
Alexa kembali ke tempat tinggalnya, dia masih tinggal di apartemen Christian. Dia begitu terkejut saat membuka pintu dan melewati ruang tamu, dia melihat Chtistian yang sedang berbaring dan meleguh. Christian sedang mabuk berat.
Christian tidak pernah seperti ini sebelumnya, jangankan mabuk, masuk ke apartemen ini saja tidak akan mau sebelum dibukakan pintu walaupun dia tau pin pintu dan ini adalah miliknya.
Christian sangat tertekan dan stress memikirkan nasibnya selanjutnya. Apakah dia akan memenuhi janjinya kepada Alexa untuk tetap memperjuangkan cinta mereka atau dia akan kembali menorehkan luka kepada Alexa dengan melanjutkan pertunangan dengan Friday.
Setelah Friday pergi dari pertemuan mereka, dia langsung menghubungi Christian. Christian sangat senang dengan itu, dia pikir dia bisa negosiasi dengan Friday setelah 2 minggu selalu ditolak dan bahkan diblok.
Tapi sayangnya Friday menegaskan bahwa dia tidak akan mau membatalkan pertunangan apapun alasannya. Dia senang jika Alexa menderita. Dia juga diberi tau oleh Friday bahwa di dalam perjanjian dengan kakeknya, jika Friday mundur dari pertunangan karena paksaan maka saham keluarganya harus diserahkan kepada Friday sebesar 50%. Ini semakin merugikannya, melepas 25% saja sudah sangat berat.
Mamanya juga mengancamnya jika kehilangan sedikitpun harta ayahnya maka Christian tidak akan dianggap anak oleh mamanya. Jennifer tidak mau kerja keras suaminya hingga akhir hayatnya berpindah tangan kepada pihak lain.
Dan sekarang ancaman baru muncul, yaitu Louis. Louis memutuskan untuk kembali ke negara A dan terjun ke duania bisnis, dia takut jika Louis ikut bersaing merebut hak ahli waris. Dia menyadari bahwa dia tidak sekompeten Louis.
Jika Christian melepas 25% saham kepada Friday maka sisa saham milik keluarganya adalah 45%. 45% ini belum tentu miliknya semua, pasti ada pembagian untuk Louis dan Leo. Memikirkan ini saja dia sudah stress. Jika melepas Alexa maka dia adalah pria paling bej*ad sejagat raya. Menyakiti perempuan yang dia per*kosa dan mengingkari janjinya untuk membahagiakannya.
Alexa membawa Christian ke kamarnya untuk istirahat, karena di apartemen luas ini hanya ada 1 kamar utama. Dia memapah pria itu pelan pelan menuju lantai dua. Sesampainya di kamar, dia melepas sepatu dan melepas jas. Dia juga melepas dasi dan ikat pinggang Christian.
Alexa mengambil sebuah baskom berisi air hangat dan handuk kecil. Dia melap wajah, leher, tangan dan kaki Christian. Christian masih merancau tidak jelas. Selesai membersihkan Christian, Alexa pergi membersihkan dirinya. Selesai mandi dan memakai baju tidurnya, Alexa hendak keluar dari kamar menuju ruang tamu. Dia akan istirahat di sana dan meninggalkan Christian tidur di kamarnya.
"Hmmm kak jangan seperti ini" leguh Alexa.
"Biarkan seperti ini, sebentar saja" jawab Christian.
Tapi nyatanya, tangan Christian mulai menjalar menjamah seluruh tubuh Alexa dengan mulutnya yang sesekali menggigit telinga Alexa.
Christian membalik tubuh Alexa hingga mereka berdua berhadapan. Christian melu*mat bibir Alexa dengan penuh naf*su. Christian menuntun Alexa ke tempat tidurnya.
Alexa menyambut ciuman itu, membalas ciuman Christian. Mereka berdua diselimuti kabut gairah. Mereka tenggelam dalam nafs*u yang tidak terbendung lagi. Hingga akhirnya penyatuan dua raga tidak terelakkan lagi. Mereka saling berbagi keringat, meneriakkan nama satu sama lain dan des*ahan nikmat sahut sahutan di dalam kamar itu.
๐ธ
๐ธ
๐ธ
Takut jabarinnya, lagi pada puasa. Nanti bab ini bakal lanjut setelah lebaran๐ ๐