
Seperti yang sudah direncanakan dan dijadwalkan Sunday, pagi ini mereka berangkat ke villa milik keluarga Alcantara di pinggiran kota.
Mereka bertujuh menggunakan 1 mobil van yang mampu menampung mereka. Mereka tidak membawa banyak barang hanya pakaian saja di ransel masing masing karena memang Sunday sudah menyiapkan kebutuhan mereka selama di sana.
Hanya butuh waktu 2 jam dalam perjalanan akhirnya merka sampai ke tempat tujuan yaitu villa milik keluarga Alcantara. Mereka disambut oleh penjaga villa dan beberapa karyawan di perkebunan teh milik keluarga Alcantara.
Mereka mulai liburan singkat ala Sunday dimulai dari menaiki kuda melewati perkebunan teh. Frizzy, Amora dan Jeanne belum pernah dan belum tau cara menunggang kuda akhirnya dipandu oleh Kelvin, Leo dan Sunday. Mereka berpasangan kecuali Friday. Friday bisa menunggang kuda sendiri.
Setelah acara menaiki kuda sambil menikmati pemandangan dan udara di perkebunan teh, mereka lanjut makan siang di villa. Suasana yang tenang dan udara yang sejuk merilekskan semua badan dan pikiran mereka. Apalagi beberapa hari ini mereka selalu berkutat di depan komputer untuk menyelesaikan project mereka.
Sunday yang sudah kasihan melihat adik dan teman teman adiknya berinisiatif memberikan liburan singkat. Dia melihat adiknya memiliki tampang butuh liburan pake banget.
Mereka benar benar menikmati liburan sederhana ini. Setidaknya penat di hati dan pikiran mereka terbuang sedikit. Walaupun di sela sela liburan mereka membahas sedikit tentang project karena tiba tiba mendapatkan ide saat pikiran mereka tenang.
Sungguh meluangkan waktu sejenak untuk liburan bukan hal yang sia sia. Buktinya sudah banyak ide yang mereka dapatkan untuk menyelesaikan projectnya.
Setelah makan siang mereka melanjutkan acara liburannya treking. Melewati persawahan dan kebun menuju air terjun dan sungai. Di sana bereka bermain arum jeram dan bermain air sampai sore hari.
Mereka kembali ke villa dengan keadaan basah kuyub. Rencananya malam ini mereka akan makan malam di taman belakang. Alat alat untuk grilling dan bahan grilling sudah tersedia. Mereka makan malam sambil berbincang bincang mengenai banyak hal.
Mereka masih di taman belakang, mereka menyanyi dan bergosip ria sambil minum bir rendah alkohol. Sungguh malam yang indah. Saking menikmati acara malam itu, mereka tidak sadar sudah lewat tengah malam. Mereka akhirnya pergi ke kamar masing masing untuk istirahat karena sudah mengantuk.
Mungkin karena sudah capek seharian, begitu menyentuh tempat tidur mereka langsung tertidur pulas. Suara ngorok mereka saling sahut sahutan. Malam itu bukan malam yang sepi tapi malam yang ramai. Ramai dengan suara ngorok.
Rencana awal, mereka akan kembali ke kediaman Alcantara pada pagi hari tapi seperti nya itu hanya rencana. Karena sampai jam 11 pagi eh bukan pagi lagi sudah bisa dikatakan siang, satu pun dari antara mereka belum ada yang bangun.
Selain karena mereka kecapekan, udara di sini yang dingin dan sejuk menjadi penyebab utama mager alias malas gerak. Hawa dan suasanya memang cocok buat kaum rebahan. Mereka seakan lupa akan project yang menunggu diselesaikan.
Akhirnya sekitar jam 1 siang mereka bangun karena sudah lapar. Mereka langsung makan siang rangkap makan pagi. Setelah itu mereka langsung mandi dan membereskan barang bawaannya. Mereka akan langsung pulang sore ini.
Sekitar jam 3 mereka berangkat pulang menuju kediaman Alcantara. Di perjalanan pulang mereka tertahan karena macet. Di depan ada kecelakaan tabrakan beruntun. Evakuasi korban dan mobil yang terlibat kecelakaan membutuhkan banyak waktu, membuat macet parah dan panjang.
Banyaknya warga yang ingin menyaksikan evakuasi juga menjadi penghalang bagi petugas keamanan dan kesehatan untuk segera menyelesaikan tugasnya. Rasa ingin tau dan jiwa kepo warga negara ini sangat tinggi.
Daripada berdiam diri di dalam mobil, mereka memutuskan untuk membantu evakuasi korban dan ikut memberikan pertolongan pertama untuk korban yang mengalami luka ringan.
Akhirnya evakuasi korban kecelakan dan pembersihan puing puing kendaraan selesai sekitaran jam 7 malam. Mereka memutuskan untuk makan malam di sekitar tempat terjadinya kecelakaan. Tapi sayangnya makan malam bukan ide yang bagus.
Walaupun lapar tapi mengingat luka para korban membuat mereka tidak bernafsu untuk makan sama sekali. Mereka melanjutkan perjalanannya.
Mereka sampai di rumah sudah malam sekitar jam 10. Perjalanan yang harusnya hanya memakan waktu 2 jam, malah menjadi 7 jam. Sesampainya di rumah mereka langsung ke kamar untuk mandi dan langsung istirahat.
Pagi pagi sekali, Friday and friends sudah berada di gazebo taman depan tempat mereka biasa mengerjakan projectnya. Mereka tampak serius mengerjakannya. Tekanan yang didapat juga semakin besar.
Saat menghadapi tekanan seperti ini, biasanya manusia akan memiliki 2 kemungkin. Yang pertama adalah menyerah dan yang kedua adalah menyelesaikan sebisa mungkin.
Mereka memilih opsi yang kedua. Mereka benar benar memberikan yang terbaik dari mereka dan selebihnya biar Tuhan yang bekerja. Pasrah cuy.
Usaha benar benar tidak menghianati hasil. Kegigihan serta semangat tidak pantang menyerah membuahkan hasil. Mereka benar benar menyelesaikan projectnya dengan sangat memuaskan walaupun waktu pengerjaan sangat minim dan mepet. Ini bisa dibilang karena faktor the power of kevevet.
Mereka mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan sang senior Leo dan Kelvin yang ikut serta mengerjakan projectnya. Tampaknya Frizzy juga sudah mulai melembut kepada Kelvin baik itu tatapan maupun nada dan cara bicaranya.
Hal itu tentu saja membuat Kelvin sangat senang walaupun masih belum ada kata dimaafkan terucap dari bibir yang pernah tidak sengaja dia cium itu yaitu bibir Frizzy.
Untuk membuat Frizzy semakin terkesan, Kelvin juga menyelesaikan troubleshoot server mereka yang down dan melakukan repair atau perbaikan.
Kelvin memperlihatkan semua log activity yang terekan di dalam server. Mereka saling memandang tidak percaya akan apa yang mereka berdua lihat. Kelvin juga memberika rekam cctv kantin yang sempat dia retas.
Semakin banyak yang dia tau, semakin menyakiti hatinya. Dia tidak menduga teman yang dekat dengan mereka berbuat seperti itu.
Frizzy sampai terdiam lama menyaksikan semua bukti yang diberikan oleh Kelvin. Dia benar benar sedih, kecewa dan marah tapi dia tidak tau kepada siapa dia harus marah. Frizzy meminta maaf kepada Kelvin karena sudah berbuat kasar dan berlaku tidak sopan kepada Kelvin.
Kelvin yang sebenarnya berhati lembut langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Akhirnya setengah bebannya berkurang. Dia kasihan melihat wajah Frizzy yang menunjukkan seberapa kecewanya dia sampai harus mengeluarkan air matanya.
Frizzy meminta agar Kelvin tetap merahasian hal ini dari teman temannya. Dia tidak ingin pertemanan mereka hancur begitu saja. Kelvin pun mengiyakan.
Kelvin pun meminta maaf kepada Frizzy karena tidak sengaja mencium bibir dan menyentuh dadanya. "Frizzy, aku minta maaf ya atas kejadian kemaren, ga ada niat buat cium kamu apalagi nyentuh anumu. Hari itu aku sangat gugup dan sedikit takut sampai kakiku lemas" jelasnya.
Kelvin juga menceritakan kalau setelah ciuman itu dia acting histeris demi menghindari amukan Frizzy. Dia telah memprediksi bahwa dia akan mendapatkan bogem bertubi tubi dari Frizzy. Untuk menyelamatkan hidupnya dan juga wajah tampannya, terpaksa dia harus pura pura gila.
Frizzy tertawa mendengar pengakuan Kelvin.Dia pun menjawab dengan sangat lembut dan senyum yang mengembang disertai anggukan kepala "Tiada maaf bagimu".
Kelvin langsung tersenyum dan mengucapkan terima kasih tapi detik berikutnya dia sadar jawaban Frizzy yang belum memaafkaannya. "Dasar manusia ga punya hati" gerutunya dan masih terdengar jelas di telinga Frizzy.
Frizzy tertawa senang bisa mengerjai Kelvin. Kelvin yang sadar sedang digoda oleh Frizzy pun makin membuat ekspresi wajah yang super menggemaskan. Dia mencebikkan bibirnya.
Frizzy mengulurkan tangannya, dia memaafkan Kelvin dan ingin memulai pertemanan yang baik dengan pria tampan itu.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu