Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Diusir



Semua berita negatif mengenai Friday yang berseliweran di dunia maya telah dihapus berkat Kalino dan Yudha. Kalino juga telah mengadakan konferensi pers untuk meluruskan mengenai berita yang simpang siur itu. Kalino mengatakan jika memang benar Friday hampir tiap hari ke hotel bukan untuk berbuat yang iya iya tapi menemui client. Hal itu terbukti karena hari pengambilan foto adalah hari kerja dan saat jam kerja. Untuk foto Friday dan seorang anak, Kalino menjelaskan bahwa anak yang ada dipangkuannya adalah adik sepupunya, anak dari Wetennov dan Jeanne.


Konferensi pers ini ampuh mengamankan mereka dari serangan buzzer. Kalino juga meminta tolong untuk menghormati privasi putrinya yang tidak ingin kehidupan pribadinya diusik media apalagi harus diumbar di internet. Dia menyatakan jika dia bisa mendidik anaknya dengan baik.


Friday kini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dia kembali ke apartemen bersama Grant dan Louis. Friday menolak untuk tinggal bersama orang tuanya karena merasa jarak kantor dan rumah orang tuanya terlalu jauh. Lagian ada Frizzy dan Kelvin di sana yang bisa menolongnya jika perlu sesuatu.


Dengan berat hati Louis pamit pulang ke rumahnya karena permintaan Friday. Friday tidak ingin Sita sampai kecarian pada Louis. Friday tidak enak hati menahan Louis yang sudah dua hari ini bersamanya padahal dia sendiri sudah tidak merasakan apa apa.


Sesampainya di rumah orang tuanya, Louis langsung disambut oleh Sita. Louis sudah merasa was was jika mamanya menanyakan dimana dia selama 2 hari ini. Mungkin juga Sita telah melihat berita mengenai Friday sebelumnya dan dia lupa menyiapkan jawaban untuk pertanyaan tak terduga.


"Kenapa kamu pulang nak, bukankah sebaiknya kamu tinggal di apartemen saja?" tanya Sita.


Louis menatap mamanya dengan perasaan yang tidak jelas, jantungnya mulai berdetak tak karuan. Apakah mamanya sudah tau yang sebenarnya, tanyanya dalam hati.


"Papa kamu bilang kalau kamu lembur 2 hari ini dan sampai menginap di kantor" jelas Sita yang melihat raut kebingungan di wajah Louis.


"Oh iya ma. Louis sibuk dengan proyek baru jadi akan jarang ketemu dengan mama. Tapi Louis akan tetap pulang ke rumah kok" jawab Louis. Louis bisa bernafas lega karena berpikir jika papanya yang membantunya membohongi mamanya mengenai situasi yang Louis alami. Tidak tau saja Louis jika papanya sudah membongkar semuanya.


"Tidak nak sebaiknya kamu di apartemen saja biar dekat dengan kantor. Mama tidak mau kamu capek bolak balik kantor rumah. Mama sudah menyiapkan pakaian kamu dalam koper. Dan mama juga udah masak makanan kesukaanmu. Mama juga siapkan bekal untukmu selama di apartemen" kata Sita lagi.


Beberapa ART beserta supir yang bekerja di rumah mereka lewat untuk membawakan koper dan makanan yang Sita sudah siapkan.


"Maaf nyah, semua barangnya sudah siap" lapor salah seorang dari mereka.


"Ah iya, tolong susun ke mobilnya Louis ya pak" suruh Sita kembali. Dia mengambil paksa kunci mobil dari tangan Louis dan memberikannya pada ART itu.


"Baik nyah. Permisi nyah" jawabnya.


Louis merasa heran dengan mamanya dan mulai berpikiran yang tidak tidak. "Mama ga mungkin usir aku kan ya?" tanya Louis dalam hatinya.


Sita pergi meninggalkan Louis yang masih termenung di tempatnya. Sita ingin mengawasi para ART yang dimintanya menyusun barang Louis ke mobilnya. Dia melihat mobil asing yang terparkir tidak jauh dari garasi. Dan para ART mulai menyusun barang itu ke dalam mobil asing itu. Seingatnya Louis tidak memakai mobil yang itu saat mereka pergi ke mall, berarti itu mobil Friday pikirnya lagi.


"Kamu ngomong apa sih, bahkan jika kamu parasit pun mama tidak akan mengusir anak mama sendiri" jawab Sita walau dia masih sibuk mengatur para pekerjanya menyusn barangnya agar tersusun rapi.


"Tapi mama seperti tidak mau jika Louis pulang ke rumah" kata Louis lagi. Dia dilingkupi perasaan sedih.


Sita berbalik dan menghampiri Louis. Dia menangkup wajah Louis yang hampir menangis. "Tidak nak, mama hanya tidak ingin kamu capek apalagi kamu harus lembur terus. Lagian mama juga ga bisa nemanin kamu di rumah karena mama dan papa akan menginap di rumah kakekmu selama kakek pergi liburan. Kakek akan pergi lusa, jadi malam ini mama dan papa ke sana bantu kakek packing barang kebutuhannya. Kamu akan kesepian di sini jadi mending di apartemen kan? Jangan berpikiran yang aneh aneh. Mama sayang padamu" jelas Sita lagi.


Louis mengangguk mengerti dengan penjelasan mamanya, dia juga bisa bernafas lega karena beberapa minggu bisa selalu bersama anak dan istrinya tanpa khawatir ketauan mamanya atau berpikir membuat alasan agar bisa selalu keluar rumah.


"Sudah selesai semua nyah, ada lagi yang bisa kami bantu?" tanya supirnya kembali sekalian menyerahkan kunci mobil Louis.


"Tidak pak, terima kasih banyak pak" jawab Sita. ART dan supir yang membawakan barang Louis segera kembali ke tempat kerjanya masing masing.


"Omong omong, itu mobil siapa? Perasaan kemaren mobilmu bukan yang itu deh" tanya Sita.


"Oh...itu..Ekhemmm...Itu mobil Friday ma. Kemarin Louis meminjamnya karena mobil Louis mogok. Nanti mau Louis kembalikan kok ma" jawab Louis sedikit gelagapan. Louis tidak berbohong tentang mobil itu. Mobil Louis masih berada di parkiran klinik, dia lupa meminta supirnya menjemput mobilnya makanya dia memakai mobil Friday.


"Ohhh. Mama pikir kamu beli mobil baru hahahaha" canda Sita. Louis hanya diam tidak menanggapi dan memasang wajah datarnya.


Sita menarik tangan Louis hingga Louis mengikuti ke mana mamanya akan membawanya. Mereka masuk ke kamar Sita dan Yudha. Sita melepas tangan Louis dan memintanya untuk menunggu sebentar di sana. Louis hanya bisa patuh.


Sita membawa sebuah kotak yang telah dibungkus rapi dan beberapa paperbag. Sita menyerahkannya pada Louis. Louis menerimanya dan melihat satu per satu isi papaerbag tapi sayangnya semuanya sudah dibungkus dan tak terlihat itu apa.


"Ini apa ma?" tanya Louis penasaran.


"Kamu mau pergi menemui Friday untuk mengembalikan mobilnya Friday kan? Mama mau nitip ini buat Friday. Bilang terima kasih juga ya karena udah nemanin mama kemarin dan menemanin anak mama juga bahkan meminjamkan mobilnya" jawab Sita.


"Tidak perlu repot gini ma, dia ga bakalan keberatan nemanin kita kemarin soalnya dia luang juga" saut Louis.


"Mama merasa tidak enak saja, dia sedang belanja kemarin malah mama minta dia nemanin mama. Dia jadinya tidak membeli apa apa di toko pakaian anak itu. Mungkin saja itu penting kan? Makanya mama beli semua yang dia sempat sentuh hehehe" jelas Sita.