
"Zy, ayo segera menikah dan punya anak yang lebih cantik dan lebih imut dari dia. Aku janji akan menyayanginya dan merawatnya setulus hati" ucap Kelvin.
"Apa ini acara katakan cinta? Wow ini lamaran pernikaha! Hebat" seru Friday.
"Apakah setelah kita punya anak aku tidak akan dicintai dan disayangi? Hanya anak itu yang akan kamu rawat dan sayangi? Bagaimana denganku? Apa kau akan menbuangku?" tanya Frizzy.
"Tentu saja tidak, setiap harinya ku pastikan jika cintaku akan selalu bertambah hingga kamu over dosis. Kamu tetap nomor satu di hatiku, tidak perlu ragu. Kamu bisa lihat sendiri perjuanganku dan kesabaranku selama ini bukan? Jadi maukah kamu menikah denganku?" tegas Kelvin kembali.
"Ya, ayo menikah secepatnya. Aku pun tidak sabar untuk memiliki anak darimu dan tidak sabar melihat wajahnya kelak akan mirip kamu atau malah mirip aku" jawab Frizzy dengan terharu bahkan meneteskan air mata bahagianya. Frizzy telah memantapkan hatinya dan melabuhkannya pada dermaga pria yang kini sedang berada di hadapannya itu.
Ini adalah jawaban yang dari dulu Kelvin nantikan, dia bersyukur dan bahagia akhirnya gadis yang selama ini dia kejar dan perjuangkan akhirnya luluh dan mau menikah dengannya.
"Terima kasih, I Love You to the pulto and back" ucap Kelvin.
"Iyuh....pluto dong" sahut Jeanne.
"Peluk Aku dong" pinta Kelvin.
Frizzy langsung mendekat dan memeluk Kelvin yang sedang menggendong bayi mungil Alexa. Jeanne dan Friday bertepuk tangan dan turut bahagia atas kabar gembira ini.
Wajah Kelvin langaung berubah datar setelah menerima info dari para bawahannya. Kelvin terlihat beberapa kali menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya. Frizzy datang mendekat dan mengambil tangan Kelvin. Dia menggenggam erat tangan Kelvin untuk menyampaikan pada Kelvin jika semua akan baik baik saja dan dia akan selalu menemani pria itu apa apun keadaannya.
Kelvin membawa Frizzy dalam pelukannya dan menvium kepala Frizzy dengan lembut. Kebahagiaan yang baru dia rasakan setelah diterima lamarannya harus berakhir begitu cepat. Dia dipaksa kembali ke dunia nyata yang sedang tidak baik baik saja.
Setelah Kelvin memutus panggilan teleponnya, Frizzy segera menanyakannya tentang apa yang terjadi. "Ada apa? Kenapa begitu tegang?" tanya Frizzy tidak sabaran. Friday dan Jeanne juga menunggu info yang baru saja Kelvin terima.
"Situasi di luar sudah tidak terkendali, ternyata suruhan Johnson Black sudah menyebar di seluruh lantai rumah sakit. Para anak buahku belum bisa menaklukkan mereka dan membersihkan jalan keluar untuk kita" jelas Kelvin. Kelvin menarik nafasnya begitu dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Friday yang dilanda ketakukan kembali karena situasinya berubah mencekam.
"Kita harus keluar dari sini secepatnya, aku sudah meminta beberqpa ank buahku untuk mengawal kita hingga keluar dari lingkungan rumah sakit. Jangan khawatir, aku pasti melindungi kalian. Ku harap kalian tetap tenang agar bisa membantuku berfikir dengan rasional" pinta Kelvin dan diangguki oleh semua penghuni ruangan.
"Bagaimana dengan Alexa dan baby?" tanya Frizzy.
"Kita harus membawa mereka juga, sasaran utama mereka adalah mereka berdua. Mereka adalab prioritas perlindungan kita saat ini" jawab Kelvin.
"Sebentar aku akan menghubungi papa dulu. Tadi aku sempat meminta bantuan papa untuk mengirimkan barang yang Alexa dan bayinya butuhkan. Semoga papa juga mengirimkan body guard yang bisa mengawal kita keluar dari sini" ucap Friday.