
Frizzy yang berada di bawah Kelvin langsung mendorong dada bidang Kelvin."Awas lu, minggir, berat tau. Dasar cowok mesum" umpat Frizzy.
Kelvin langsung beranjak dari atas tubuh Frizzy dan bangkit berdiri. Tanpa membantu Frizzy, Kelvin berlari ke arah Leo. Dia memegangi bibirnya.
"Leo apa yang harus ku lakukan? Bibirku udah ternoda. Apa perlu aku operasi plastik untik menghilangkan noda itu? Astaga bagaimana ini? tanya Kelvin ke Leo dengan panik.
Leo semakin tertawa mendengar penuturan Kelvin. Leo heran saja, seharusnya kalimat itu keluar dari mulut Frizzy tapi ini malah Kelvin yang mengeluh.
Frizzy yang mendengar keluhan Kelvin merasa tidak terima. Di sini dia yang korban tapi dia seolah olah jadi tersangka. Kelvin yang mesum tapi Frizzy yang dianggap pemerkos*.
"Oi cicak rawa, harusnya gue yang ngomong gitu. Di sini yang rugi banyak kan gue. Udah ditimpa, bibir lu yang hina itu nyentuh bibir suciku. Lagi itu tangan kurang aja banget megang dada gue. Dasar mesum. Sekalinya mesum emang bakalan mesum terus" ungkapan kekesalan Frizzy.
Kelvin semakin mengadu ke Leo. "Leo, tanganku juga sudah kotor, apa perlu ku amputasi? Bagaimana aku hidup dengan kekotoran ini. Kesucian tanganku telah direnggut oleh gadis tak bertanggung jawab itu". Kelvin sambil menunjuk ke arah Frizzy dan semakin menangis dalam kepanikan.
Leo menenangkan hati sahabatnya itu. Friday hanya menjadi penonton yang baik. Dia sebenarnya heran melihat tingkah Kelvin. Kejadian ini di sungguh luar nalar nya. Frizzy melongo mendengar semuanya. Tidak mau berlama lama di sekitaran pria mesum itu, Frizzy mengajak Friday segera pergi.
"Fri, mending kita pergi deh, lama lama di sekitaran cicak rawa itu buat emosiku semakin memuncak. Takutnya gue khilaf langsung menghajarnya. Kali ini gue lepas lu, lain kali kalo ketemu, gue hajar muka lu yang menyebalkan itu" ancam Frizzy ke Kelvin.
Akhirnya Friday dan Frizzy pamit ke Leo pergi dari tempat itu menuju kamar asrama karena merasa sudah tidak punya kepentingan lagi di sini apalagi melihat kehisterisan Kelvin yang menurut pengamatan mereka sangat lebay.
Tidak lama setelah Frizzy dan Friday pergi dan tidak terlihat lagi, akhirnya Kelvin berhenti berteriak histeris. Dia langsung bersikap normal sama seperti biasanya.
"Akhirnya terlepas juga dari sarang kecoak sawah", kata Kelvin sambil mengelus dadanya.
Leo belum mengerti kenapa Kelvin tadi teriak histeris dan sekarang tiba tiba bersikap normal. Leo mengernitkan keningnya belum bisa mencerna semua kejadian ini.
Tadi dia masih bingung kenapa Kelvin bisa histeris sampai minta operasi plastik dan amputasi, tapi sekarang apa ini? Kelvin kembali normal seperti tidak terjadi apa apa.
"Lu kenapa sih tadi bro? Gue sampe kelimpungan. Lu sakit? Jangan jangan lu bipolar. Perubahan sikap lu tuh cepat banget, gue sampe takut" ungkap Leo.
Kelvin kembali mengelus dadanya, Leo pun was was berpikir kalau Kelvin akan kembali histeris. Kelvin mengaku pura pura histeris di depan semua orang tadi kepada Leo.
"Tadi gue pura pura, dari pada gue mati ditangan nya. Gue ga ngapa ngapain aja gue kena tonjok. Apa lagi ini gue cium bibir sama sentuh dadanya. Bisa bisa gue tinggal nama. Tadi berpikir mau pura pura gila aja tapi takutnya jadi beneran gila" jelas Kelvin panjang lebar.
Leo tertawa mendengar penuturan Kelvin dan dia mengacungkan kedua jempol tangannya. Memuji akting Kelvin di depan Frizzy. Leo tidak tau saja kalau Kelvin sudah lemas dan tangannya sampai tremor saking takutnya akan kejadian itu.
Hari ini harusnya masalah selesai malah masalah bertambah. Sudah bertemu Frizzy, bukannya memberikan bukti rekaman cctv tapi malah memberikan kesan permanen 'mesum', sungguh naas.
"Sudahlah, yang penting hari ini gue lolos dari cengkraman dan tatapan hinaanya" batin Kelvin.
Akhir minggu telah tiba, saatnya semua mahasiswa berkemas untuk meninggalkan asrama untuk liburan panjang. Kebanyakan mahasiswa yang belum menyelesaikan project memilih menghabiskan waktu liburan di sekitar kampus. Ini memudahkan kelompok mereka komunikasi. Tapi Friday dan kawan kawan memilih menyelesaikan project di rumah Friday.
Setelah melakukan prosedur izin keluar kampus dan menginap di luar, mahasiswa mulai membawa barang bawaanya ke entrance hall. Di sana mereka berpamitan ke teman teman mereka dan menunggu jemputan keluarga masing masing.
Friday dijemput oleh 2 mobil yang diminta oleh orang tua Friday untuk menjemput putri kesayangannya itu beserta teman temannya. Mereka langsung menunjukkan service terbaik mereka untuk melayani tamu putrinya.
Apa lagi orang tuanya tau bahwa putrinya melakukan hal fatal yang merugikan kelompoknya dan teman temannya. Ini sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan dari kedua orang tuanya.
Genk Langit Biru dibagi jadi 2 kelompok, terdiri dari 3 orang menempati masing masing mobil jemputan. Friday bersama dengan Amora dan Frizzy. Friday dan Amora bagaikan adik kakak yang tidak bisa dipisahkan.
Mereka sudah memiliki ikatan batin yang kuat. Tanpa mengatakan apa pun, hanya lirikan mata saja mereka sudah tau maksud hati masing masing. Terkadang mereka tertawa dimana temannya yang lain tidak mendapati hal lucu.
Mereka berdua benar benar aneh. Ini membuat mereka bisa kompak bekerja sama mengembangkan toko bajunya.
Selama perjalanan mereka membicarakan tentang project, di sela sela pembicaraan itu, Friday menyelipkan godaan kepada Frizzy. Frizzy yang kesal mendengar nama Kelvin langsung secara inpulsif mengeluarkan sumpah serapahnya.
Ini jadi hiburan buat duo julid Friday dan Amora. Selain Friday dan Amora kompak menjalankan toko baju, mereka juga kompak dalam hal perjulidan.
Terkadang mereka juga menyelipkan candaan tentang Leo yang belum menyerah mengejar salah satu diantara mereka. Setelah hampir 3 jam perjalanan yang diselingi pembicaraan mereka mengenai project dan gosip cowok cowok IITC, akhirnya mereka sampai ke halaman depan rumah Friday.
Rumah itu tampak besar tapi tampilan dari luar sungguh sangat sederhana. Halaman depan sangat luar dipenuhi kolam ikan tan taman serta gazebo. Tampilan luar rumah itu sungguh tidak sesuai dengan status pemilik rumah yang termasuk dalam daftar 10 orang terkaya di negara A.
Mereka disambut oleh kepala pelayan yang Friday panggil uncle Sil, yang ternyata namanya Silvester. Uncle Sil menuntun dan mempersilahkan nona dan teman temannya menuju rumah.
Setelah pintu di buka teman teman Friday tercengan melihat keadaan falam rumah dimana para maid berbaris rapi menyambut mereka sambil mengucapkan salam dan membungkuk.
Teman teman Friday yang belum pernah mendapat perlakuan seperti ini tentu saja terkejut. Mereka semakin terkejut melihat isi rumahnya yang tak seperti di luar.
Di luar terlihat besar tapi sederhana tapi di dalam terlihat mewah tapi sangat hangat. Friday menyambut mereka dengan suka cita "Welcome to my home sweet home everyone. Semoga betah" katanya dengan senyuman manisnya.
Para maid langsung mengantar teman temannya ke kamar Friday dan kamar tamu. Mereka akan memakai 2 kamar saja. Kamar Friday yang telah ditambahkan bed dan kamar tamu di samping kamar Friday.
Pembagian kamar seperti pembagian mobil jemputan tadi. Ini mereka putuskan setelah permainan hom pim pa. Friday membaringkan tubuhnya di kasur yang begitu di rindukannya. Sedangkan temannya langsung membenahi barang barang mereka ke lemari yang telah disediakan di walk in closet milik Friday.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu