunjukkan gelang giok tersebut. "Kita sudah menemukan pemilik asli gelang ini pa" kata Sita.


"Memangnya ini gelang apa? Dan siapa pemiliknya?" tanya Yudha yang masih belum paham maksud istri ya.


"Ini gelang milik mamaku, dulu sebelum meninggal mama menyerahkannya padaku dan berpesan agar memberikannya pada istri Louis. Sebenarnya mama ingin memberikannya pada kakak ipar karena gelang ini hanya untuk menantu pertama keluarga Scaff tapi karena kejadian masa lalu, mama mempercayakan gelang ini untuk ku simpan dan menyerahkannya pada cucu menantunya suatu saat nanti. Dan sekarang karena Louis sudah menikah dengan Friday artinya sekarang pemilik gelang ini adalah Friday" jelas Sita dan diangguki oleh Yudha.


"Mama bisa menyerahkannya pada Friday setelah masalah ini sudah selesai saja. Tapi sebaiknya bicarakan dulu pada Jennifer, akan lebih baik jika Jennifer yang menyerahkan langsung gelang itu pada Friday" Yudha memberikan sarannya.


"Apa Jennifer sudah tau?" tanya Sita.


"Belum. Makanya papa bilang setelah masalah selesai" jawab Yudha mendelik kesal pada istrinya.


"Ya maaf" balas Sita sewot.


🌸🌸🌸🌸🌸


Christian tampak serius memperhatikan layar komputer di atas meja kerjanya. Dia sedang menonton cctv yang dia pasang di apartemennya tanpa sepengetahuan Alexa maupun Caleb. Dia selalu memeriksa cctv tersebut secara rutin dan menyimpan beberapa video berisi percakapan Alexa dan Caleb yang bisa dijadikan bukti kejahatan Caleb.


Saat ini dia sedang menonton siaran langsung Alexa dan Caleb yang sedang berciuman mesra di ruang tamu apartemennya. Christian tertawa miris melihat kejadian ini. Dia begitu memuja perempuan itu tapi ternyata perempuan itu hanya memperalatnya.


Perlahan tapi pasti, rasa sayang yang pernah ada mulai terkikis dan menyisakan kebencian yang begitu mendalam setiap harinya karena penghianatan. Apalagi setelah adanya cctv itu, Christian bisa melihat sendiri apa yang Alexa dan Caleb lakukan dibelakangnya dan yang paling miris adalah di apartemen miliknya. Hampir tiap hari Christian bisa menonton live streaming adegan panas antara Alexa dan Caleb. Dan hampir tiap hari juga dia mendengar tujuan dan keinginan busuk Caleb.


Timbul ide gila di benak Christian, dia mengambil gawainya dan menekan nomor kontak Alexa. Dia ingin mengacaukan dan menghentikan acara cumb*uan Caleb. Christian bisa melihat jika burung milik Caleb sudah menegang siap untuk dipuaskan. Dia ingin melihat Caleb frustasi karena terganggu saat sedang menyalurkan has*ratnya.


Alexa dengan perut buncitnya berlutut di depan Caleb yang sedang berdiri sedangkan Caleb mengumpulkan rambut Alexa di tangan. Kepala Caleb menengadah ke atas, memejamkan matanya menikmati sensasi nikmat dari kulu*man mulut Alexa kepada burungnya.


Aktivitas itu tiba tiba terhenti saat mereka berdua mendengar nada dering telepon genggam Alexa. Caleb meminta Alexa untuk tetap melanjutkan memanjakan burungnya di dalam mulut Alexa hingga nada dering itu terhenti. Tapi tidak lama kemudian, nada dering itu terdengar kembali. Tapi Caleb masih bersikuku ingin Alexa tidak menghentikan aktivitasnya dan menghiraukan panggilan telepon itu.


Tidak putus asa, Christian kembali menekan nomor telepon Alexa dan melakukan panggilan telepon. Terlihat Alexa mengeluarkan burung Caleb dari mulutnya dan berdiri ingin melihat siapa yang meneleponnya. Caleb mengumpat karena kenikmatan itu terhenti.


"Maaf dad, aku lihat dulu siapa yang menelepon mana tau penting" kata Alexa beranjak dari tempatnya saat ini menuju ke tempat telepon genggamnya berada. Dia menemukan telepon genggamnya yang masih bergetar dan melihat nama si pemanggil telepon. Alexa terdiam, tidak tau harus melakukan apa.


"Siapa?" tanya Caleb dengan nada kesal.


"Christian dad. Ku terima atau tidak?" tanyanya balik.


Belum ada jawaban dari Caleb, nada deringnya berhenti berbunyi.


"Sudah berhenti" kata Alexa lagi.


"Kalau dia telepon lagi baru diterima, kita tunggu saja" jawab Caleb.


Mereka akhirnya menunggu panggilan telepon dari Christian. Tapi Christian tidak ingin buru buru menelepon kembali. Dia ikut diam mengamati tersangka di layar komputernya itu.


Setelah menunggu 5 menit, mereka melanjutkan aktivitas berkembang biaknya lagi. Alexa sudah berbaring di sofa dengan kaki yang terbuka lebar dan Caleb sudah mengambil posisi berlutut diantara paha Alexa, saat Caleb akan memasukkan burungnya ke milik Alexa. Christian kembali melakukan panggilan telepon.


"Fu*ck. Da*mn it" umpat Caleb merasa kesal dan marah. Alexa juga merasa marah dan kesal karena saat ini dia sudah sangat ingin dimasuki tapi ada gangguan.


Caleb melihat layar telepon genggam Alexa yang diletakkan di atas meja bertuliskan nama keponakannya, Christian.