
Baru saja Louis memejamkan matanya, dia harus kembali terjaga. Bunyi nada dering dari gawainya membangunkannya. Dengan langkah malas dia mengambil gawainya yang berada di atas nakas dan melihat layar yang bertuliskan nama ayahnya. Louis menerima panggilan telepon itu.
Saat sedang mendengarkan penjelasan ayahnya, Louis dikejutkan dengan tangan yang membelai punggungnya. Dia melihat si pemilik tangan ternyata istrinya. Dia memegangi dadanya yang sempat terkejut karenanya, dia berpikir bahwa itu adalah hantu mengingat mereka yang saat ini sedang di rumah sakit. Pasti banyak juga roh mayat yang gentayangan. Memikirkannya saja dia sudah merinding.
"Siapa?" tanya Friday yang penasaran dengan si penelepon itu sebab suaminya sangat serius dan fokus mendengar si penelepon sampai tidak sadar istrinya sudah bangun bahkan sudah dari toilet.
"Papa" jawab Louis dan segera mengaktifkan loudspeaker agar Friday bisa mendengarnya. Tidak mungkin Louis bisa menyembunyikan berita sebesar ini dari istrinya. Friday akhirnya ikut mendengarkan info dari mertuanya.
Friday mengambil gawainya dan membuka browser untuk melihat berita terpopuler saat ini. Dan matanya membelalak membaca berita itu. Dia melihat semua bukti foto yang juga dilampirkan di laman berita itu.
[Kehidupan Sebenarnya Putri Pemilik Alcantara Grup Bikin Geleng Geleng Kepala]
[Simak Fakta Putri Orang Terkaya di Negara A yang Terkenal Play Girl]
[Sering Gonta Ganti Pasangan, Putri Pemilik Alcantara Grup Terciduk Sering 'Ngotel']
[Sempat Hilang dari dunia maya, putri pemilik Alcantara Grup kembali muncul dengan kelakuan tidak terpuji]
[Setelah 3 tahun menghilang, begini nasib putri orang terkaya di negara A, Fakta no 3 bikin geleng kepala]
Friday sampai pusing membaca judul berita mengenai dirinya. Dia membuka salah satu berita yang menarik perhatiannya.
[Putri Pemilik Alcantara Grup: Pergaulan bebas, hingga hamil di luar nikah]
Berita itu memuat banyaknya foto dirinya yang dirangkul oleh seorang lelaki di hotel. Sayangnya semua foto itu hanya memperlihatkan wajahnya, sedangkan wajah lelaki yang merangkulnya tidak terlihat sama sekali. Mereka tidak tau saja bahwa semua lelaki yang bersama dirinya di foto tersebut adalah suaminya sendiri. Louis selalu memakai masker dan topi bahkan kadang menggunakan wig, kacamata dan kumis palsu saat mereka bertemu di hotel. Wajar saja paparazzi menganggapnya laki laki berbeda.
Yang paling membuat Friday terkejut dan marah saat membaca berita itu adalah adanya fotonya bersama Grant. Dia sudah menyembunyikan Grant sebaik mungkin tapi bisa kecolongan. Apalagi seingatnya foto itu adalah ketika mereka masih berada di negara WX. Friday bersyukur karena wajah Grant diblur oleh si pembuat berita.
Friday berpendapat bahwa yang menyebarkan berita ini adalah orang telah lama mengikutinya. Sebab semua foto di berita itu semua benar tanpa editan. Bahkan foto yang terakhir adalah foto yang diambil kemarin saat dia dan Louis menghabiskan waktu dengan check in di hotel untuk menunggu mama Sita.
"Apa saatnya kita go public?" tanya Friday mulai cemas.
"Belum, tenang saja team IT kita sedang kerja sama dengan Alcantara untuk men-take down semua berita itu dan tentunya Kelvin ikut membantu. Untung saja masih pagi, belum banyak netizen yang membacanya. Setelah dicheck ternyata si pembuat berita itu adalah buzzer. Kami masih belum menemukan siapa yang membayar buzzer itu. Nanti papa dan Kalino akan mengadakan konferensi pers juga. Jadi kalian fokus dulu ke kesehatan Friday" jawab Yudha.
Grant terbangun dan memanggil mamanya, Friday menoleh dan segera menghampiri anaknya. Louis juga ikut mendekat pada anak dan istrinya. Mendengar suara cucunya, Yudha mengubah panggilan suara menjadi video call. Louis segera menerima permintaan video call tersebut dan mengarahkan cameranya kepada Grant. Tumben sekali pria itu peka.
"Hai Grant, cucunya grandpa. Uluh uluh kenapa nangis anak baik?" tanya Yudha yang gemas melihat cucu gembulnya itu. Grant masih tidak menghiraukan kakeknya, dia masih asik mengadu pada ibunya. Dia menangis karena saat terbangun tidak ada siapapun di sampingnya.
Setelah tenang, Grant menyapa kakeknya itu membuat hati Yudha berbunga bunga. Biasanya dia dan Kalino akan bersaing untuk mendapatkan perhatian bayi gembul itu. Grant tidak banyak bicara seperti ayahnya namun dia sangat aktif seperti ibunya. Jadi mendapatkan sapaan dari Grant adalah hal yang sangat membahagiakan bagi Yudha.
"Baik baik di sana ya. Grant sama mommy dulu, nanti kita ketemu" kata Yudha ingin mengakhiri panggilan video call itu, sebab sudah hampir setengah jam dia menghilang dari radar istrinya. Namun naas pada kalimat terakhir itu, Sita malah masuk ke ruang kerjanya yang lupa dia kunci. Sita sempat mendengarnya seketika marah dan langsung pergi tidak lupa dia membanting keras pintu ruangan itu.
Yudha terkejut dan menyadari bahwa istrinya menciduknya, "Sepertinya papa terciduk. Nanti kita lanjut lagi ya. Papa mau nyusul mama kalian dulu. Tetap jaga kesehatan dan masalah ini biar kami yang handle". Yudha mengakhiri panggilannya terhadap anaknya dan segera menyusul istrinya.
Sita telah mengunci kamar mereka dari dalam. Dia menangis sedih, marah dan bercampur kecewa. Dia mengira bahwa suaminya telah menghianatinya dan bahkan telah memiliki anak dari perempuan itu. Dia mencari suaminya karena ingin memberitahukan berita yang baru saja dia baca.
Berita mengenai Friday yang nakal dengan banyak lelaki. Bahkan salah satu lelaki yanh digoda Friday adalah anaknya. Dia ingat pakaian yang Friday dan Louis gunakan kemarin saat mereka bertemu di mall. "Pantas saja Louis tidak pulang ternyata karena dijerat oleh Friday" pikirnya.
Niat hati Sita ingin memberi tahukan sebuah berita penting yang melibatkan anaknya, Sita malah mendapati suaminya sedang menghubungi seseorang yang dia yakini selingkuhan dan anaknya. Sita mengingat kembali kelakuan suaminya yang sering mengunci ruang kerjanya. Ternyata untuk menghubungi simpanan dan anaknya itu.
Yudha menghubungi Leo, dia mengadu tentang apa yang baru saja terjadi. Yudha ingin Leo membujuk mamanya agar mau membuka pintu kamar dan bicara dengannya. Leo mengiyakan permintaan papanya dan menghubungi mamanya. Sedangkan Yudha masih berusahan mengetuk pintu dan membujuk istrinya agar membuka pintu.
Mendapat telepon dari anaknya Sita segera menerimanya. Sita masih menangis saat menerima telepon itu. "Mama kenapa menangis apa yang terjadi?" tanya Leo pura pura tidak tahu apa apa.
"Papa kamu....papa kamu selingkuh dan punya anak dari wanita lain. Kamu punya adik dari wanita lain" adu Sita pada Leo. Sita masih menangis mengetahui hal itu.